THE STORY OF MIRUGAN

THE STORY OF MIRUGAN
#46.Kapan-kapan.



Pada hari Sabtu 11 Agustus 2018. Sebelum kelas Rania memulai pelajaran olahraga. Ia serta


teman-temannya mengelilingi sekolah dan ketika melewati lobby sekolah.


“Btw. Ini kak David kok belum dateng ya?” Tanya Rania.


“Biasa dia kan telat mulu.” Jawab Raisa.


“Oh iya juga yaa, kenapa dia kesiangan mulu ya, padahalkan rumah nya deket.” Ujar Ekaau.


“Dimana si, rumah kak David?” Tanya Tuti.


“Deket lah pokoknya.” Jawab Rania.


“Oh, pantes aja dia pakai sepeda mulu. Tapi dia kenapa telat mulu ya.” Ujar Tuti.


“Lah. Mana aku tau.”


“Jangan-jangan Kak David telat gara-gara tadi malem dia ngerayain ulang tahunnya sama cewek


yang kemarin.” Ujar Raisa.


“Maksud lu...Dinner gitu?” Tanya Rania.


“Iyaa.”


“Yah. Mana mungkin lah.”


“Ihh. Maksud gue, dia ngerayain bareng sama temen kelas nya gitu, bukan berdua sama cewek itu.”


“Kok kita gak diajak ya. Haha.” Ujar Rania.


“Pengen banget apa lu! Diajak sama kak David. Emang lu siapanya dia?” Ketus Raisa.


“CALON ISTRINYA, KENAPA EMANG?!”


“NGAREP LU TAU GAK! NGAREP! KAK DAVID ITU CALON SUAMI GUA.”


“Menghayal aja terus!” Ketus Rania.


“Lu juga sama tukang ngayal tau gak!”


“Udah deh, nanti Kesya lewat auto ngamuk dia haha. Sesama tukang ngayal harus saling


memahami.” Ujar Rania.


“Oh iyaya haha.”


    Ekaau dan Tuti tertawa melihat tingkah laku Rania dan Raisa yang penuh dengan pengharapan.


“Eh...btw kalian tau, cewek yang digoncengin Kak David itu siapa?” Tanya Tuti.


“Jujur aja sih. Aku mah gak inget sama mukanya, sama sekali ngga.” Jawab Rania.


“Kalau gue, inget! Pokoknya ceweknya itu...yang pasti anak winus. Jangan-jangan itu kakaknya kak David lagi yang namanya siapa sii? Si Aulia kan?”


“Lah., iya jangan-jangan yaa, soalnya kan kemarin SMK keputrian, terus kak David jemput kakaknya di winus.” Ujar Rania.


“Cantik gak ceweknya?” Tanya Tuti dan Ekaau.


“Orangnya si hitam manis.” Jawab Raisa.


“Lah? Bukannya putih ya?” Ujar Rania.


“Kaga Ran...manis orangnya, lumayan lah.”


“Kok gue jadi penasaran yaa, kelas berapa dia yaa? Jadi pengen nanya Kak David gue.” Ujar Rania.


    Tiba-tiba Kak David datang...


“Guys-guys, Itu. kak David dateng.” Ujar Raisa.


“Yahh, terus sekarang kita gimana dong?” Tanya Rania panik.


“Kejaaaaaaar!!!” Jerit Raisa.


“LANJUUUT!” Jerit Rania,Tuti serta Ekaau.


     Ketika mereka bertiga berlari mengejar Kak David...


“Ges! Ges. Tunggu! Ituu Pak Ridho udah masuk kelas.” Ujar Rania.


“Yahh...yaudah lah kita masuk sekarang.” Ujar yang lain.


“Bye Kak David! Nanti kita ketemu di parkiran yaa.”


  Ketika mata pelajaran olahraga jam ke1 selesai mereka pun diperbolehkan istirahat. Dan Mirugan menuju ke perpustakaan untuk melihat dimana letak sepeda kak David.


“Ehh, lihat sepeda kak David yuk.” Ajak Raisa.


“Di perpus?” Tanya Rania.


“Iyalah, dimana lagi.”


“Ayok lah, Fee, ayok apa Fe, ikut sekali-sekalii.” Ujar Rania.


“Mau ngapain sii?” Tanya Afe.


