
..." apa suster mencari orangtuanya? adalah walinya aku tante kecilnya"...
...ARLETA ADIWIJAYA...
...☘HAPPY READING ☘...
"Jika tidak penting aku pergi" Ucap Nara lalu melangkah pergi ke arah pintu tapi langkahnya terhenti saat Rara mengucapkan.
"Aku ingin bekerjasama denganmu" Ucap Rara.
"Apa kau maua bekerjasama denganku?" Tanya Rara.
Nara masih diam ditempat,dia tidak mengucapkan sepatah kata,dia bertanya pada dirinya kenapa Rara mengajaknya bekerjasama,apa rencananya.
"Kau gak perlu khawatir, aku hanya bekerjasama denganmu ,aku tidak akan mencelakaimu tenang saja" Ucap Rara meyakinkan.
Setelah mendengar ucapan Rara akhirnya Nara berbalik badan dan memandangi wajah Rara apakah ada kebohongan, sepertinya kali ini Rara gak berbohong dia benar-benar tulus ingin bekerjasama.
" Alasan kamu mengajakku bekerjasama?" Tanya Nara.
" Karena kita mempunyai tujuan yang sama " Jawab Rara. Nara masih belum mengerti, maksudnya apa benak Nara.
"Sebaiknya kau duduk,kita akan membahas kerjasama dengan santai" Ucap Rara tersenyum.
"Kurasa kita gak sedekat itu" Ucap Nara berjalan menuju meja lalu duduk dikursi.
"Kau mau aku pesankan ?" Tanya Rara. Nara hanya mengangguk. Lalu dia memanggil pelayanan tak lama seorang pelayanan datang.
"Latte 1 ,espresso 1,coklat lava cake 2"
"Sudah ada lagi" Rara langsung menoleh ke Nara dan Nara langsung menggeleng.
"Itu aja"
" Baik" Lalu pelayanan tadi pergi.
" Kerjasama apa?" Tanya Nara saat melihat pelayanan tadi menghilang dari pandangannya.
" Apa akau akan mendapat untung atau hanya kau saja"
"Tenang kita akan sama-sama untung kok"
"Apa maksud dengan kita memiliki tujuan yang sama "
"Kita sama-sama ingin menjatuhkan seseorang "
"Siapa?" Setelah pertanyaan Nara terjadi keheningan sesaat lalu Rara angkat bicara.
"Laura"
Lalu pelayanan datang membawa pesanan Nara mengabaikan pelayanan itu dia asyik dengan pikirannya.
'Laura? Kenapa dia ingin menjatuhkan Laura?mmmm' Nara bertanya dalam hati pada diri sendiri.
'Ah benar juga dia kan mengganggu Arga sementara Rara tunangnya, cih ternyata dia cemburu' Nara terkekeh dalam hati.
"Kurasa aku ga perlu menjelaskan,karena aku tau kau pintar"
" Hm, jadi apa rencanamu "
"Aku tau kau sedang mencari informasi tentang kenapa Laura bisa memenangkan kontrak kan?"
"Darimana kau tau"
"Itu tidak penting"
"Terserah, lalu apa maumu?"
"Aku akan memberikan informasinya padamu lalu kau terbitkan artikel tentangnya dengan informasi yang aku berikan"
"Setelah artikel itu terbit dapat dipastikan reputasi Laura akan hancur"
"Informasi apa yang kau dapat?" Tanya Nara setelah mendengar penjelasan.
"Aku tanya apa dugaanmu tentang Laura?" Tanya Rara.
"Dugaan pertama Laura melakukan one night stand dengan CEO Suny entertainment,agar dia menjadi artis Suny entertainment dan meminta bantuan dari CEO agar dia memenangkan kontrak dengan Star Group" Ucap Nara tanpa ragu.
"Dugaan kedua dia melakukan perjanjian diatas putih yang akan menguntungkan kedua belah pihak mungkin, tidak tapi ketiga belah pihak" Ucap Nara setengah ragu.
"Ternyata memang kau pintar"
"Hah"
"Dugaan benar semua tapi ada fakta mengejutkan mungkin kau tidak percaya"
"Apa?"
"Dia seorang bandar narkoba"
Nara tercengang mendengar fakta yang baru saja dia dengar, apakah Laura benar-benar seorang bandar narkoba,ini tidak mungkin , setahu dia Laura tidak akan berani berbuat seperti itu jangankan bandar narkoba ,melanggar lalu lintas aja dia takut apa lagi bandar narkoba.
"Apa ada bukti?"
"Aku sudah menyelidiki dia sejak seminggu yang lalu aku mempunyai beberapa foto saat dia sedang bertransaksi dengan orang yang membeli narkoba dan rekaman suara"
"Apa benar dia melakukan itu?"
