THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
BERTEMU AYAH (2)



...Jangan luar like and coment...


...Happy Reading...


...*...


...*...


...*...


Mereka masih berada di ruangan Arga.


"Baiklah terimakasih ayah, nanti aku sampaikan ke ibu" Ucap Dirga.


"Sampaikan apa?" Tanya Arleta .


"Arleta cantik lebih baik mendengarkan dulu ya, yang tadi tidak penting ko" Ucap Arga lembut agar Arleta tidak marah.


"Apa sudah masuk ke topik utama?" Tanya David.


"Baik kita bahas topik utama" Ucap Arga.


"Apa yang kau tahu tentang kejadian 7 tahun lalu?" Tanya Arga.


Diam ,hening tidak ada yang menjawab mereka semua melihat ke Dirga yang diam seperti bingung mau menjawab apa.


"Huh!" Dirga menghela nafas.


"Kalian tau siapa tersangka utama kasus ini?"


"Tau" Arleta menjawab, semua menoleh ke Arleta.


"Ibu tiriku, saudara tiri ibu , Rara Winata" Jawabnya.


"Hm benar" Dirga.


"Darimana kalian tau kalo dia pelakunya?" Tanya David.


"Bukan pelaku tapi tersangka baru tersangka" Ucap Dirga.


"Hm, lagi" Ucap Arga.


"Ibu kehilangan ingatannya,yang dia ingat 1 minggu sebelum ke New York . Yang dia ingat dia melahirkan aku lalu tidak ingat lagi, saat dia pulih yang pertama ibu lihat tante Rara dan nenek Dori kata ibu mereka memberikan paspor, kartu,koper, dan semua perlengkapan bertahan hidup. Lalu ibu tidak pulang ke Indonesia dia pergi ke Korea Selatan bersamaku, aku dan ibu hidup di sana selama hampir 6 tahun " Dirga menceritakan yang dia tahu, sedangkan David,Arga dan Arleta diam mendengarkan.


"Ibu kuliah di sana 2 kali "


"2 kali?" Tanya Arga memotong cerita.


"Bisnis dan jurnalistik"


"Bisnis?"


"Iya, ibu cerita katanya kakek memasukkan ibu di jurusan bisnis, entah aku g paham" Ucap Dirga.


"Dan tahun ini kami pulang ke Indonesia, untuk mencari kebenaran tentang 7 tahun lalu"


"Kenapa g dimulai dari New York?" Tanya David.


"Aku gak tau alasan utamanya, tapi yang aku tau karena ibu ada urusan pekerjaan tidak tapi ibu dipindahkan disini dan juga ibu ingin menyelidiki Tante Rara karena dia lah tersangka utamanya" Jelas Dirga.


"Informasi itu cukup?" Tanya Dirga.


"Sebenarnya kita sudah menemukan pelakunya tapi buktinya tidak ada" Ucap Arga.


"Ayah, ayah ga ada yang mah diceritain tentang kejadian 7 tahun lalu?" Tanya Arleta, David dan Dirga memandang penuh harap kepada Arga.


"Tidak!! Cukup aku yang tau" Tolak Arga.


"Oh ayah ayolah" Rengek Arleta.


"Biar ayah yang tau kalian tidak perlu, lagian jika aku cerita itu tidak akan membantu menemukan buktinya" Kekeh Arga.


"Arga ayolah, aku juga penasaran apa yang terjadi Malam itu" David ikut merengek.


"Tidak!!!!" Tolak Arga mentah-mentah.


"Ayah! Kan kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya,sebaiknya kita persiapkan , kita mulai dari hal kecil seperti jujur atau cerita siapa tau ada petunjuk untuk pembuktian" Jelas Dirga agar ayahnya mengerti jika itu penting untuk mereka dan juga karena penasaran.


"Benar itu , ayah apa susahnya jujur, jangan-jangan ayah tidak percaya pada kita , ayah tidak menyayangi kita lagi" Ucap Arleta dibuat sendu dan tidak lupa pasang muka cute dan memelas.


Arga memalingkan wajahnya , sungguh sebenarnya dia tidak bisa menolak permintaan Arleta, oh ayolah dia sangat imut siapa sih yang bisa tahan.


Akhirnya Arga mengalah dia akan menceritakannya toh tidak ada masalahnya juga.


"Huh!! Baiklah" Ucap Arga setelah menghela nafas. Mereka bertiga pasang muka senang .


"Tapi ayah tidak mengingat semuanya" Ucap Arga dan di angguki oleh mereka bertiga.


"Ayah ke New York untuk liburan sekeluarga, sebenarnya sebelum berangkat keluarga kami mengadakan sayembara" Ucap Arga.


"Sayembara?" Tanya Arleta dan Dirga berbarengan.


"Aku tau itu" Ucap David.


"Apa?" Lagi-lagi mereka mengatakan dengan bersama.


