
Hari terus berganti...dari mulai pertengahan bulan April sampai akhir April...mereka terus menerus melewati yaitu Belajar di rumah karena kelas IX dan XII sedang melaksanakan Ujian sekolah dan Ujian Nasional serta melaksanakan perpisahan di sekolah. Dan di surat edaran yang mereka terima, masuk kembali pada tanggal 14 Mei 2018, ketika tanggal 13 Mei guru mereka mengabarkan kepada mereka bahwa masuk kembali ke sekolah pada tanggal 17 Mei 2018 bertepatan pada awal Bulan Ramadhan.
Rania pun mengirim pesan ke Raisa...
“Raisa! Apa-apaan sih! Gue udah bosen di rumah. Tapi liburnya malah di perpanjang. Gak suka! Mau sekolah! Kangen winus, kangen kak David, kangen rakyat VIII.3 huaa!”
“Iyaa, ih gue kesel banget! Udah gak betah di rumah jugaa. Ini malah diperpanjang coba.” Balas Raisa.
“Setau gue, nanti tanggal 17 itu, udah masuk Bulan Ramadhan, masa iyaa, nanti pas hari puasa pertama, gue lari-lari ngejar kak David.”
“Yahh, kasian deh gak bisa minum.” Balas Raisa meledek Rania.
“Iya deh, terserah lu!”
Tibalah hari yang Rania tunggu-tunggu yaitu tanggal 17 Mei...setelah sampai gerbang sekolah...ia
langsung berlari ke kelas dengan terburu-buru...sesampai di kelas...
“WAHH. SEKOLAH!! AKHIRNYA SEKOLAH JUGA! GUE UDAH BOSEN DI RUMAH, KANGEN BANGET SAMA WINUS BESERTA ISINYA! APALAGI SAMA KAK DAVID!!” Jerit Rania sambil memeluk meja.
“Mulai dah! Lebay nya kumat.” Ujar Brilian, tertawa.
“Gak pedulii! Pokoknya aku kangen kalian semuaa!” Jerit Rania.
“Udah Ran. Udah, lagi puasa kan?” Tanya Afe.
“Iyalah, Fe...masa gak puasa.”
“Ya udah jangan teriak-teriak...nanti haus loh!” Ujar Afe.
“Iya deh...btw! kak David! Aku mau nungguin kak David diluar ah. Aku udah kangen banget soalnya.” Seru Rania, berlari meninggalkan kelas.
Ketika Rania diluar menunggu kak David, tidak lama kemudian...Raisa datang menghampirinya.
“Woy!”
“Ehh, udah dateng Sa. Sumpah gue kangen banget sama kak David! pokoknya nanti kalau kak David dateng...gue mau kejar dia.” Ujar Rania.
“Samaa, gue juga kangen hehe, apa tadi? Gue gak salah denger? Kejar? Emangnya lu gak puasa? Nanti haus lagi.”
“Yah puasa lah! Tapi bodoamat ah! Intinya gue mau ngejar kak David aja.” Ketus Rania.
“Rania ikut lah! Santai gue mah kalau haus tinggal minum.” Seru Raisa.
“Iya deh, terserah lu!”
Beberapa menit kemudian...
“Sa, ini kak David masih lama apa datengnya? Gue capek ih dari tadi belum duduk, masa iyaa, jam segini gue udah haus aja.” Ujar Rania.
“Yah sama, gue juga dari pas dateng belum duduk. Kasian deh haus gak bisa minum.” Cibir Raisa.
“Iya lah, terserah lu.”
“Ihh! Itu dibawah. Kak David baru dateng!” Seru Rania.
“Ayok cepetan kejar Ran!” Ujar Raisa sambil menarik tangan Rania.
“Rania! Mau kemana?” Tanya Ekaau dan Melmel.
“Ituu kak David! Mau ikut gak?” Tanya Rania.
“Mauu!” Ujar Ekaau.
“Ngga ah males! Aku lihat dari sini aja.” Ujar Melmel.
“Udah ayok cepet Ran, ah” Ketus Raisa.
Ketika ingin menaiki tangga lantai 3 ada geng bodrex yang menghampiri mereka...
“Woyy...mau kemana?” Tanya Jihad.
“Jihad! Jihad! Ayok ikut gue yuk! Ke atas ngejar kak David.” Ajak Rania.
“Ayok! guys ikut Rania yuk, ngejar kak David.” Ajak Jihad kepada geng nya.
Ketika sampai mereka diatas...kak David masih berjarak jauh dengan mereka... “Sa, gue mau ke toilet
aja deh malu soalnya.” Ujar Rania dan Ekaau.
“Ih ngapain sih!” Ketus Raisa.
Kak David pun melewati Raisa dan naik ke tangga lantai 4.
“Kak David!” Panggil Raisa dan Rania dibalik pintu dinding toilet.
“Oh, gue baru lihat jelas. Yang namanya kak David itu yang mana...ternyata ganteng juga yaa, kulitnya ituloh puith banget!” Ujar Jihad.
“Nah iyaa, yang itu.” Ujar Rania.
“Kita, tuh tadi salah Ran...harusnya kita lewatin aja si kak David nyaa, gpp kalii, lu mah udah keburu salting duluan sih.” Ujar Raisa.
“Yahh, maaf Saa. Tadi kita berdua malu banget ah! Entar keliatannya caper lagi (padahal mah iya).” Ujar Rania.
“Ya udah deh, besok lagi aja! Sekarang kita ke kelas, takut ada guru.” Ajak Raisa.
Ketika sampai di kelas...
“Afee! Aku capek banget ih. Haus!” Ujar Rania.
“Lagian, lagi puasa, masih pagi pula, udah ngejar-ngejar cogan aja. Batal loh puasa nya gara-gara ngeliatin cowok.” Ketus Afe.
“Tau Rania! Zina mata inget!” Ujar Melmel dan Brilian.