
...I really hope you like my ...
...I hope you don't get bored...
...And happy new year 2021...
...I hope this year can be better than the previous year...
...I hope you are happy, we are happy and I am happy too...
...HAPPY READING ALL...
...🎆🥳🎉🎊😘😇🥳🎉🎊😘🎆...
...*...
...*...
...*...
"Maukah kalian bekerjasama denganku?" Tanya Laura.
Nara dan Bora yang mendengar itu mengernyitkan dahi. Kenapa seorang artis yang sedang naik daun mengajaknya berkerja sama?. Apa tujuan dari kerjasama ini?. Seperti itulah pikiran mereka saat ini.
"Kerja sama?" Tanya Bora mewakili Nara.
"Hm, apa kalian mau?" Tanya Laura lagi.
"Aku ada pertanyaan" Ucap Nara.
"Silakan" Ucap Laura.
"Pertama kenapa kamu ingin mengajak kami kerjasama?" Tanya Bora.
"Kedua kerjasama apa yang akan kita lakukan,sehingga kamu ingin kita bekerjasama denganmu?" Tanya Nara.
"Ketiga apa kerjasamanya akan simbiosis?" Tanya Bora.
"Terakhir apa tidak beresiko bekerjasama dengan kami?" Tanya Nara.
"Baik aku akan menjawab pertanyaan kalian satu-persatu" Ucap Laura.
"Pertama,karena kita punya musuh yang sama" Ucap Laura.
Nara dan Bora heran emang mereka punya musuh, terus kenapa musunya sana dengan seorang artis yang sedang naik daun, siapa? Mereka memutar otak untuk mengingat apa mereka punya musuh?
"Kalian punya musuh? Siapa?" Tanya Gavin ketika mendengar pernyataan Laura.
'Musuh? Siapa musuhku? Kayanya ga ada deh ,apa aku yang tidak ingat?' batin Bora.
'Musuh? Sama kaya Laura? Siapa? Rara? Mungkin saja' batin Nara curiga.
"Apa Rara?" Tanya Nara mencoba menebak.
"Kau cukup pintar ya" Ucap Laura yang membuat Nara dan Bora terkejut.
"Ada apa dengan Rara? Rara Winata kan? Saudara tiri Nara? " Tanya Bora berturut-turut karena masih tidak percaya.
"Iya benar " Ucap Laura.
"Aku dengar kalian sedang menyelidiki kasus tentang kejadian 7 tahun yang lalu dari keluarga Adiwijaya dan juga kalian ingin menyingkirkan Rara iya?" Tanya Laura.
"Benar,tapi soal yang menyingkirkan itu salah" Jawab Nara.
"Hmmm, aku akan membantu kalian dan kalian harus membantuku menyingkirkan Rara" Ucap Laura.
"Karena kalian sedang mencari kebenaran untuk pembalasan dan aku juga sedang ingin menyingkirkan Rara maka aku pikir kita bisa bekerjasama karena kita mempunyai tujuan yang sama, ini jawabanku dari pertanyaan kedua" Ucap Laura menjelaskan.
Nara dan Bora diam memperhatikan ucapan Laura sambil sesekali mengangguk dan otak mereka berfikir mempertimbangkan kerja sama yang ditawarkan Laura kepada mereka. Sedangkan Gavin dia Berbeda dengan Nara dan Bora yang sedang mempertimbangkan kerja sama Gavin dia hanya menyimak dan akan membantu jika Nara mau diajak kerja sama dengan Laura.
"Ketiga , tentu saja akan simbiosis Mutualisme karena kamu akan mendapat informasi dariku dan kamu akan membantuku menyingkirkannya " Ucap Laura menjawab pertanyaan ke-tiga.
"Kamu sudah dapat informasi ?" Tanya Bora.
"Ada sebagian, aku tidak mungkin mengajak kalian bekerjasama jika aku tidak melakukan persiapan" Jawab Laura.
"Yang terakhir sebenarnya beresiko kalo tidak berhati-hati karena lawan kita sekarang adalah nyonya dari keluarga Adiwijaya,keluarga yang bahaya jika mencari masalah dengannya. Jadi kita harus berhati-hati ,tapi karena aku bekerjasama denganmu mungkin akan lebih mudah" Ucap Laura.
'Apakah dia bodoh' batin Nara dan Bora.
"Jadi bagaimana?" Tanya Laura.
Nara dan Bora saling pandang cukup lama. Laura yang melihat itu pun berkata.
"Keputusan kalian akan aku tunggu sampai besok "
Nara yang mendengar perkataan Laura mengangguk ke Bora tanda dia menerima kerjasama .
"Baik kami bersedia bekerjasama denganmu" Ucap Bora menuruti kode dari Nara.
