THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
Prolog



Rania?


Bagaimana bisa, gadis polos yang anti banget sama yang namanya cowok ganteng itu, tiba-tiba bisa gemar seberat itu dengan kakak kelas ganteng itu?


Ketika Rania duduk dibangku kelas VII, guru Rania pernah berkata, “Perempuan atau laki-laki itu, nanti puber nya di kelas VIII, nanti yang cowok bakalan suka banget sama yang namanya ngeliat cewek cantik...dan sebaliknya juga, yang cewek bakalan suka banget sama yang namanya ngeliat cowok ganteng”.


Dengan polos nya Rania pun berkata, “Ahh gak percaya aku fe! Orang kayak aku nih yaa, gak bakalan suka ngeliat cowok ganteng”. Ucap Rania dengan wajah polos nya.


“Tapi emang iya si Ran, setau aku juga gitu...biasanya anak-anak itu pubernya nanti di kelas VIII”. Ujar Afe.


“Iyaaa mungkin.” Ucap Rania.


Ternyata masa-masa SMP itu adalah masa-masa


paling indah yang Rania alami. Karena kenapa? Semenjak naik ke kelas VIII, dan semua ucapan guru Rania terbukti. Jadi sekolah Rania itu terbagi menjadi 3 unit...yaitu SMP, SMA dan SMK.


Ketika ada anak murid peserta didik baru yang sedang baris di lapangan sekolah Rania, teman Rania tiba-tiba berkata...”Ran, itu cakep tuh...yang itu.” Seru Tuti dan Raisa sambil menunjuk barisan SMK.


“Ihh...ngga, tau! Cakepan juga yang itu! Lihat dehm Fee...cowoknya manis banget sumpah!.” Ujar Rania sambil menunjuk barisan SMA.


“Yang mana sih?.” Tanya Afe melihat barisan SMA, kebingungan.


“Oh, yang itu bukan? Iyaa bener, yang itu manis.” Ujar Raisa.


“Iyaa, sumpah! Bener-bener manis banget...”


Kring!!!


(bell masuk berbunyi) Ketika masuk


kelas Rania dan teman-temannya, belajar mata pelajaran jam pertama. Setelah mata pelajaran jam keempat selesai.


Kring!!!


(bel istirahat berbunyi) Rania dan


teman-temannya pun menuju ke kantin. Sesampai di kantin, Rania dan temannya melihat kakak yang Rania bilang manis itu di kantin.


“Feee! itu kak manis fee!, saaa! itu kak manis saa!.” Seru Rania.


“Mana si Ran, si manis jembatan ancol itu? dimana nyaa! cowok yang kamu bilang manis itu?! Tanya Afe.


“Oh yang itu ya? lah iya manis juga.”


“Iyaaa, ya Allah kak manis...ganteng banget sii.” Ujar Rania, salting.


Setelah dua Minggu kemudian. Ruang kelas VIII dipasang AC...karena baru- baru dipasang  AC, kelas sering sekali mati listrik dan akhirnya...kita semua belajar di perpustakaan dan ketika guru nya belum datang


dan saking bingungnya mau ngapain kami pun berbincang-bincang tentang


pelajaran.


Tiba- tiba ada segerombolan cowok anak SMK masuk ke perpustakaan ini dan Rania bisa tau mereka itu kelas berapa karena teman dari si cogan itu adalah kakak kelas Rania di SMP yang baru lulus tahun ini...mereka kelas 10. Mulai dari sini lah cerita cogan dimulai...


“Mell lihat deh, itu kakak yang pake kacamata ganteng banget gila! Itu temennya kak Farel


Mel.”


“Lah iya Ran, itu ganteng banget.” Kagum Melmel melihat kakak itu.


“Apaan sii Ran, cakepan yang rambutnya gondrong tau Ran!.” Bantah, Raisa&Tuti.


“Ihh cakepan yang kakak pake kacamata sumpah dah.”


“iyaayaa Ran.” Ucap melmel.


“Heeet dahh ngomongin apaan si?.” Tanya Afe sambil tengok-tengok.


Diantara Rania dan kelima temannya, hanya Afe yang tidak terlalu suka sama yang namanya


cowok ganteng, orang yang paling cuek ketika keempat sahabatnya ini...sibuk mencari cogan hahaha.


“Itu fe, temen nya kak Farel cakep banget...” Ujar Rania.


“Kak Farel yang SMP nya alumni sini kan?.” Tanya Afe.


“Iyaaa.”


“Ahh gak keliatan.”


“ituutuu diaa, lagi ambil buku.” Ucap Raisa sambil menunjuk si cogan.”


“Oalah ituuu.”


“Hmm.”