"Hm nih jika kau tidak percaya" Ucap Rara lalu memberikan handphone yang ada rekaman suara Laura dan seorang pembeli narkoba. Nara lebih tercengang ketika perkataan Rara benar.
"Apa kau punya bukti video"
"Mmm video ga kayanya"
"Apa kau tau kapan dan dimana Laura mengedarkan narkoba.
" Dia selalu menggunakan tempat yang sama di hutan barat di sana ada basecamp tersembunyi,aku mendapat rekaman ini saat dia bertransaksi diluar basecamp "
"Hmmm aku akan menyelidiki lebih lanjut, apa kau tau kapan selanjutnya Laura akan bertransaksi ?"
"Dari informasi yang aku dapat dua atau tiga hari lagi" Setelah Rara selesai bicara jadi hening ,tidak ada yang bicara yang terdengar hanya suara dentingan garpu.
"Kenapa kau tiba-tiba kembali?" Tanya Rara.
"Heh, kau pikir aku kembali untuk apa?" Tanya Nara balik.
"Apa kau kembali karena aku?"
"Mimpi buat apa aku kembali hanya untukmu, aku kembali karena pekerjaan"
"Benarkah?" Tanya Rara tak percaya.
"Aku kira kau sudah mencari informasiku ternyata kamu ga nyari informasi tentang aku ,baguslah"
"Aku hanya tau kau pulang kesini"
"Aku akan pergi "
"Kau tidak mengucapkan terimakasih"
"Untuk apa?"
"Karena aku sudah mau memberi informasi tentang Laura"
"Sebenarnya kau gak memberipun aku akan tau, seharusnya kau yang harus berterimakasih padaku"
"Hahaha kau "
"Aku sudah selesai, aku masih ada urusan" Ucap Nara setelah menyelesaikan makannya dan langsung pergi membiarkan Rara yang menanggung tagihannya.
"Ternyata kau masih gampang ditaklukkan walau harus berdebat dulu"
*
*
*
Hari ini Dirga pergi ke rumah sakit dia ke sana jalan kaki karena rumah sakit gak terlalu jauh dari rumahnya. Dia sudah mempersiapkan semuanya mulai dari dokumen , uang, alasan dari a-z. Tujuannya kerumah sakit adalah mengetes DNA rambut Arleta dan ibunya.
"Maaf dek badan penguji DNA tidak memberikan anak kecil menguji tanpa dampingan orang tua" Ucap suster yang bertugas di ruang penguji DNA.
"Jadi aku tidak bisa menguji DNA rambut ini?" Jawab Dirga kecewa.
"Maaf ya dek, dimana orang tuamu,apa mau kakak anatar pulang?" Tanya suster.
"Kakak Dirga" Ucap seseorang yang tidak asing dari belakang. Lalu Dirga berbalik dia kaget ketika melihat Arleta yang sedang digendong Arga .
Arleta prov:
Hari ini Arleta dipaksa ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin. Karena Arleta sudah melewatkan pemeriksaan selama 2 bulan dan ini bulan yang ketiga Arga harus memaksa Arleta agar mau ke rumah sakit.
Waktu pertama Arleta sakit saat masih bayi dokter bilang tubuh Arleta lemah karena ibunya meminum obat penenang melebihi dosis dan saat melahirkan Arleta mungkin terlalu lama didalam sehingga kondisi tubuhnya lemah perkiraan dokter seperti itu, dan sejak saat itu dokter memberikan jadwal pemeriksaan maksimal satu bulan sekali.
Kali ini Arleta melewatkan pemeriksaan selama 3 bulan itu membuat Arga khawatir takut kejadian dulu terulang kembali. Dulu waktu Arleta umur 2 tahun Arga lupa membawa Arleta ke rumah sakit selama 2 bulan. Arleta demam tinggi,panas ga turun-turun selama seminggu,dan Arleta sering menangis , nafsu makan berkurang hingga badannya kurus dan itu membuat Arga bersalah sehingga kali ini ia tidak akan ceroboh lagi.
"Huwaaaa aku tidak mau kesini" Ucap Arleta sambil menangis digendongan Arga.
"Arleta pintar Kata dokter kau harus disuntik" Ucap Arga
"Uwaaaaa aku tidak mau disuntik" Tangis Arleta sambil memukul-mukul bahu Arga.
"Arleta cantik, kau sudah melewatkan pemeriksaan selama 3 bulan, kondisi tubuhmu jadi melemah bukannya kau sering pusing" Ucap Arga menenangkan Arleta dan juga mengomeli tapi dengan nada yang lembut.
"Arga pendaftaran sudah selesai ayo ikuti aku" Ucap David setelah melakukan registrasi.
"Uwa uwaaa aku tidak mau, aku tidak mau, aku tidak mau disuntik" Ucap Arleta memberontak.
Lalu terdengar suara yang Arleta sangat mengenalnya.