"Isi sayembara nya begini


siapa yang bisa memberi keluarga ADIWIJAYA  keturunan


-jika anaknya perempuan maka  dia akan mendapat uang 1,5 miliyar


-jika anaknya laki-laki maka akan mendapat uang 1 miliyar


-dan akan dituruti maunya kecuali minta warisan .Dengan catatan harus mengalir darah keluarga Adiwijaya bukan keluarga lain dalam arti lain keturunan asli dari Arga Adiwijaya


Begitu sih yang aku ingat " Ucap David.


"Ayah sekarang umur berapa?" Tanya Dirga tiba-tiba, dia seperti menyimpang dari pembicaraan utama.


"Kau menyimpang jauh dari pembicaraan kita" Ucap Arga.


"Beri umur ayah?" Tanya Dirga lagi.


"Sekarang umur 29 " Jawab Arga. Dirga terdiam sejenak.


"Iya kenapa?"


"Ko umur 22 sudah didesak punya anak?" Tanya Dirga lagi.


Mereka terdiam membuat Arleta penasaran. Arga dan David berbicara melalui matanya.


'Kau jelaskan ' tatapan David.


'Tidak kau saja yang jelaskan' Arga.


'Ini kan masalah mu bos' David.


'Kau melawanku' tatapan Arga semakin menajam membuat nyali David menciut.


"Kenapa diam?" Tanya Arleta penasaran.


Arga masih menatap tajam David hingga membuat David mengalah tidak sebenarnya dia takut, sungguh tatapannya seperti sedang menguliti dia.


"Ada 2 alasan " Ucap David mengalah.


"?"


"Kalian tau kalo ayah kalian itu phobia?" Tanya David kepada anak-anak. Dia melirik Arga yang sedang duduk santai seperti tidak peduli dengan pembicaraan kali ini.


'Untung bos' batin David.


"Ayah kalian memiliki phobia coitophobia namanya" David.


" coitophobia apa itu?" Tanya Arleta.


"Kalian g perlu memahaminya cukup mengetahuinya saja jadi coitophobia adalah  rasa takut melakukan hubungan seksual intinya seperti itu" Jelas David, Lagi-lagi David melirik Arga yang sedang santai bahkan memejamkan matanya sepertinya Arga akan tertidur.


'Sabar David' batin David.


"Benarkah aku baru tau?" Tanya Arleta.


"Kamu sudah tau jadi diam ya" Suruh David dan Di anggkuki anak-anak.


"Aku bingung" Ucap Dirga pandangannya menatap David bingung .


"Bingung kenapa?" Tanya David.


"Jika takut berhubungan seksual ko kita bisa lahir satu darah lagi" Tanya Dirga.


David terkejut menderanya, bahkan Arga yang sepertinya akan memasuki mimpinya tapi terus membuka matanya karena dia mendengar Dirga berbicara seperti itu.


"Kamu paham penjelasan dia?" Tanya Arga sambil menunjuk David.


"do you guys think i'm stupid?" Tanya Dirga dengan raut muka tidak suka.


"Bukan begitu, tapi darimana kamu bisa memahaminya?" Tanya Arga gelagapan karena merasa bersalah.


"Sepertinya itu tidak perlu dijelaskan, aku yakin ayah tau" Ucap Dirga, Arga mengangguk paham.


"Apa aku tidak paham" Ucap David.


"Cari tau sendiri" Ucap Arga cuek.


"Jadi ,ayah bisa menjawab pertanyaan ku?" Tanya Dirga dengan tatapan seperti meledek 'masa ayah g bisa jawab, cih ayah cemen' begitu lah kira-kira arti tatapan Dirga.


" Entahlah ayah juga tidak paham, seperti ibumu bisa menghilangkan phobia ayah dia seperti ada magic ,dia seperti diciptakan khusus untukku " Ucap Arga sambil memamerkan rasa sukanya terhadap Nara.


"Wanita lain juga?" Tanya Dirga lagi.


"Tidak, ayah takut sama wanita lain tapi tidak dengan ibumu" Ucap Arga.


"Wah berarti tinggal tunggu ayah datang melamar" Ucap Arleta senang.


"Kau setuju, baiklah nanti aku akan secepatnya melamar" Arga menyetujui pendapat Arleta.


************************************************


Maaf lama up


Aku harus ketik dulu laptopku dibawa kakakku


Aku males ketik pake HP


Maaf makin lama makin g jelas


Karena kelamaan g up jadi agak lupa jalan ceritanya.


Tapa tenang saja hanya kata-katanya saja yang lupa bukan ceritanya


Maaf sekali lagi


Aku tugas numpuk kurang 8 yang belum dikerjakan jadi aku g akan up sebelum tugasku selesai dan pts juga.


Jangan lupa vote and coment kalo kalian mau sekalian follow kalo g y gpp tenang kalo kalian nanti minta follback aku akan follback ko


...Arga...




...Nara...




...Dirga...




...Arleta...