
...Nara dan Arga sama-sama dejavu...
...🍁Happy reading all🍁...
Arleta menarik Nara menuju lift dan Nara hanya pasrah ditarik sama Arleta. Arleta meminta Nara menekan tombol lift lantai paling atas, lagi dan lagi Nara hanya menurutinya . Setelah beberapa lama hening akhirnya Arleta membuka suara.
"Kakak cantik sedang memata-matai siapa?" Tanya Arleta memecah keheningan.
"Mmmmm itu....." Arleta bingung apa yang harus dia katakan, ga mungkin kalo dia memang sedang memata-matai seseorang yang sedang bekerja sama dengan Star Group company, secara kan bagaimana pun juga nenek lampir (Laura) bukan orang perusahaan walau sedang bekerjasama tapi dia kan pihak luar.
"Katakan saja " Pinta Arleta.
"Sebenarnya kakak lagi memata-matai seorang artis yang sedang bekerjasama dengan perasaanmu" Jawab Nara.
"Seorang artis ? maksud kakak si nenek lampir ******?" Tanya Arleta tidak sudi menyebut namanya.
"Hahaha iya si nenek lampir " Tawa Arleta pecah mendengar ucapan Arleta.
"Kakak tau siapa nenek lampir ******?" Tanya Arleta bingung.
"Tau lah, si Laura kan? kakak juga panggil dia nenek lampir " Jawab Arleta malas menyebut namanya.
"Iya bener, tapi kenapa kakak ngasih nama kaya gitu?" Tanya Arleta lagi.
"Bukan kakak yang kasih nama iku,yang kasih nama anak kakak " Jawab Arleta seadanya.
"Kakak punya anak?"
"Iya, eh kamu tau gak dia agak mirip sama kamu loh mungkin kalian seumuran, kamu usianya berapa?"
"6 tahun"
" Wah kalian seumuran,tapi kalo diperhatikan lagi kamu seperti anak kakak tapi versi perempuan , apa cuma perasaan aku ya?" Ucap Nara memandang Arleta lalu langit-langit lift.
"Benarkah,aku ingin berkenalan dengannya sebenarnya aku tidak punya teman aku ingin punya teman kenalan aku ya kak" Pinta Arleta.
" Kapan-kapan akan kakak kenalkan kalo ga sibuk dan jika kamu diperbolehkan sama keluargamu" Ucap Nara sambil tersenyum.
" Pasti boleh kalo ga boleh aku akan memaksa " Tegas Arleta.
"Hahaha..." Nara hanya tertawa mendengar Jawaban Arleta. Lalu pintu lift terbuka , Arleta yang pertama keluar dan diikuti Nara.
"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Nara bingung saat mereka menaiki tangga.
"Atap" Jawab Arleta singkat.
Nara masih bingung saat sudah sampai di atap dalam pikirannya mau apa kita ke atap , kenapa kita disini, katanya mau membantuku ko malah ke atap, apa hubungannya pertanyaan dia waktu di lift dan dilantai bawah dengan atap? Seperti itulah pertanyaan-pertanyaan didalam pikiran Nara.
"Gimana kak pemandangan dari atas gedung Star Group?" Tanya Arleta semangat.
"Wah bagus ya dari sini keliatan hampir setengah kota, tapi kenapa kita disini katanya mau membantu kakak?" Ucap Nara takjub dan diakhiri dengan pertanyaan.
"Si nenek lampir ****** ada di ruangan ayah digedung yang lebih rendah lantai paling atas , nah itu dia ruangan ayah" Ucap Arleta sambil menunjuk gedung disampingnya.
(Jadi Star Group ada 2 gedung yaitu gedung yang lebih tinggi dan yang lebih rendah tapi kedua gedung itu saling berhubungan ,nah si Arga ada digedung yang lebih rendah dia dilantai paling atas. Nara sama Arleta ada digedung yang lebih tinggi mereka ada di atap gedung)
" Ahaha iya benar makasih ya sayang " Ucap Nara sambil memeluk Arleta gemas.
Mereka mengawasi ruangan Arga sampai ada momen yang menguntungkan untuk Nara yaitu si Laura terpeleset dan jatuh ketubuh Arga yang sedang menghadap Laura,tentu saja Nara ga menyia-nyiakan itu dia langsung memotret tanpa menyadari flash kamera menyala dan Arga sempat melihat sekilas.