"Jadi aku tidak bisa menguji DNA rambut ini?" Ucap seseorang yang Arleta kenal.
'Itu kan Kak Dirga ,mungkin dia bisa membantuku' Ucap Arleta dalam hati.
"Kakak Dirga" Panggil Arleta sambil melambaikan tangannya dia sudah melupakan acara nangisnya , lalu Dirga berbalik badan.
Arleta prov end
"Kakak sedang apa disini" Tanya Arleta sambil berusaha turun dari gendongan.
"Ternyata kau" Ucap Dirga.
Arleta masih berusaha turun dari gendongannya Arga, tak berapa lama akhirnya Arga membiarkan Arleta turun setelah itu Arleta langsung berlari kecil menuju Dirga dan suster.
" apa suster mencari orangtuanya? adalah walinya aku tante kecilnya" Ucap Arleta sambil menunjuk dirinya.
"Apa"
"Tante kecil"
"Walinya"
"Apa yang terjadi?"
Ucap Arga,Dirga,David,dan suster berbarengan mereka terkejut.
"Karena ibunya adalah temanku kak Nara" Ucap Arleta dengan bangga.
' jadi dia anak Nara Winata' batin Arga dan David.
"Sejak kapan ibuku jadi temanmu dan sejak kapan kau jadi tanteku" Ucap Dirga tak terima.
"Kakak kenapa kau berkata begitu, bukannya kita teman dan kak Nara juga menyukaiku" Ucap Arleta.
'Perdebatan ini akan datang lagi'batin Dirga malas.
"Hei kenapa kau mengaku menjadi tante kecil dan jangan sembarangan panggil kakak" Ucap Arga.
"Betul itu" Ucap Dirga membela Arga.
"Tentu saja kami sangat dekat ayah, kami sudah menjadi kakak adik"
"Hei omong kosong apa ini?" Ucap Dirga.
"Kakak lihatlah bukankah dia tampan sangat cocok dengan kakak yang cantik" Ucap Arleta sambil menarik tangan Arga kebawah agar jongkok menyamai tingginya.
'Heh, si kecil ini sudah berani menjodohkanku' Ucap Arga dalam hati dia sangat marah.
"Tidak ,sama sekali tidak, aku pergi dulu" Lalu Dirga pergi dari situ tapi tiba-tiba Arleta memeluk dari belakang.
"Kakak tunggu"
"Mari kita bicarakan masalah ini dulu" Ucap Arleta.
"Tidak perlu " Ucap Dirga dingin.
"Kakak tolong bantu aku dan terimalah aku, aku menyayangi kak Nara dan juga sangat menyukaimu" Ucap Arleta memohon.
'Heh ******** kecil ini beraninya mengambil putriku,dan juga mendapat pernyataan dari putriku setulus itu,aku aja gak pernah' batin Arga marah sambil menatap tajam seperti tatapan membunuh kearah Arleta dan Dirga.
"Sudahlah hentikan drama ini,lihatlah ayahmu sudah seperti ingin membunuh orang" Ucap Dirga santai saat menyadari tatapan Arga.
"Apa ayahku? Aduh gawat aku harus apa ini? Pura-pura pingsan aja" Ucap Arleta lirih tapi masih didengar Dirga.
"Aduh pusing sekali" Ucap Arleta sambil memegangi dahinya dan hampir jatuh ke lantai jika Dirga tidak menangkapnya.
"Arleta" Ucap Arga dan David berbarengan.
"Arga sebaiknya kita segera bawa Arleta kedokter untuk disuntik" Ucap David.
"Apa!!! Tidak, aku tidak mau disuntik" Ucap Arleta langsung membuka mata dan memeluk Dirga.
"Apa yang kau lakukan,lepas!" Pinta Dirga.
"Aku tidak mau, aku tidak mau disuntik"
"Arleta jangan membuat masalah" Bujuk Arga.
"Arleta, Arga meluangkan waktunya untuk menemani kamu pemeriksaan,agar kamu gak takut disuntik,jadi tolong hargai" Ucap David ikut membujuk dengan nada yang sangat lembut.
"Pokoknya aku gamau" Tangis Arleta.
"Jika kamu mau disuntik aku akan membantumu" Bisik Dirga ikut membujuk Arleta.
"Beneran loh jangan bohong" Ucap Arleta semangat. Dirga mengangguk sambil tersenyum yang berarti dia tidak berbohong.
"Baiklah, ayah ayo aku mau disuntik" Ucap Arleta semangat 45 .
Arga dan David bingung tapi mereka tetap mengikuti Arleta.
"Dimana pemeriksaannya?" Tanya Arleta.
"Ikut ayah aja" Ucap Arga sambil menggendong Arleta.
*********************************************
Tante kecilnya Dirga\= Arleta 😆😆,