THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
FAKTA BARU



..."Kenapa dia tau aku berbohong dan kenapa dia seperti bicara jadi jujur, apa jangan-jangan dia benar-benar saudara kembarku, yang aku tau saudara kembar seperti bisa telepathy"...


...~Dirga Winata~...


...☘Happy reading☘...


...Vote and comment ya...


Kkkkrrrrriiiinnnggggg...........


Bel berbunyi menandakan waktu istirahat. Ada yang keluar kelas pergi ke kantin ,ada juga yang pergi ke taman memakan bekal disana ada juga yang memakan bekal didalam kelas seperti Dirga dan Arleta.


"Kak ayolah mau kan bekerjasama denganku " Mohon Arleta .


"Lagian kan kakak waktu dirumah sakit sudah bilang mau bekerjasama denganku, ayolah kak jangan berbohong padaku" Mohon Arleta tanpa henti. Dirga hanya mengabaikan dia tetap memakan bekalnya seperti tanpa gangguan.


"Kak ayolah" Mohon Arleta lagi sambil menggoyagkan tangan Dirga.


Oke kelakuan Arleta Kali ini berhasil membuat Dirga jengah.


"Huft.. Habiskan makananmu dulu" Ucap Dirga datar lalu melanjutkan makannya.


"Hmm baiklah" Lalu Arleta memakan bekalnya.


"Kak bolehkah aku mencoba bekalmu " Ucap Arleta saat melihat bekal Dirga yang membuatnya tergiur untuk mencobanya. Dirga menoleh dan mengangguk lalu menyendok nasi dan lauknya dan menyuapi Arleta ,dengan senang hati Arleta menerimanya.


"Emm enak kak siapa yang buat"


"Ibuku"


"Oh benarkah ini sangat enak apa kakak mau mencoba punyaku" Ucap Arleta langsung menodongkan sendok yang sudah ada nasi dan lauk, Dirga menerima suapannya.


"Bagaimana enakkan ?" Tanya Arleta,Dirga hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Aku jadi ingin mencoba punya kakak lagi"


"Kau mau, nih habiskan aku udah kenyang" Ucap Dirga sambil menggeser kotak bekal ke Arleta.


"Wah benarkah, makasih kak" Lalu Arleta memakan dengan lahap.


"Ibumu..." Ucap Dirga tiba-tiba, Arleta yang sedang fokus makan pun menoleh ke  Dirga dengan ekspresi seolah bertanya ' ada apa dengan Ibuku'


"Nama Ibumu Rara Winata"


"Hooh kau tau, ada apa kau menanyakan wanita ular itu" Ucap Arleta  santai sambil melanjutkan makan.


Dirga kaget kenapa Arleta menyebut Rara wanita ular bukankah dia ibunya.


"Kenapa kamu tidak sopan menyebutkan ibumu"


"Dia bukan ibuku"


"Maksudmu?" Tanya Dirga bingung.


"Kami bukan ibu dan anak " Ucap Arleta setelah menyelesaikan makannya.


"Hah ?" Dirga masih bingung.


"Entahlah bisa dibilang dia ibu tiriku"


"Bukannya rumor mengatakan kalo dia ibu kandungmu" Ucap Dirga.


"Kami tidak ada hubungan darah, ada sih paling 10%  " Ucap Arleta .


"Dari mana kau tau"


"Sekitar 3 tahun yang lalu aku ga sengaja dengar percakapan ayah dengan seorang seseorang, aku mendengar Rara bukan ibu kandungku"


"Tapi kenapa sampai sekarang dia masih menjadi ibumu"


"Karena dia ga mengetahui bahwa kami sudah mengatahui identitasnya, jadi kami biarkan dulu untuk mencari informasi tentang kejadian dulu" Jelas Arleta.


"Owh" Ucap Dirga tapi otaknya terus berputar memikirkan kejadian 7 tahun lalu.


"Kak, dari informasi yang aku dapat, kakak pernah tinggal di Indonesia kan?" Tanya Arleta.


"Bukan aku tapi ibuku" Jawab Dirga.


"OH, kalian pergi dari sini lalu kembali kesini, pasti ada tujuan kan?"


Dirga terdiam sejenak apa dia harus jujur semua atau setengahnya, atau dia harus berbohong.


"Karena pekerjaan ibu dan tante Bora" Ucap Dirga gak sepenuhnya jujur.


"Aku tau itu, kakak sedang berbohong padaku kan" Ucap Arleta.


"Tidak aku tidak berbohong"


"Kakak berbohong"


"Kenapa kau menuduhku berbohong"


"Aku ga menuduh, tapi aku merasakan kalo kakak berbohong sungguh"


'Kenapa dia tau aku berbohong dan kenapa dia seperti bicara jadi jujur, apa jangan-jangan dia benar-benar saudara kembarku, yang aku tau saudara kembar seperti bisa telepathy' batin Dirga lalu menghela nafas,sudah tidak bisa menghindar lagi.


