
Keesokan harinya Rania dan Melmel ke kantin berdua di kantin bu Balqis. Lalu mereka duduk di bangku kantin bu Balqis, seketika mereka melihat ada cogan winus itu duduk disamping Melmel, lalu mereka berdua salah tingkah gak karuan...lalu cogan yang sedang makan itu, mereka liatin terus, dan akhirnya cogan itu menoleh ke arah Rania dan Melmel, akhirnya Rania maluu banget! dan kabur dari situ sambil berjerit.
“Melmell!! Itu ganteng banget.” Jerit Rania, berlari.
“Rania apaansi!!.”
Melmel masih duduk di kantin sambil mencari tau nama cogan itu. Sesampainya di kelas teman-teman Rania pada bingung Rania kenapa berjerit-jerit.
“Kenapa si Ran?.” Tanya Afe.
“Fee!! Afee!.” Jerit Rania, ketawa dan salah tingkah.
“Iyaa! Apa!.” Tanya Afe penasaran.
“Tadi aku kan sama Melmel ngeliat kak Denis yaa lagi makan, terus dia ngeliatin aku sama Melmel balik, sumpah dah aku malu banget!!.”
“kak Denis siapa dah?”
“Ituloh nama cogan winus yang belum aku tau itu.” Jawab Rania.
“Oh ituu.”
“Raisa mana Raisa?.” Tanya Rania.
“Lagi traveling dia, sama Ekaau dan Tuti.” Jawab Afe.
“Yahh, heran gue traveling mulu tuh orang, gak capek apa!.” Ketus Rania.
Seketika Melmel pun datang dengan memanggil nama Rania.
“Ran! Ran!, aku udah tau namanya kak Denis siapa.”
“IYA MEL?, SIAPA-SIAPA NAMA NYA?!.” Tanya Rania penasaran.
“Nama nya kak Denis...” Jawab Melmel, berbisik.
“HAHH! SERIUS MEL?!, kamu tau dari siapa?.” Tanya Rania heboh.
“Tadi aku dengar kak Farel manggil kak denis...gini ‘Dav! Dav!’.” Jawab Melmel.
“Ohh jadi nama nya David.” Ujar Afe yang mendengar suara bisikan Melmel.
“Ihh, tapi bisa jadi, namanya bukan David tapi Dava, kan “Dav”.” Ujar Rania.
“Tapii, tadi ada temennya manggil dia ‘David’.” Ujar Melmel.
“Oalah...”
Raisa,Tuti,Ekaau datang dari selesai travelingnya.
“Saa! Lu itu dari mana aje?.” Tanya Rania.
“Lah gue abis traveling, lu...gue ajakin gak mau, katanya mager.”
Dulu Rania gak suka traveling karena menurut dia, sudah seperti orang kurang kerjaan tingkat dewa.
“Gue udah tau namanya kak Denis dong!!.”
“Iya tau dari aku.” Jawab Melmel.
“Siapa Ran namanya? Penasaran gue.” Tanya Raisa, penasaran.
“Kasih tau gak yaaaaa.” Jawab Rania dan Melmel membuat Raisa penasaran.
“Ih serius apa! Namanya siapa?!.” Tanya Raisa ketus.
“Namanya kak David.” Jawab Melmel.
“Ihh serius apaa!, jangan bohong, Lu tau dari mana mel?.” Tanya Raisa,Tuti,Ekaau dengan sangat penasaran.
“Ya udah kalau gak percaya terserah, gue tau dari kak Farel di Kantin, tadi dia manggil-manggil nama kak David.”
“Oohh, kok lu gak ngajak ke kantin sih? Gue kan pengen banget ketemu kak David.” Jawab Raisa.
“Lah lu aja traveling mulu.” Ketus Melmel.
“Hehehe.”
Rania,Melmel,Raisa,Tuti...melihat kak David dari atas, Rania dan teman-temannya, reflek berjerit memanggil nama kak David dari atas, apalagi Rania.
“Eehhh lihat itu! kak Daviiiid.” Jerit Rania berjingkrakan memasuki kelas.
Semua teman Rania terkejut, melihat tingkah laku Rania.
“Lu kenapa sih?.” Tanya Devita, tertawa melihat tingkah laku Rania.
“Devitaaaaa! gilaaa, itu kak David ganteng banget.” Jawab Rania.
“Ih yg mana si Ran, kak David itu?.” Tanya Devita, keluar dari kelas.
“Ran foto Ran!.” Ujar Raisa.
“Ituuloh Dev! lu liat dah cakep banget kan ya!. iya nanti gue foto saa.”
“Lah itu kak David? buseet ganteng banget.” Ujar Devita, dan mengambil foto kak David.
“Kan sudah ku bilang. Lahlahh lu ngapain dev?.” Tanya Rania.
“Fotoin dia lah.” Jawab Devita sambil memeluk fotonya.
“Lu ngapain si ngasih tau kak David ke si Devita!.” Tanya Raisa kesal.
“Lah emang kenapa?.”
“Nanti orang-orang pada tau lah Ran!.”
“Oh iya lupa gue, ah bodoamat lah. Mending kita fotoin dia dari atas dah.” Jawab Rania.
“Oh iya, ya udah fotoin dah.” Ujar Raisa.
“Panggil kak David Ran.” Ujar Melmel.
“Kuyy, gini caranya kita bareng-bareng panggil kak David terus nanti pas dia nengok ke atas baru tuh kita foto.”
“Oh nice tuh.” Jawab Raisa salah tingkah.
Dan akhirnya Rania dan teman-temannya pun teriak dari atas dan memanggil nama kak David, “Kak Daviiid”. Dan setiap kali mereka bertiga panggil, kak David selalu melihat mereka keatas, Rania serta temannya langsung mengambil foto kak David dari atas secara diam-diam, dengan percaya diri nya mereka menganggap kak David, tidak tau bahwa sedang di foto secara diam-diam, walaupun sepertinya kak David sadar.
“Ihh Rania! Minta fotonya Ran!.” Ujar Melmel tegas.
“Iyee nih ambil, entar aku kirim.”
keesokan harinya ada acara di sekolah yaitu class meeting, berhubung class meeting hanya mengadakan lomba perkelas dan kelas Rania belum kebagian waktu lomba. Melmel dan Tuti menghampiri Rania dengan membawa berita tentang pulang sekolah kemarin. “Kemarin kita berdua waktu menuju pulang ke rumah, kita lihat kak David tauu Ran...kasian banget dia, pulangnya masa jalan kaki.” “Serius?!.” Jawab Rania kaget.
“Iyalah.”
“Seketika Raisa datang”
“Saa! saa...masa kata Melmel dan Tuti, kemarin kak David pulangnya jalan kaki...lari malahan.” Ucap Rania heboh.
“Lah kasian banget..diaa, cogan-cogan kok jalan... pulangnya, tadi mah gue temenin aja dia.” Ujar Raisa.
“Halah ngayal aja trooosss.”
“Iyaya haha.”
“Guys minta fotbar yuk, sama kak David.” Ajak Rania.
“Heleh kayak lu berani aja.” Jawab Raisa.
“Yelaaah cuma kakel...lagian kita kan ngefans sama dia, gue yakin dia pasti mau.” Ujar Rania dengan sangat percaya dirinya.
“Ayok dah kalau lu berani mah, gue mah ikut aja hehe.”
“Tapi Rania ya, yang bilang.”Ujar Melmel.
“Iyaa santay aja.”
Setelah selesai class meeting semua siswa liburan akhir semester.