THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
AYO KITA SELIDIKI



...Maaf aku hiatus ...


...Sebenarnya aku kalau mau up harus mendadak ketik jadi jaringan up...


...Selain itu aku banyak kegiatan sekolah....


...Jadi aku hanya akan up kalo aku rajin...


...Tapi liburan besok akhir semester 2 ...


...InsyaAllah aku bakal rajin up...


...Sekaian Terima kasih...


...Jangan lupa vote and coment...


...Selamat membaca...


...Happy Reading All...


...*...


...*...


...*...


"Aku juga ada insiden 7 tahun yang lalu di New York, apa ini kebetulan atau emang dia ibu dari Arleta?" Arga masih tidak percaya bahwa Nara adalah ibu dari Arleta.


"Aku harus mencari tahu lagi" Ucap Arga.


"Kalo dipikir-pikir dia dan Arletaa agak mirip dari segi fisik maupun tingkah laku" Arga bergumam.


"Apa sebaiknya aku turun Kelapangan?"


"Tapi pekerjaanku?" Arga membuang nafas kasar.


"Sebaiknya aku menuntaskan satu persatu. Oke kita mulai dari mana?"


Lalu dia menghubungi David untuk masuk keruangannya.


Tak lama kemudian pintu diketuk karena Arga sudah tau siapa yang mengetuk jadi dia membiarkan orang itu masuk sendiri, lagian juga sudah biasa seperti itu siapa lagi kalo bukan David asistennya.


"Ada apa  memanggilku bos?" Tanya David sedikit formal .


"Berbicara santai" Ucap Arga.


" Hm baiklah jadi ada apa kenapa kau memanggilku. Perlu bantuan apa?" Tanya David langsung mengubah bahasa menjadi tidak formal.


"Lebih baik kita didalam saja" Arga mengajak David ke ruang rahasia dibalik rak buku. Arga masih punya ruangan lain tapi rahasia , karena yang satu sudah digunakan Arletaa untuk bermain maka Arga membuat ruangan lain dibalik rak buku yang besar diruangannya.


"Apa?" Tanya David setelah mereka duduk.


"Insiden 7 tahun lalu" Ucap Arga. Dirga langsung mengerti arah pembicaraan mereka.


"Kau sudah membaca laporan DNA yang lusa kemarin aku menyuruhmu " David mengangguk.


"Sebenarnya aku terkejut kalo Anak wanita itu adalah anakmu juga, tapi aku bersikap biasa saja seolah gak tau apa-apa . Jika aku bilang aku sudah pastikan kau akan menurunkan gajiku" Jawab David.


"Kau tau diri juga. Tadinya aku juga mau marah tapi karena kali ini penting kau mengetahuinya jada aku abaikan" Ucap Arga sedikit kesal menanggapi ucapan David yang membuatnya marah.


"Jadi?" Tanya David.


"Kalo tesnya aku percaya karena kau sudah memberiku beberapa lembar hasil tes,tapi yang membuatku mengganjal disini. Aku masih gak percaya dia adalah ibu dari anakku dia terlihat seperti wanita baik-baik" Ucap Arga.


"Maksudmu?"


"Dia terlihat menghindari laki-laki seperti dia tidak mau disentuh laki-laki sepertinya dia bukan wanita nakal ataupun wanita jalang" Ucap Arga.


"Tapi dia singel mom . Pastinya dia pernah melakukan dengan pria bejat" Pendapat David.


"Kau menyebutku pria bejat?" Tanya Arga tajam.


"Eh...eh bukan itu maksudku"


"Lalu?" Tanya Arga.


"Diakan sudah punya anak pasti dia sudah melakukannya dengan seorang pria dan pria itu kamu " Jawab David takut.


"Ah sudahlah" Arga mengabaikannya karena masih ada yang lebih penting dari itu.


"Aku merasa ada yang tidak beres" Ucap Arga back to topik.


"Tidak beres gimana?"


