THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
FIRST DAY OF SCHOOL



..."Oh kau berharap aku tidak sekolah disini"...


..."Hahaha sayang sekali harapanmu harus pupus, aku sekolah Disini"...


...~ARLETA ADIWIJAYA~...


...Please vote and coment...


...😊happy reading😊...


Hari senin pagi yang cerah hari ini pertama sekolah Dirga dan Arleta. Apakah mereka akan satu sekolah atau bahkan satu kelas? . Dirga sangat berharap berbeda sekolah dengan Arleta . Dirga menduga Arleta akan bersekolah diantara SD Galaxy Sky dan SD Antariksa. Tapi feelingnya mengatakan Arleta akan bersekolah di SD Galaxy Sky karena itu sekolah terbaik ,termahal,terkeren dan bergengsi karena disana hanya ada orang-orang kaya. SD Antariksa bisa juga karenaĀ  sekolah itu adalah sekolah terbaik ke-2 soal mahal mah ga terlalu masih ada yang lebih mahal dari Antariksa.


Dirga sendiri bersekolah di SD Antariksa karena Nara juga bersekolah disana. Dirga hanya mengiyakan saja dia gak peduli tentang akreditasinya yang terpenting dia belajar . Kali ini Dirga sangat yakin Arleta bersekolah di SD Galaxy Sky .


Hari pertama sekolah Nara mengantar Dirga sampai sekolah ,untuk hari pertama sekolah Nara tidak mengizinkan Dirga naik bus sekolah karena Nara ingin mendapat pengalaman , dia ingin merasakan saat orang tua yang mengantarkan anaknya dihari pertama sekolah.


"Sayang kamu jangan nanti jangan nakal ya, bertemanlah dengan yang lain, dengarkan bu guru jangan membantah, jangan jajan sembarangan ibu sudah menyiapkan bekal ditasmuĀ  bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla........."


Dari turun di halte dideket rumahnya sampai didepan sekolah Nara terus mengucapkan kata yang sama bahkan Dirga sampai hafal ucapan perhatian, oh tidak menurut Dirga ini seperti omelan karena nada suara Nara seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya karena nilai jelek.


"Dirga kamu mendengarkan gak ucapan ibu?" Jika Dirga diam Nara akan menjawab seperti itu.


"Iya aku mendengarkan ibu kok" Dan akan dijawab dengan senang hati oleh mulut Dirga berbeda dengan pikiran Dirga yang sudah kesal tapi biarpun begitu Dirga tidak boleh memarahi ibunya.


"Baguslah, awas kalo gak mendengarkan. Coba tadi ibu bilang apa" Dan akan ditanya lagi seperti itu dan dengan senang hati Dirga akan mengcopy paste ucapan Nara, dan seterusnya begitu sampai tiba di sekolah.


"Ingatkan yang ibu bilang tadi" Ucap Nara didepan gerbang sekolah.


"Hm" Dirga hanya berdehem karena jengah.


"Nanti ibu akan menjemputmu jangan pulang duluan , mengerti?" Ucap Nara.


"Iya bu,nanti aku tunggu disini kalo ibu belum jemput" Ucap Dirga.


"Baiklah ibu cium dulu" Lalu Dirga mencium pipi kanan Nara.


"Sudah sana masuk" Dirga hanya mengangguk.


"Bu tolong jaga anak saya ya" Ucap Nara kepada guru yang akan memandu Dirga ke kelas.


"Tentu saja ayo nakal" Ucap guru .


"Fighting" Ucap Nara sambil mengepalkan tangan ke udara memberi semangat.


"Hm, ibu juga Fighting" Ucap Dirga melakukan hal sama.


"Dah" Lalu Dirga masuk ke sekolah bersama Guru itu.


Nara memperhatikan sampai Dirga tidakĀ  terlihat oleh pandangannya. Lalu dia pergi berangkat bekerja.


*


*


*


Arleta sangat berharap satu sekolah dengan Dirga dia juga berharap akan satu kelas dengan Dirga . Awalnya Arleta memilih SD Galaxy Sky sekolah pilihan Arga tapi Arleta berfikir Dirga ga mungkin sekolah di sana sehingga dia meminta ayahnya agar ia disekolahkan di SD Antariksa Arga awalnya bingung tapi dia tetap menuruti Arleta.Kenapa Arleta tidak mememilih SD yang setara dengan Galaxy Sky? Entahlah Arleta merasa dirinya harus bersekolah di SD Antariksa jika ingin satu sekolah dengan Dirga. Dia merasa di sana akan bertemu Dirga.


Hari pertama sekolah Arleta diantar Arga, bukan kemauan Arleta ataupun Arga melainkan kemauan orang tua Arga, sehingga mau tidak mau Arga dan Arleta harus menurutinya. Arleta sebenernya tidak masalah di hari pertama sekolah tidak diantar Arga dia bisa berangkat sama supir keluarga atau naik bus tapi jika diantar Arga juga tidak masalah asalkan Arga tidak keberatan.


Sama dengan Arleta sebenarnya dia juga tidak keberatan mengantar Arleta dihari pertama sekolah dia malah senang mempunyai momen dengan Arleta dihari pertama sekolah yang dia ragukan adalah Arleta tidak mau atau keberatan dengan Arga mengantarkannya ,dia khawatir Arleta masih marah karena kejadian beberapa hari yang lalu.


"Sayang nanti dengarkan apa kata guru, jangan nakal sama temen ,jangan hanya diam saja cobalah bergaul dengan mereka " Ucap Arga sambil menyetir.


"Hm nanti aku akan coba bergaul dan mendengarkan apa kata guru" Ucap Arleta.