“Ke perpus doang, lihat sepeda kak David.”


“Udah gitu doang?”


“Iyaalah, sekalian traveling.”


“Ogah ah, mager.”


“Yakin nih?”


“Iyaaa, udah sana gih, lihat.”


“Okee-okee bye Afe, Cuma sebentar kok Fe.”


“Iyaa-iyaa.”


     Ketika mereka sampai di perpus...


“Ihh, sepeda kak David jauh banget.” Ujar Raisa.


“Sa, gue mau nanya deh.”


“Apaan.”


“Nanti kita mau ke parkiran lagi? Yakin?” Tanya Rania.


“Iyaa...ayok lah Ran, gak setiap hari ini.”


“Tapi jujur yaa, gue maluu. Tapi gue mau minta foto.”


“Iyaa sama gue juga kayak lu, malu tapikan kita mau minta foto aja sama dia.” Jawab Raisa.


“Pliss Sa! Kalau mau jangan berdua ya, ajak siapa gitu. Yang belum pernah kita ajak itu si


Melmel doang, tapi Ekaau juga kemarin baru pertama kali kan.” Ujar Rania.


“Coba tanya Melmel deh, dia mau ikut apa ngga.”


“Mell, kamu mau ikut gak, ngobrol sama Kak David?” Tanya Rania.


“Sekarang?”


“Nanti pas pulang sekolah.”


“Yaah...gak bisa Ran, aku udah dijemput nanti, si Tuti juga bareng aku.”


“Hmm, yaudah gpp. Ekaau kamu mau gak?”


“Mau apaan?”


“IHH NGOBROL SAMA KAK DAVID DI PARKIRAN!” Ketus Rania.


“Ohh iyaa-iyaa ikut...”


“Oke Ran, sekarang kita ke kelas. Kita pikirin nanti apa yang mau kita tanyain sama kak


David.” Ujar Raisa.


“Kira-kira nanti kita mau nanya apa yaa, sama kak David?” Tanya Rania.


“Hmm, kita tanya gini aja!”


 *  ‘Kak David, itu kemarin cewek yang digoncengin kak David. Itu siapa? Atau ngga nanya ini...Kak David kemarin habis dari mana?” Saran Raisa.*


“Berani lu nanya kayak gitu?” Tanya Rania.


“Hmm, gak tau si haha.”


     Ketika bell pulang sekolah berbunyi. Mereka bertiga(Raisa,Rania,Ekaau) langsung menuju ke parkiran sepeda. Sebelum itu mereka melihat ke arah kelas kak David dan ternyata kak David sudah turun kebawah dan menuju kantin.


“Sa, kita pakai cara yang kemarin ya.” Ujar Rania.


“Cara yang mana si.”


“IHH. KITA HARUS SAMPAI DULUAN SEBELUM KAK DAVID!”


“Oh iyaya, ayok buruan.”


    Mereka bertiga pun berlari dengan sangat terburu-buru.


“Ekaau, buruan ih.” Ketus Rania, menarik tangannya.


“Eh tunggu-tunggu.” Ujar Ekaau.


“Apalagi sii!” Ketus Raisa.


“Gue gak lama yaa, jemputan gue sebentar lagi mau dateng.”


“Wailaahh.” Ucap Rania.


“Tuh kan, Ran. Apa gue bilang! Harus nya kita berdua aja.”


“Gak! Malu tau, yaudah Ekaau. Ayok sebentar aja gpp.”


“Iyaa-iyaa.”


    Ketika mereka bertiga berdiri tepat di depan sepeda kak David.


“Sa! Mending gak jadi aja deh...gue malu banget sumpah dah.” Ujar Rania.


“Udah si Ran, ngapain malu, Ekaau aja biasa aja tuh, dari tadi dia selfie-selfie mulu liat dah.”


“Mungkin dia latihan kali mau foto sama Kak David.” Ujar Rania.


“Hahaha.”


“Eh gue ada ide, supaya Kak David mau foto sama kita.” Ujar Rania.


“Gimana caranya?” Tanya Raisa dan Ekaau.


“Gini ajaa, kan kemarin kak David ulang tahun yaa...nah kita minta pajak ulang tahunnya foto


aja. Masa dia gak mau sii! Kita kan fans setia nya dia nih.” Saran Rania.


