THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
NEW YORK



Pesawat tujuan Jakarta-New York baru saja take-off 15 menit yang lalu. Gadis cantik itu duduk di dekat jendela. Dia duduk terpisah dari keluarganya, dia hanya memandang pemandangan dari balik jendela sambil otaknya berfikir apa yang harus dia lakukan di New York nanti. Ia tidak takut, tapi hanya waspada dengan kakak dan ibu tirinya.


Dia juga berfikir bagaimana cara membalas mereka tekadnya berkata begitu, tapi dilubuk hatinya menyuruh dia mengikuti permainan yang dibuat oleh mereka, melihat bagaimana mereka akan menyiksa dia di negri orang. Apakah mereka akan menyiksanya seperti di negri asalnya atau mereka tidak akan menyiksanya karena takut akan perantauan negri orang atau bahkan akan menyiksanya lebih kejam dari pada saat dinegri asalnya atau dia akan ditelantarkan dinegri orang?. Entahlah dia sendiri juga tidak tau bagaimana jalan pikiran keparat itu. Kira-kira begitulah pikirannya saat ini dia hanya berharap keberuntungan berpihak padanya. Setelah lama dia terhanyut dalam pikirannya yang menurutnya sendiri tidak berguna akhirnya dia tertidur.


Malam hari di kota New York hotel xxx disanalah dia berada pesawat mendarat 30 menit yang lalu dia sekarang sedang menunggu di lobi hotel xxx . Selesai cek-in dia masuk lift dan menekan tombol 7 dia berada dikamar hotel no 123, keluarganya di kamar yang tak jauh dari kamarnya.


Aku memasukki kamarku dan aku langsung berbaring dikasur karena kelelahan. Bagaimana aku tidak kelelahan, perjalanan yang membutuhkan waktu berjam-jam dan selama perjalanan aku tidur dengan posisi yang sama rasanya badanku hampir remuk ohhh.....rasanya sangat pegal.


2 hari setelah keberangkatan keluarga Winata hari ini keluarga Adiwijaya sudah berada didalam jet pribadi keluarga bukan punya Arga. Karena liburan keluarga makan menggunakan jet pribadi keluarga bukan jet pribadinya Arga.


Malam hari kamar no.333 hotel xxx New York Arga sedang bersantai dibalkon kamar hotel sedang memandang pamandan dari balkon kamarnya sambil menunggu pesanannya .


Setelah beberapa menit seorang wanita paruh baya yang memakai seragam pelayanan hotel masuk membawa disert dan minuman untuknya. 


"Enjoy the meal, sir" katanya  setelah menghidangkan makanan Arga hanya menggagukinya dengan wajar datar tanpa ekspresi sedikitpun tapi tidak mengurangi ketampanannya sedikitpun. Pelayanan tadi  terpesona oleh keketampanan seorang Arga tidak menyadari kalo dari tadi Arga sudah memanggilnya untuk segera keluar tapi dia malah diam mematung sambil mengagumi Ketampanannya Arga.


"Hei" Ucap Arga sambil melambaikan tangannya didepan muka pelayanan tersebut untuk membuyarkan lamunannya.


"y-yes sir can I help you "ucapnya sedikit terbata karena ketahuan sedang mengagumi wajah Arga. Siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Arga Adiwijaya.


"no, please you out " ucap Arga lalu memalingkan wajahnya kemakanan dihadapannya


"Oke sir, excuse me"ucap pelayanan tersebut lalu keluar dari kamar Arga dengan tersenyum miring karena berhasil menyelesaikan tugasnya.


_Saat Rara akan menjalankan rencananya dari arah yang berlawanan tiba-tiba dia melihat ada seorang pelayanan paruh baya kalo dilihat dari wajahnya seperti dia orang Indonesia dia sedang membawa pesanan seseorang Rarapun menghentikan pelayanan tersebut saat dia seperti akan memasuki kamar yang akan ditujunya._


_"Hei your here"panggil Rara ke pelayan tersebut._


_"Yes, miss can i help you" Ucapnya lalu menghampiri Rara._


_"Kamu orang Indonesia kan?" Tanya Rara._


_"Iya saya orang Indonesia yang bekerja disini, apa kamu juga orang Indonesia? apa ada yang bisa saya bantu?"ucapnya._


_" Ya,apa ini pesanan untuk kamar no.333?"_


_"Iya ini pesanan untuk kamar no.333 emang kenapa?"_


_"Aku mau kamu tambahkan ini kedalam minumannya!"_


_"Apa ini aku tidak mau,aku tidak mau menerima masalah" tolaknya dengan tegas._


_"Tenang aja kamu tidak akan mendapat masalah karena ini"_


_"Ada bukti?"_


_Rara membuka hpnya untuk membuka pesan lalu memberikannya pada pelayanan tadi. Dia langsung membaca pesan itu._


