
"K-kak" Ucap Arleta gugup.
" Kita beneran saudara kembar?" Tanya Arleta tak percaya dia sudah hampir menangis.
Dirga mengguk sebagai jawaban dia terlalu terkejut untuk mengucapkan kata-kata. Dirga yang melihat mata Arleta berkaca-kaca langsung menarik Arleta kedekapannya , seketika tangis Arleta pecah dipelukan Dirga.
Dirga mengusap punggung Arleta agar lebih tenang dirinya juga menangis tapi tidak sehisteris Arleta hanya beberapa air mata yang jatuh.
"Sssttt... don't cry" Ucap Dirga menenangkan Arleta.
"Kakak...hiks" Arleta masih menangis.
"Sudah jangan menangis lagi, minum dulu biar tenang" Ucap Dirga sambil menyodorkan minum dan langsung diterima Arleta.
"Jauh lebih baik?" Tanya Dirga setelah Arleta mengatur nafas agar lebih baik.
" Hm" Arleta mengangguk.
Setelah itu hening tidak ada yang mulai pembicaraan mereka sibuk memikirkan apakah harus memberitahu orang tuanya atau nanti nunggu waktu yang tepat.
"Kak apa kita harus memberitahu ayah dan ibu" Ucap Arleta
Dirga hanya diam memikirkan apa dia harus memberitahu atau tidak .
Dia bingung jika dia memberitahu ibunya pasti akan terkejut sedangkan ibunya sedang ada masalah dengan perusahaan Star Group. Jika memberitahu Ayah Arleta apakah dia akan menerimaku atau menolaku.
"Untuk sementara aku tidak akan memberitahu ibuku " Ucap Dirga.
"Terus aku gimana?" Tanya Arleta.
" What do you know?"
"?"
"Ibuku sedang ada masalah dengan perusahaan ayahmu"
"Benarkah? Apa iya? Aku kok baru tahu?"
"Bukankah kau pernah bertemu ibuku di perusahaanmu "
"Hah? Kakak cantik ? bertemu? perusahaan ayah?"
"Kau tidak ingat?" Arleta diam mengingat kapan bertemu dengan kakak cantik. 5 detik kemudian dia tiba tiba teringat sesuatu.
"Ah, iya aku ingat , why "
"Sebenarnya ibuku sedang mencari informasi dengan seorang artis dari Suny Entertaintment"
"Siapa"
"Laura Putri Alberta"
"Aaaaa..... Si nenek lampir "
"Oh , jadi waktu pertama kali aku bertemu kakak dia sedang
menguntit " Lanjut Arleta.
"Bisa dibilang "
" Apakah kau perlu bantuanku "
" No thanks, aku tidak mau kau jadi pengkhianat ayahmu "
"Tapi aku ingin membantu kakak"
"Aku tidak mau "
" Bagaimana kalau aku memberitahu yang sebenarnya ke ayah,agar ayah membantu kita?"
"Tidak mungkin"
"Apanya yang tidak mungkin "
"Informasi yang ibu cari ada kaitannya dengan perusahaanmu, so ayah tidak akan merugikan dri sendiri untuk orang lain"
" Hey!hey!hey! Kau bukan orang lain, kau anak ayah "
"Apa ayah akan menerimaku?"
"Of course, kami sudah mencari kalian selama tujuh tahun,so pasti ayah akan menerimamu"
"Benarkah? Baiklah,terserah kau saja"
"Baiklah, sekarang jam berapa?"
"Entah,tapi sekarang sudah sore,apa kau tidak akan pulang?"
"Aku akan pulang,aku akan menghubungi pak Joko"
*
*
*
Alvin Jhon
Manager seorang artis yang sedang naik daun. Dia juga tangan kanannya, artis itu, seorang yang berhasil memenangkan kontrak dengan Star Group Compeny , siapa lagi kalo bukan Laura Putri Alberta.Ya,dia adalah managernya Laura.
"Hallo "
" Hallo,siapa ini?" Jawab orang sebrang sana.
"Saya manager Laura dari Suny Entertaintment, Apa benar ini dengan Nara Winata?" tanya Alvin.
" Ya benar,saya sendiri,ada apa ya?"
"Kemarin kamu meminta wawancara dengan kami"
"Ya benar"
"Kami menerima wawancara denganmu"
"Benarkah, baik saya akan mengatur jadwal denganmu"
"Hm"
"Kapan jadwal nona Laura kosong?"
"Besok siang aku mengosongkan jadwalnya"
"Bolehkah aku menggunakannya?"
"Tentu saja boleh "
"Baik besok siang jam 13:30 di Gariana cafe"
"Baik saya akan konfirmasi dengan Laura "
*
*
*
Panggilan dimatikan, Nara tersenyum semirik menghiasi bibirnya.
'Akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas dengan cepat ternyata tidak sesusah yang aku bayangkan' batin Nara dengan tersenyum meremehkan.
Dirga,Ika,dan Bora datang menghampiri Nara mereka melihat Nara tersenyum mengerikan.Mereka saling pandang,heran apa yang sedang dipikirkan Nara hingga dia tersenyum mengerikan.
"What do you think?to make a smile like that" Tanya Ika.
"Akhirnya Laura menerima wawancara kita "
" Really!!!"Ucap Bora, Ika dan Dirga serempak.
"Hm, barusan managernya menghubungiku " Ucap Nara.
"Bora kau siapkan wawancara nya!"
"Besok siang 13:30 di Gariana cafe"
"Baiklah " Ucap Bora
"Apa kau sudah menyusun artikel dari penyelidikan kita kemarin " Ucap Ika.