“Oh iyaa, boleh juga tuh.” Ucap Raisa dan Ekaau.


“Tapii, gak jadi deh, gue sekarang mau ke kelas aja! Bye. Gue maluu.” Ujar Rania, berlari dan kemudian ditarik tangannya oleh Raisa dan Ekaau.


“Ngapain malu sii! Biasa aja.” Ketus Raisa dan Ekaau.


“Yaudah ngumpet aja yuk.”


     Tiba-tiba Kak David datang dengan wajah terkejut dan berhenti sebentar lalu berjalan pelan dengan menuju ke arah sepeda nya.


Dalam hati Rania...    ”Yah ilah ngapain si nih orang kesini.”


“Kak David.” Sapa Raisa.


“Hehe Kak David...Sa ayok Sa. Balik!” Bisik Rania yang berusaha melepas genggaman tangannya.


“Ngapain sii, udah disini aja.” Ujar Rasia berbisik.


“Lepasin tangan gue!”


    Rania pun berjalan mundur dan bersender ke dinding.


“Kak David foto yuk kak!” Ajak Raisa.


***“Aku gak suka foto.”  ***     Ujar Kak David.


“Udah Ran sana foto...nanti aku fotoin.” Ujar Ekaau, menarik tangan Rania.


“Ih apaan si.” Ketus Rania.


“Kak David gini aja deh, kemarin kan, Kak David ultah yaa. Gimana kalau pajak ultah nya foto aja kak.” Ujar Rania, dengan sangat percaya dirinya.


“Ahhhh, aku gak suka fotooooo!”  Ujar Kak David dengan memegang wajahnya sambil


menggeleng-gelengkan kepala nya.


“Kak, ayok kak! Sekali ajaa.” Ucap Raisa.


**“Kenapa harus gua si? Kenapa gak yang lain aja?”  **    Tanya Kak David.


Dalam hati Rania...”Aduh nada ngomongnya udah beda nih, jangan-jangan dia marah.”


“Iyalah, kita minta foto sama Kak David doang, kita kan ngefans nya Cuma sama kak David


aja.” Ujar Rania dengan segala (kebohongannya).


“Iya bener tuh kak.” Ujar Raisa.


**“Yaudah kapan-kapan yaa.”   **   Ujar Kak David.


“Hah? Serius kak?” Tanya Rania terkejut.


“Iyaa, kapan-kapan aja ya.”


“Tapi...kapan-kapannya tuh kapan kak?” Tanya Raisa.


“Yahh kapan-kapan lah.”


“Kita udah kelas IX loh kak, udah mau lulus. Jangan lama-lama yaa.” Ujar Rania.


“Udah yaa, gua mau pulang yaa.”      Ujar Kak David.


“Kak David btw kemarin kak David kemana kak?” Tanya Raisa.


“Hah?”


“Iyaa-iyaa kak, maaf ganggu yaa kak, kita duluan.” Ujar Rania menarik tangan Raisa dan Ekaau.


“Dadah Kak David.” Ujar Raisa.


    Ketika keluar dari parkiran...


“Ehh, udah yaa duluan, udah dijemput nih.” Ujar Ekaau.


“Iyaa-iyaa hati-hati.” Ucap Rania dan Raisa.


     Raisa serta Rania langsung menuju ke kelas untuk mengambil tas nya. “Ran...lu ngerasa gak sih, tadi kak David kayak orang marah, soalnya gak biasanya kan dia pakai ‘LG’(Lu gua).”


“Gue kira, Cuma gue yang ngerasa.”


“Tadi pas si Ekaau ngomong...yang narik-narik tangan lu itu, nah disitu kak David kayak kesel gitu kan?” Ujar Raisa.


“Iyaa bener tuh. Udah disana dia gak ngomong sama kak David sama sekali kan!” Ketus Rania.


“Jadi nyesel gue bawa-bawa Ekaau! Besok-besok mah gak usah lah.”


“Tapi kayaknya gue lebih baik ngajak Ekaau dari pada harus kita berdua doang.”


“Kalau gue sih, mendingan ngajak Tuti...dia masih mau ngomong gitu, jangan-jangan tadi kak


David takut lagi ngeliat Ekaau haha.”


“Wahh, jangan-jangan iyaa hahaha.”


 Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak dan menuju pulang ke rumah.