"Terimakasih" Ucap Laura sambil berjabat dengan mereka.
"Bolehkah aku membantu kalian?" Tanya Gavin .
"Tentu saja, tapi apa kau tidak sibuk?" Tanya Nara.
Dengan semangat empat lima Gavin menjawab "Tidak kok"
"Baiklah ini sudah sore kami akan pulang dulu" Ucap Laura. Gavin seketika langsung kecewa padahal dia masih ingin bersama Nara tapi mau gimana lagi.
"Tentu " Ucap Bora.
"Terimakasih atas wawancaranya dan kerjasama tadi, saya merasa terhormat " Ucap Nara.
"Sama-sama, terimakasih kembali, saya pergi dulu" Ucap Laura.
"Hati-hati dijalan" Ucap Nara dan Bora serempak.
"Hm kalian juga, dah aku pulang duluan ya" Ucap Gavin sambil melambaikan tangan kearah Nara dan Bora dan dibalas mereka dengan senyuman dan lambaian tangan.
Setelah kepergian Laura dan Gavin mereka tersenyum mengerikan membuat orang yang melihatnya merinding.
"Daebak" Ucap Bora senang.
"Dia bodoh" Ucap Nara tersenyum miring.
*
*
*
Sesuai janji Arleta kemarin, hari ini setelah pulang sekolah dia kerumah Dirga sendiri .
"Ka " Arleta mengetuk pintu .
"I'm coming" Setelah Arleta mengucapkan itu pintu terbuka dan Dirga langsung menarik Arleta masuk dan membawanya ke kamar. Setelah sampai Dirga langsung fokus pada komputernya.
"Kenapa kamu lama?" Tanya Dirga tanpa melihat Arleta dia tetap fokus dengan komputer.
"Tadi ada sedikit masalah dengan pak joko" Ucap Arleta.
"Hm" Dirga.
"Kakak perlu bantuan apa?" Tanya Arleta to the point.
"Gini , ibu dan tante Bora sedang mewawancarai Laura dan mereka memasang alat sadap dan juga kamera kecil " Ucap Dirga mengalihkan matanya yang semula fokus pada komputer sekarang menatap Arleta.
"Terus?" Tanya Arleta bingung.
"Karena Laura datang bersama sepupunya jadi kita memasang ada 3 alat sadap dan juga 2 kamera , aku ga mungkin bisa fokus semuanya paham" Ucap Dirga panjang kali lebar.
"Satu lagi aku juga lagi mantau tante Ika dan Om Galih " Tambah Dirga.
Arleta terdiam sejenak untuk mencerna ucapan Dirga. Dirga mendengus kesal kenapa adiknya ini lola sekali, lama banget.
"Aaaak aku paham! Kamu ingin kita bagi tugas" Ucap Arleta senang karena memahami ucapan kakaknya itu.
Dirga menghela nafas lega karena adiknya mengerti apa yang dia ucapkan tadi.
"Baiklah kita bagi dua kamu awasi sepupunya Laura sama amati pembicaraannya, sedangkan aku akan melakukan hal yang sama denganmu tapi aku juga akan mengawasi tante Ika dan Om Galih" Pinta Dirga, Arleta mengangguk lalu mereka mulai menjalankan tugas masing-masing.
Mereka mendengarkan percakapan ibunya dan Laura mereka juga memperhatikan ekspresi wajahnya sesekali mereka tersenyum mengerikan .
"Kak tidak ada kabar dari tante Ika dan Om Galih?" Tanya Arleta tiba-tiba.
"Belum " Jawab Dirga. Setelah itu tidak ada yang bicara lagi.
Saat mendengar Laura ingin mengajak bekerjasama dengan ibu mereka, mereka awalnya terkejut tapi selanjutnya mereka mengatakan.
"Idiot and stupid"
*
*
*
Arga lebih memilih kertas yang ada ditangannya dari pada berkas penting yang ada di depannya. Setengah jam yang lalu David memberikan sebuah kertas yang berisi data seseorang.
Arga tersenyum membaca kertas itu.
"Dia adik tiri dari Rara, tujuan utama dia kembali kesini bukan karena pekerjaan tapi karena sebuah insiden 7 tahun yang lalu di New York, dan dia sedang memata-matai Rara untuk mencari kebenaran" Arga membaca data tersebut.
"Aku juga ada insiden 7 tahun yang lalu di New York, apa ini kebetulan atau emang dia ibu dari Arleta?" Arga masih tidak percaya bahwa Nara adalah ibu dari Arleta.
"Aku harus mencari tahu lagi" Ucap Arga.
**********************************************
Apa yang akan dilakukan sama mereka?
Tebak