" Sudah sebentar lagi selesai kok" Ucap Nara
"Bu apa butuh bantuan ku?" Tanya Dirga
"Tidak,kau fokus pada sekolah mu sa-...bisakah kau tetap melanjutkan informasi tentang Rara"
"Baiklah bu,besok setelah pulang sekolah aku akan melanjutkan mencari informasi tentang dia" Ucap Dirga
"Saat ini informasi apa uang kamu dapat " Ucap Bora.
"Dari informasi yang aku dapat belum dipastikan dia pelaku utama dari kejadian tujuh tahun lalu,tapi dari kejadian tujuh tahun lalu dia mendapat keuntungan yang besar sudah pasti dia dan ibunya terlibat kejadian itu"Ucap Dirga.
" Jadi benar dugaan kita" Ucap Ika
"Hm" Dirga hanya berdehem
"Nice,lanjutkan pencarian mu" Ucap Nara.
"Bu bolehkah aku meminta bantuan temanku?" Tanya Dirga
"Apa!! No" Ucap Nara kaget
"Tenang saja bu,dia mempunyai tujuan yang sama dengan kita,jadi apa salahnya kita bekerja sama dengannya" Ucap Dirga santai
"Siapa?" Tanya Nara
"Cucu tunggal dari keluarga Adiwijaya" Ucap Dirga
"Apa!!" Ucap Nara,Bora,Ika serempak karena terkejut.
"Sejak kapan kau berteman dengan Arleta" Tanya Bora
"Kita satu sekolah,satu kelas,bahkan satu meja" Ucap Dirga
"Kau menceritakan urusan kita kepadanya?" Tanya Ika
"What are you doing? jangan bermain-main dengan keluarga Adiwijaya" Ucap Nara.
"Bukankah kau juga bermain main dengan keluarga Adiwijaya?" Tanya Ika mengejek.
"Anak sama Ibu sama aja"Ucap Bora.
"Shut up" Ucap Nara dan Dirga serempak menatap tajam Ika dan Bora hingga membuat mereka takut.
"Oh santai saja,berhenti menatapku seperti itu " Ucap Bora
"Benar,tatapan kalian seperti ini nggak membunuhku " Ucap Ika.Dirga dan Nara hanya diam tidak menanggapi ucapan Ika dan Bora.
"Aku tidak bermain main dengan,dia yang mendekatiku" Ucap Dirga
"Nggak papa kan bu,lagian juga kan kita mempunyai tujuan yang sama denganya" Lanjut Dirga
"Emang dianya mau" Tanya Nara
"Tentu saja" Ucap Dirga.
"Kata siapa " Ucap Nara
"Dia yang mengajakku terlebih dahulu" Ucap Dirga
"Benarkah" Ucap Nara
"Hm,tentu saja dia akan menerima kerja sama dengan senang hati " Ucap Dirga
"Emang dibolehin sama ayahnya" Ucap Nara
"Kalau itu biar dia sendiri yang urus" Ucap Dirga
"Kau yakin?" Tanya Nara
"Of course" Ucap Dirga
"Apa yang kau lakukan jika ayahnya tau?" Tanya Nara
"Dia anak yang cerdas pasti dia akan menemukan cara agar ayahnya tidak tau" Ucap Dirga
"Oh ya benar juga,waktu bersama ku dia juga terlihat seperti anak yang cerdas dari cara berfikir nya " Ucap Nara
" Jadi bagaimana bu? Apa kau mengizinkan aku bekerja sama dengan Arleta bu?"Tanya Dirga
"Baiklah ibu mengizinkan mu tapi ibu tidak akan menanggung konsekuensi nya ya"Ucap Nara
" Tenang saja bu"Ucap Dirga
*
*
*
Di Villa utama keluarga Adiwijaya,Arga dan Arleta sedang duduk dikamar Arleta .
"Ayah masih mencari ibu?" Tanya Arleta
"Tentu saja sayang,apa kau mendapat informasi?"Tanya Arga
" Apa yang ayah lakukan jika ibu sudah ketemu dan ternyata aku punya saudara kembar?"Tanya Arleta
"Tentu saja ayah akan senang,Apa kau mendapat informasi" JawabArga
"Jika ibu sudah ketemu dan dia mempunyai masalah apa ayah bersedia membantu nya?" Tanya Arleta lagi
"Tentu saja,apa kau mendapat informasi?" Ucap Arga
"Apa ayah-" Ucapan Arleta terpotong
"Sebenernya kau mempunyai informasi dan kau ragu mengatakan nya?" Tebak Arga
"Hehe..iya ,ayah selalu tau apa yang aku pikirkan" Ucap Arleta
"Jadi informasi apa yang kau dapat?" Tanya Arga
"Ayah tau kakak cantik ?" Tanya Arleta
"Hah!! Kakak cantik? Oh Nara Winata, kenapa? ,ada apa dengan dia? " Tanya Arga
"She is my mother" Ucap Arleta santai
Arga diam ,dia mencoba mencerna ucapan Arleta. Informasi ini terlalu mengejutkan untuknya. Apakah dia salah denger? Apa telinganya bermasalah.
"Kakak cantik adalah ibuku "benar dia tidak salah denger .
" Dari mana kau tau?"
"Kemari saya dan kak Dirga pergi ke rumah sakit untuk mengetes DNA aku dan ibu,saat melihat hasilnya 100% hubungan ibu dan anak" Ucap Arleta sambil mengambil kertas hasil tes DNA lalu menyodorkan nya kepada Arga.Arga membaca kertas itu dengan tangan yang gemetar,lalu Arga mendongak melihat Arleta,dan Arleta hanya tersenyum.
"Anak yang bernama Dirga bukankah dia anak Nara"
*********************************************
Maaf aku ga up