"Dan satu lagi jangan jajan sembarangan paham"


"Paham"


"Nah sudah sampai, ayah perlu turun apa tidak?" Tanya Arga saat sampai di sekolah.


"Tidak perlu, ayah didalam saja, aku akan langsung masuk ke kelas"


" Kau tau kelasnya "


"Ga tapi liat ada guru yang memandu ke kelas" Ucap Arleta sambil menunjuk guru yang sedang mengantar seorang anak ke kelasnya.


Arga menengok mengikuti arah yang ditunjuk Arleta.


"Baiklah , kalo begitu sana masuk sebelum bel" Ucap Arga.


"Hm" Ucap Arleta sambil mencopot sabuk pengaman.


"Aku masuk dulu ayah dadah"


"Hm Fighting sayang" Arleta hanya tersenyum dan mengangguk lalu dia masuk bersama seorang guru pemandu.


*


*


*


Flashback on


Saat Arleta menunjuk dari dalam mobil dia melihat seseorang yang tak asing, dan saat turun dari mobil dia agak terkejut karena feelingnya benar. Dia melihat Nara dan Dirga, oh tentu saja Arleta senang bukan main dia satu sekolah dengan Dirga berarti feelingnya benar dan kini dia hanya bisa berharap akan satu kelas denganĀ  Dirga.


Arleta semakin senang saat guru pemandunya mengantarkan ia ke kelas yang sama dengan Dirga. Setelah guru itu pergi Arleta masuk ke kelas dan melihat kesekeliling ternyata belum banyak yang datang dia heran saat masuk banyak pasang mata yang melihatnya tapi dia langsung abaikan karena dia harus mencari seseorang. Dia melihat kesekeliling lalu pandangannya jatuh kemeja belakang pojok kiri tanpa ba bi bu lalu dia langsung berjalan kemeja itu dan duduk disna.


Flashback off


"Hai kita bertemu lagi" Ucap Arleta tersenyum tanpa dosa dan mengangkat tangan setinggi wajah.


"K-kamu k-kenapa kamu disini dan kenapa kamu duduk disini" Ucap Dirga terbata karena terkejut.


"Aku sekolah disini dan aku hanya ingin duduk denganmu" Ucap Arleta masih menampakkan ekspresi wajah yang sama.


"Bukannya kamu di Galaxy sky?" Tanya Dirga.


"Tidak , aku sekolah disini"


"..." Dirga diam.


"Oh kau berharap aku tidak sekolah disini" Ucap Arleta saat melihat Dirga hanya diam.


"Hahaha sayang sekali harapanmu harus pupus, aku sekolah Disini" Tawa Arleta. Dirga hanya memutar bola matanya.


"Terserah apa yang kau pikirkan yang penting kamu jangan duduk disini" Usir Dirga.


"Tidak aku ingin duduk dengan kakak" Tolak Arleta mentah - mentah .


"Kan masih banyak kursi yang kosong, lihat mereka sepertinya ingin duduk denganmu" Ucap Dirga datar.


"Tidak mau aku maunya duduk sama kakak TITIK" Ucap Arleta dengan penekanan.


"Kenapa kau tidak mau pindah?" Tanya Dirga datar.


"Aku sudah bilang aku hanya ingin sama kakak agar aku bisa bicara sepuasnya dengan kakak" Ucap Arleta.


" kau memanggilku kakak" Ucap Dirga entah pertanyaan atau pernyataan.


"Emang kenapa tidak boleh aku kan sudah bilang aku ingin sama kakak.


Dirga mengehela nafas, dia tau tujuan Arleta.


" Ternyata kau tidak mau menyerah " Ucap Dirga.Ā  Arleta bingung dia mengernyitkan dahi.


"Huh! Kau masih berusaha membujukku untuk kerjasama denganmu" Ucap Dirga saat melihat Arleta bingung.


"Hehehe ,You're always my goal , so bagaimana mau tidak" Ucap Arleta.


"T I D A K" Ucap Dirga tegas.


"Lah ayolah kak" Bujuk Arleta. Dirga hanya diam saat Arleta terus membujuknya hingga ia terselamatkan karena belum berbunyi semua siswa keluar untuk upacara.


*


*


*


Selesai upacara semua murid masuk ke kelasnya masing-masing. Begitu juga dengan Dirga dan Arleta mereka masuk ke kelasnya.


"Kakak ayolah please ya ya ya" Mohon Arleta.


"Tidak" Ucap Dirga dingin.


"Ayolah siapa tau akan saling menguntungkan" Bujuk Arleta.


"Kenapa kau sangat ingin aku melakukannya?" Tanya Dirga datar.


"Karena--" Sebelum Arleta melanjutkan ucapannya tiba-tiba guru yang akan menjadi wali kelasnya masuk.


"Selamat pagi anak-anak"


"Pagi bu" Jawab serentak.


"Bagaimana, apa kalian suka sekolahnya, apa kalian nyaman?"


"Iya bu guru" Ucap semua kecuali Dirga dan Arleta.


"Bagus kalo begitu, oh iya ibu belum perkenalan ya?"


"Baiklah ibu akan memperkenalkanĀ  diri dulu. Nama ibu Eny Maharani panggil aja ibu Eny" Ucap bu Eny.


"Baik bu Eny" Semua menjawab kecuali Dirga dan Arleta.


"Untuk jam ini kita gunakan untuk perkenalan ya silakan siapa yang akan maju duluan" Lalu satu kelas pada berebut giliran, lagi dan lagi Dirga dan Arleta tidak antusias.


**********************************************


Best Moment bagi sebagian anak


Maybe