Setelah itu, guru mata pelajaran datang...lalu Rania dan teman-temannya belajar seperti biasa...Kring!!  (Bell istirahat berbunyi) mereka kembali ke kelas untuk menaruh buku dan alat tulis.


“Guyss kantin kuy...” Ajak Rania.


“kuuy.” Ucap yang lainnya.


Sesampai di kantin ada segerombolan cowok-


cowok yang di perpustakaan tadi.


“Ihh itu ada cogan yang tadi Ran, yang tadi lu bilang ganteng, yang pake kacamata...terus ada


yang rambutnya gondrong jugaa ihh ganteng banget.” Ujar Raisa, salting.


“manaaaa-manaa?!.”


“Ihhhh Saaaa! Ternyata yang rambutnya gondrong cakep jugaaa.”  Kagum Rania.


“Raniaaa, apaansii...cakepan yang  pake kacamata


tau Ran.” Ujar Melmel, melihat ke arah cogan itu.


“Eettt dah cogan mulu nih, ayo udah jajan!.” Ajak Afe


“Jajan di tante ya hehehe.” Ujar Rania.


“Ayoo!.” Jawab Raisa, semangat.


“Terserah deh...”


Ketika di kantin tante mereka bertiga


(Rania,Raisa,Melmel) melihat para cogan-cogan itu. Serta Afe yang sangat cuek dengan yang namanya cogan, dia hanya menggeleng- gelengkan kepala melihat


tingkah laku para sahabatnya.


“Ehh ayuuk ke kelas.” Ketus Afe.


“Nantii dulu apa fee.” Bantah gue dan Raisa


“Hmmm.” jawab Afe dengan wajah kesal.


“Pliss lah saa! itu ganteng banget, pasti udah punya pacar dah...”


“Pastilah masa cowok seganteng dia gak punya pacar.”


“Udahlah biarin aja...emang kita siapa dia hahaha, kuy lah ke kelas.” Jawab Rania.


Waktu menuju ke kelas, ada segerombolan


cewek-cewek pada teriak-teriakan sambil bilang (IH YA AMPUN!...ITU COWO GANTENG BANGET!) Rania, serta teman-teman Rania, menoleh ke mereka dengan kebingungan.


“Tuh orang kenapasi?.” Tanya Afe.


“Jangan-jangan...dia ngeliat cogan yang di kantin tadi lagii.” Ujar Raisa.


“Mungkin, tapi bodoamat lah yaa gak penting juga.” Ucap Rania.


“Iya sii, udahlah yuk.”


“Yuuk.”


Sesampai di kelas, fani teman Rania berkata. “Ih guyss ada anak SMK ganteng banget...”


“Ih siapa ihh?.” Tanya teman Rania yang lainnya.


“Gue gak tau namanya pokonya dia ada di kantin tante.” Jawab Fani.


“Eett dahh! cogan itu lagi? ganteng siii tapi kayaknya biasa aja deh.” Tanya Rania ketus.


“Tapi emang ganteng si Ran.” Jawab Raisa dan Melmel.


“Yahh biasa aja sii.”


Setelah empat Bulan kemudian, cowok yang mereka bilang


gantengnya biasa aja itu jadi viral di sekolah Rania...seiring berjalannya


waktu, mereka sering sekali bertemu cogan itu mau itu di kantin atau ketika dia


pulang sekolah, mulai dari situ lah mereka mencari tau nama dia. “Dia?” Cowok


yang Rania dan temannya bilang gantengnya biasa aja dan sekarang mereka sebut


“Dia” sebagai cogan Winus. Winus adalah tempat sekolah Rania.


“Ya ampuun itu cowok kenapa cakep banget si ahhh.” Puji Rania.


“kan udah gue bilang.” Jawab Raisa.


“Dulu kan gue kira yang ganteng itu kakak yang pakai kacamata.”


“Iyaya Ran...” Ucap Melmel.


“Iyaa Mel, tanya yuk nama dia itu siapa?.”


“Emang berani lu?.” Tanya Raisa.


“Idihh ngapain takut kita kan cuma ngefans aja sama dia.” Ketus Rania.


“Ih Ran kita tanya kak farel aja, dia kan sekelas sama kak farel.” Jawab Melmel.


“Iya jugasi, tapi kita kan gak deket sama kak farel.”


Kami bertiga pun langsung kepikiran dan berucap FIDA!.


“Iya benar fida, dia kan dekat tuh sama kak farel.” Ujar Rania.


“Tapi berhubung fida nya lagi gak masuk sekolah, gimana kalau kita cari tau sendiri aja?.” Ajak Melmel dan Raisa.


“Boleh juga tuh.” Ucap Rania.