"Tujuan utamaku kesini mencari kebenaran 7 tahun lalu yang berada di New York dan di sini" Ucap Dirga.


"Oh benarkah, aku juga sedang mencari kebenaran 7 tahun lalu dan disini" Ucap Arleta kaget.


"Is this a coincidence?" Tanya Arleta entah pada siapa.


"Accidental?"


"Iya, nih dengerin kan kita sama-sama sedang mencari kebenaran ditempat yang sama dan marga kak Nara sama si wanita ular sama " Ucap Arleta.


Dirga menyeringai karena mendapat informasi yang berguna.


"Ada apa dengan seringai mu?"


"Tidak" Dirga kembali menyeringai. Faktanya semakin kuat. Arleta awalnya bingung lalu dia teringat sesuatu dan ikut menyeringai sambil menoleh ke Dirga.


"Hm"


"Apa kau tau kak Nara seperti ibuku" Ucap  Arleta


"Kukira hanya aku yang merasakan" Ucap Dirga.


"Sebaiknya kita cek DNA kita"


"Tidak perlu aku sudah melakukannya"


"DNA siapa yang kau ujikan"


"Rambutmu dan ibuku"


"Kapan kau dapatkan rambutku"


"Waktu kau kerumahku"


"Aaa jadi bener waktu itu kau yang mencabut rambutku" Dirga mengangguk.


"Kapan kau mengujinya"


"Waktu kita bertemu dirumah sakit"


"Benarkah? Apa sudah keluar"


"Mungkin besok"


"Wah bolehkah besok aku ikut denganmu"


"Tidak" Tegas Dirga.


"Oh ayolah kak "


"Tidak, aku akan dimarahin jika membawamu pergi kerumah sakit"


"Tidak kok, nanti aku akan ijin, sungguh" Ucap Arleta sambil mengangkat 2 jarinya membentuk huruf V.


"Kau pasti akan dijemput sama sopirmu dan alasan apa yang akan kau berikan pada ayahmu"


"Mmmm"


Arleta mengetukan jari telunjuknya kedagu berpikir lalu tingg!! Ada lampu kuning menyala dia mendapatkan ide.


"Aku akan izin pergi bermain dengan temanku yang pernah ayah temui,  pasti nanti aku tetap akan dijemput nah nanti kita pulang kerumahmu ganti baju nanti aku akan bawa baju. Aku akan bilang kesopir aku disini sampai sore terus aku akan menyuruhnya pulang, nanti aku akan minta dijemput saat sore gimana?" Ucap Arleta menyampaikan pendapat.


" Hm oke  juga "


"Bagus, nanti aku akan minta izin sama ayah tenang aja pasti dijiniin " Ucap Arleta.


Lalu bel berbunyi waktu istirahat telah selesai.


*


*


*


Nara izin ke Bora  pergi sebentar untuk menjemput Dirga . Nara langsung berangkat menggunakan mobilnya untuk menjemput Dirga. Saat sampai ternyata kelas baru saja bubar dia melihat anak-anak baru saja keluar. Nara menunggu didepan gerbang sekolah. Tak lama lalu dia melihat Dirga berjalan kearahnya.


"Hai sayang, bagaimana hari pertama sekolahmu" Tanya Nara sambil mengelus puncak kepala Dirga.


"Bagus menyenangkan kok" Jawab Dirga berusaha tidak menyakiti perasaan ibunya karena kenyataan dia sama sekali gak senang.


"Bagus, apa kau sudah makan"


"Sudah, kan ibu yang membawakan bekal untukku" Lalu mereka masuk kemobil.


"Setelah mengantarmu ibu harus bekerja lagi "


"Hm"


Lalu Nara menjalankan mobilnya.


*


*


*


Saat Arleta keluar suasana sudah lumayan sepi karena Arleta pulang terakhir,tadi dia menyempatkan diri untuk bersih-bersih. Saat keluar dia langsung menemukan ayahnya yang sedang berdiri didepan gerbang membelakanginya.


"Ayah" Panggil Arleta. Arga yang mendengar langsung berbalik dan jongkok sambil merentangkan tangannya. Arleta langsung berhambur kepelukannya dan Arga langsung menggendong Arleta lalu berjalan menuju mobil.


"Bagaimana hari pertama sekolah? Seru ga?" Tanya Arga sambil memasukkan Arleta kedalam mobil lalu dia berlari kecil ke sisi mobil dan masuk kekursi kemudi.


"Sangat menyenangkan" Ucap Arleta semangat. Arga terkekeh mendengarnya.


"Oh iya, apa ayah ingat saat kita dirumah sakit dan bertemu seorang anak laki-laki?" Tanya Arleta.


"Ingat" Arga langsung mengingatnya.


"Bolehkah besok aku bermain kerumahnya?"


"?"


"Please, ayolah ayah izinin aku"


"..."


"Dia kan teman pertamaku,boleh ya"


"Huft... Baiklah "


"Aaa terimakasih ayah"


Arga hanya tersenyum.


**********************************************