'Hermes hari ini kau benar-benar berpihak padaku, aaaa terimakasih aku senang banget akhirnya dapat berita besar dan misinya selesai tinggal susun text,edit,lalu aku kasih ke pimpinan Redaksi terus kalau sudah setuju tinggal diterbitkan ,Aaaaa senangnya' benak Nara dalam hati dia sangat senang.
Berbeda dengan Arleta.
'huh si nenek lampir ****** itu dia bener-benar mau merayu ayah,huh gara-gara ******** itu aku tidak jadi bermain dengan ayah,awas aja kau tunggu ya' Arleta sangat marah kepada keduanya saking marahnya dia tidak sadar berjalan kedepan karena tidak fokus kejalan Arleta jatuh kebawah walaupun ada tembok pembatas.
Nara yang melihat Arleta akan jatuh refleks memegang tangan Arleta tapi terlambat dia malah ikutan jatuh untungnya dia masih berpegangan pasa tembok pembatas tadi.
"Sayang kamu naik duluan ya ayo kaka bantu" Ucap Nara saat dia merasa sudah tak sanggup menahannya.
"Tapi nanti kakak" Ucap Arleta takut.
"Jangan pikiran itu cepat naik ke tangan kakak lalu punggung " Bentak Nara tampa sadar.
Arleta mulai mengikuti arahan yang diberikan Nara ' tadi kakak bentak aku karena menyuruh cepat naik agar selamat, aku pasti akan membantu kakak saat sudah sampai atas' benak Arleta pasti sambil melanjutkan naik. Setelah sampai atas dia mengulurkan tangannya.
"Kakak pegang tanganku ayo aku bantu naik" Ucap Arleta mengulurkan tangan.
"Tidak sayang kamu tidak akan menahanku lebih baik kamu menjauh agar tidak jatuh" Ucap Nara berusaha tenang.
"Tidak kakak cepat pegang tanganku" Ucap Arleta lagi.
Nara memejamkan mata dia sudah tidak bisa berpegangan lagi ,lalu tangannya sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya akhirnya pegangannya lepas tapi ko dia tidak merasa sedang terjun kebawah .
"Kakak, kakak are you okey?" Tanya Arleta khawatir . Tidak ada respon dari Nara dia hanya menoleh ke Arleta tanpa ekspresi lalu Arleta memeluk Nara dan dibalas oleh Nara. Orang-orang yang ada diatap menatap tak percaya.
'Sejak kapan Arleta bisa dekat dengan orang selain keluarga nya biasanya dia akan sangat cuek dengan orang lain bahkan tanda-tanda akan berinteraksi tidak ada tapi kenapa dia dekat dengan perempuan itu, siapa dia?' Benak Arga, David Asistennya serta pengawal yang ikut ke atap berbarengan.
'Eh siapa cewek itu kenapa bocah tengik itu bisa dekat dengannya apa dia pengasuhnya' benak Laura heran.
Setelah berpelukan dia menjadi lebih tenang lalu melepas pelukannya dan berdiri dengan benar dia juga membersihkan bajunya yang kotor karena debu yang ada dilantai.
"Kak Are you okay? Is there something sick? there is also insured?" Tanya Arleta lagi dengan nada khawatir.
Nara memandang Arleta lalu mengelus rambut Arleta sambil senyum lalu berkata "i'm oke, no one is hurt, don't worry"
Dia masih belum melihat siapa saja yang ada disana dia hanya melihat Arleta dengan senyum seolah mengatakan 'tenang saja, jangan khawatir' Arleta yang mengerti senyuman Nara dia ikut tersenyum lega.
"Kau lupa mematikan flash kamera mu nona"
Lalu suara berat menyadarkan Nara bahwa dia tidak diatap berdua tapi masih ada orang.
Nara memandang orang yang telah bicara tadi tiba-tiba Nara merasa dejavu dia seperti familiar dengan sosok itu tapi dia sama sekali tidak mengingat apa- apa,dia terus berusaha memutar otaknya untuk mengingat siapa laki-laki itu . Arga merasakan perasaan yang sama dengan Nara tapi dia juga tidak bisa mengingat apa - apa, tapi dia sangat familiar dengan wanita itu dia merasa wanita itu seperti gadisnya si kelinci kecilnya . Arga rasanya senang,sedih,kesal,marah campur aduk jadi satu entahlah kenapa dia merasa begitu. Lamunan Arga buyar seketika saat Arleta lagi-lagi menanyai wanita itu.