"Aku merasa dia dijebak"


"?"


"Kamu ingat  sayembara yang diadakan keluargaku? "


"Ingat.siapa yang bisa memberi keluarga ADIWIJAYA  keturunan


-jika anaknya perempuan maka  dia akan mendapat uang 1,5 miliyar


-jika anaknya laki-laki maka akn mendapat uang 1 miliyar


-dan akan dituruti maunya kecuali minta warisan .Dengan catatan harus mengalir darah keluarga Adiwijaya bukan keluarga lain dalam arti lain keturunan asli dari Arga Adiwijaya. Itu kan" Jawab David.


"Hmm sebenarnya sayembara itu harus ada konfirmasi dari kedua belah pihak tapi anehnya g ada yang memberitahuku" Ucap Arga.


" Sekarang aku yakin seratus persen Nara Winata adalah ibu Arletaa"


"Beberapa menit yang lalu kamu bilang 'Aku masih gak percaya dia adalah ibu dari anakku dia terlihat seperti wanita baik-baik' tapi sekarang kamu malah bilang yakin " David mendengus kesal.


"Kapan aku mengatakannya?" Tanya Arga tanpa dosa.


'Ah sial kenapa tadi tidak direkam, sekarang diaman ponselnya, astaga aku meninggalkannya di meja Arga. Shit kenapa saat dibutuhkan malah g ada. Besok-besok aku harus ada persiapan ,jika gini aku akan mati karena kesal dengan bosku, untung bos' batin David kesal.


"Jika begini untuk apa kau membahas insiden 7 tahun lalu" Lanjut David.


"Sekarang aku tanya kanapa kau seyakin itu?" Tanya David .


"Kau ingat surat yang pernah kutunjukkan padamu setelah kejadian itu?"


"Mmmm surat yang mana aku banyak menerima surat mana ingat"


"Huh" Ucap Arga kesal lalu mencari sesuatu di sebuah kotak yang dikunci menggunakan sidik jari.


"Ini bacalah lagi" Ucap Arga sambil memberikan sebuah surat yang ditulis tangan.


Dear laki-laki berengsek bajingan keparat sialan tak tahu malu:


Dasar bajingan kau sudah mengmbil keperawananku aku bukan jalangmu aku bukan seperti wanita diluar sana aku tidak menginginkan uangmu maaf aku bukan pemuas nafsu


Dasar cowok bajingan


Dari gadis yang sudah hilang keperawanannya karena dirimu


(Nr_Wnt) ingat jangan mencariku.


David tertawa membaca surat itu.


"Hahahaha kamu dikasih uang olehnya hahaha ini lucu sekali. Biasanya laki-laki yang akan memberikan uang nah ini perempuannya" David tertawa keras setelah membaca surat itu.


Arga menatap tajam David lalu melemparkan bolpoin yang memang ada didepannya kearah David.


"Aduh sakit bos" Ucap David sambil mengusap kepala yang terkena lemparan bolpoin .


"Makanya diam" Ucap Arga dingin dengan tatapan tajam menusuk.


"B-baik" Ucap David takut. Sungguhlah tatapan itu membuat nyalinya menciut.


"Jadi ada apa dengan surat ini" Ucap David setelah mencoba tenang mengabaikan tatapan itu.


"Diakhir surat tertulis Nr_Wnt aku mendunga artinya Nara Winata. Karena itu sekarang aku percaya kalo dia ibu dari anakku walaupun Arletaa sudah memberitahu aku hanya memastikan" Jawab Arga.


"Aku paham. Jadi sekarang apa yang ingin kamu lakukan setelah mengetahui semuanya?" Tanya David.


"Belum semua , aku meras bahkan belum sebagian"


" Aku mau kita menyelidiki kasus ini sampai akarnya " Ucap Arga bertekat.


"Baik aku akan membantumu, jadi kita mulai dari mana?"


"Anak-anak" Ucap Arga dengan pandangan kosong.