"Kakak kenapa bengong , apa kau baik-baik saja kak?"
"Ah i-iiya baik-baik saja kok" Jawab Nara gugup.
Arga langsung memerintahkan David untuk membawa Arleta ketempat aman.
"David kau bawa Arleta ketempat aman" Pinta Arga .
"Baik tuan" Ucap David asisten+temannya. Lalu ia langsung menggendong Arleta tapi Arleta langsung memberontak .
"Apa ayah aku ga mau aku mau sama kakak, kakak uwaaaaaa....." Arleta memberontak dan menangis saat dia digendong dan dibawa pergi.
Sekarang di sana hanya ada Dia,Laura, Arga, dan beberapa Pengawal.
"Nona jika kau ingin menjadi mata-mata kau harus mematikan flash kamera " Ucap Arga sambil mengode kepada pengawalnya agar mengambil kamera milik Nara.
"Eh, kalian mau ngapain ini kameraku ,enak aja main ambil huh dasar ga sopan" Ucap Nara kesal masih berusaha menyembunyikan kameranya agar tidak diambil.
"Nona tenang saja kami hanya akan memeriksa tidak akan mengambil" Ucap salah satu pengawal.
"Ini kamera pribadiku kalian mau ngapain jangan mengusik pribadiku ya"
"Yak tinggal kasih apa susahnya, jangan-jangan didalamnya ada gambar yang ga pantes ya, dasar ******" Ucap Laura.
"Heh aku bukan ****** enak aja main ngata-ngatain,bukannya kamu ya yang ******,liat aja pakaianmu ga pantes banget ga sopan banget, terus tuh muka dah kaya mbak kunti, cih bedaknya kurang tebal, terus lagi kamu pakai parfum apa ko lebih wangi Kandang ayam dari pada parfum mu" Ucap Nara santai.
Laura seperti mendapat tembakan dengan kata-kata Nara. Pengawal yang ada di sana hanya menahan tawa mendengar perkataan Nara. Sementara Arga dia tadinya marah karena Laura menyebut wanita itu ****** entah kenapa dia bisa marah, setelah mendengar ucapan wanita itu dia ikut menahan tawa.
Tanpa Nara sadari kamera sudah tidak ada ditangannya tapi kameranya sudah ditangan pengawal Arga dan sedang diperiksa.
"Yak kalian ga sopan balikin sini" Bentak Nara kesal.
"Terimakasih kerja samanya Nona" Ucap pengawal yang tadi mengambil kamera Nara lalu mengembalikannya pada Nara.
Nara menerimanya dengan kasar lalu mengecek isinya lalu emosinya memuncak dia menatap tajam satu- satu orang yang ada di sana termasuk Arga mereka yang ditatap merasa takut tapi tidak dengan Arga dia hanya menampilkan ekspresi datar.
"K-kau,kau....." Nara menunjuk Arga dengan amarah. Arga hanya mengangkat satu alisnya seperti menjawab 'apa'.
" Kau brengsek, ********, your Jerk!!" Bentak Nara .
" Lalu " Ucap Arga santai seolah perkataan Nara bukan apa-apa.
"Kau apa kau tau foto tadi sangat penting untukku, apa kau tau betapa capeknya aku menunggu Panas-panasan untuk mendapat foto tadi, kau kau pria terberengsek kedua yang pernah kutemui"
" Emang siapa yang pertama?"
"Ada seorang laki-laki yang sangat berengsek melebihi kau sialan dia si pria 7 tahun lalu mungkin" Ucap Nara mengingat.
"Wah sudah lama sekali dan kau masih mengingat pasti aku akan selalu kau ingat aku kan yang kedua" Ucap Arga sangat santai.
"Oh tidak sekarang kau yang terberengsek kau be.. Tunggu kenapa " Ucap Nara bingung.
"Aish kau sialan your Jerk" Ucap Nara tepat didepan muka Arga lalu pergi dari sana dengan kesal.
' hmm menarik dia yang kedua,You're like my little rabbit ' ucap Arga dalam hati, lalu dia ikut pergi dari sana dan diikuti Laura dan pengawalnya.
**********************************************
aaaa kalian😁