*


*


*


Dirga dan Arletaa sedang berada di ruang keluarga rumah Dirga, mereka telah selesai menyimak dan mancatat hal penting dari wawancara Laura dengan ibunya.


"Kakak setelah ini apa yang kita lakukan" Tanya Arletaa sambil menonton TV ditemani beberapa camilan sedangkan Dirga sibuk dengan handphonenya entahlah apa yang dia lakukan authorpun gak tau.


"Kita berdiskusi dulu dengan mereka " Jawab Dirga mengalihkan pandangan dari handphone ke Arletaa lalu mengambil makanan yang berada dipangkuan Arletaa.


"Hei itu punyaku" Ucap Arletaa sebal.


"Apa tidak boleh?" Tanya Dirga seolah tidak tahu letak kesalahannya.


"Ya jelas tidak. Itukan punyaku kakak nggak boleh ngambil punyaku ambil sendiri kan masih banyak di dapur" Ucap Arletaa mengerucutkan bibirnya sebal.


"Males kesana " Ucap Dirga masih mengambil makanan Arletaa dengan santainya.


"Aish kakak ambil sendiri" Ucap Arletaa sambil memukul tangan Dirga keras jangan luapkan bibirnya yang sudah maju hingga bisa dikuncir.


Dirga bukannya mengaduh kesakitan malah tertawa menggemaskan melihat Arletaa. Sungguh rasanya Dirga ingin memeluk adiknya karena menggemaskan . Sedangkan Arletaa dia menganga mendengar Dirga tertawa , dia bingung anatara kesal dan tidak percaya. Kakanya yang dikenalnya sangat dingin seperti ayahnya bahkan Arletaa sampai mengira Dirga tidak ada ekpresi sama sekali ,sekarang dia bisa tertawa ck ck ck Arletaa kagum sungguh Arletaa sangat kagum.


"Imut seperti Ibu" Ucap Dirga sambil mencubit pipi Arletaa.


"Aish sakit kak" Ucap Arletaa sedikit malu bahkan rasa sakit tidak bisa dia rasakan karena tertutup dengan rasa malu sungguh dia malu dibilang imut sama kakaknya ada sensasi tersendiri apalagi tadi dia bilang mirip ibu membuat Arletaa malu sekaligus senang.


" Kamu bener-bener mirip ibu " Ucap Dirga.


"Dan kakak mirip ayah persis bagiku 11 12 dengan ayah" Ucap Arletaa menanggapi.


Lalu ponsel Arletaa berdering diatas meja tanda ada panggilan masuk.


"Halo ayah ada apa?" Sapa Arleta.


"Kamu masih dirumah Dirga?" Tanya Arga.


"Iya kenapa?"


"Bilang ke kakakmu kita akan bertemu bertiga "


"Bertiga siapa saja?"


"Ayah , kamu dan kakakmu"


"Sebentar aku tanya kakak dulu" Ucap Arletaa lalu menghampiri Dirga yang memang sedang berada didapur sejak Arletaa mengangkat telfon.


"Kakak ayah mengajak kita bertemu kakak bisa?" Tanya Arletaa .


"Kita siapa?" Tanya Dirga balik.


"Ayah,aku dan kakak"


"Kapan?"


"Mmm kakak bisanya kapan?"


"Entah"


"Bagaimana kalau hari ini?"


"Jangan"


"Kenapa?"


"Ini sudah sore, sebentar lagi ibu pulang, ibu tidak akan mengijinkanku keluar "


"Hmmm terus kapan?"


"Terserah"


"Tapi kakak maukan?"


"Hm"


"Baiklah bagaimana kalau besok setelah pulang sekolah "


" Aku ngikut"


"Baik kalau begitu besok"


Ucap Arletaa lalu kembali keruan keluarga.


************************************************


Maaf banget sekali lagi aku minta maaf


Jangan lupa vote and coment 😌💜💜💜💜