_Pesan itu berisi ibu dari pemilik kamar no.333 menyuruhnya untuk memasukkan obat itu ke pemilik kamar no.333 karena ibunya ingin mempunyai cucu sehingga dia ingin Rara melakukan itu karena Rara adalah tunangan pemilik kamar no.333 jika sudah dia akan mendapat uang 50 juta. (pesannya hanya tipuannya Rara dan ibunya ya)_


_Pelayanan tersebut menganga tidak percaya lalu memandang Rara seolah bertanya apakah ini benar, dan Rara hanya mengangguk, langsung saja pelayanan itupun menyetujuinya. Lalu memasukkan obat itu kedalam minuman lalu masuk kekamar no.333._


Setelah keluar dia langsung menemani Rara untuk menerima uang


"Gimana, beres?"


"Sudah beres tenang saja" Ucapnya sambil mengacungkan jempolnya. Lalu dia menerima uang dari Rara dan langsung pergi dari hadapan Rara.


Rara tersenyum puas karena seperempat rencananya telah selesai tinggal satu


NARA.


Nara baru saja selesai makan malam bersama keluarga dan beberapa rekan kerja ayahnya. Mereka membahas tentang bisnis, tapi dia sama sekali tidak peduli dengan pembicaraan mereka lagian dia juga tidak terlalu paham tentang bisnis jadi dia memainkan ponselnya sambil makan camilan yang sudah disediakan.


Setelah menyelesaikan urusannya dengan si pelayan, Rara turun kebawah bergabung dengan yang ayahnya dia membawa segelas air yang sudah diisi obat perangsang tentunya dia akan memberikannya kepada seorang yang menjadi korban rencana liciknya ,siapa lagi kalau bukan Nara.


Saat dia sampai dimeja ayahnya, dia langsung menepuk bahu Nara niatnya hanya basa-basi saja diluar dugaannya Nara tersedak makanan karena dia sangat terkejut. Orang-orang dimana itu menatap Nara dengan cemas dan langsung menyuruh Rara untuk memberikannya air karena Rara duduk di samping Nara. Rara langsung memberi air yang tadi dibawanya yang sudah diberi obat perangsang dan dengan senang hati Nara menerimanya karena dia sekarang sangat membutuhkan minum.


Dia minum air yang tadi diberikan Rara kepadanya tanpa menaruh rasa curiga sama sekali dia minum sampai habis air tadi dan itu sukses membuat 2 orang yang ada di meja itu tersenyum puas dalam hati mereka bersorak sangat senang akhirnya kelinci kecilnya masuk perangkap yang berarti setengah dari rencana mereka terselesaikan. Kakak dan Ibu tirinya saling memandang lalu Dori memberi kode kepada Rara agar membawa Rara ke rencana selanjutnya.


"Gimana, udah mendingan?" Ucap Rara sambil menepuk-nepuk punggung Nara dan dibalas gelengan oleh Nara.


"Belum?sebaiknya kamu istirahat aja" Ucap sang ayah dengan raut muka datar seolah tidak peduli dengan keadaan Nara dan itu berbanding terbalik dengan hatinya yang merasa khawatir terhadapnya, tapi ia tutupi rasa khawatirnya dengan menyuruhnya istirahat.


"Rara sebaiknya kamu antar adikmu ke kamarnya " Ucap Ibu tiri Nara dengan nada kasihan yang dibuat-buat. Nara tau kalo Ibu tirinya hanya pura-pura saja keliatan dari ekspresinya yang sangat terlihat dibuat-buat.


"Baik bu,kalo begitu saya permisi saya akan mengantar adik saya dulu" Izin Rara kepada orang-orang dimeja itu.


Rara memapah Nara menuju lift karena tadi Nara terlihat tidak bisa berjalan dengan benar dia berjalan sempoyongan apakah obatnya sudah mulai bekerja, wah cepat sekali aku harus cepat sampai.


"Kakak tolong nyalakan AC nya aku sangat kepanasan. Kenapa hari ini cuaca sangat panas? kalo tidak bawa aku pemandian air dingin sedingin es untuk menyejukkan badanku" Ucap Nara dengan mengibaskan tangannya dileher sebagai kipas.


"Tenang saja sebentar lagi kamu akan merasakan mandi di pemandian air dingin yang airnya sedingin es" Ucap Rara yang diakhiri dengan senyum smirknya.


Selama di lift tadi Nara menggeliat seperti cacing kepanasan dan diiringi celotehannya yang membuat Rara jengkel dibuatnya. Setelah sampai didepan kamar no.333 dia merogoh kantong roknya untuk  mencari  kunci cadangan kamar itu, kunci cadangan? Kalian pasti bertanya-tanya kenapa Rara memiliki kunci cadangan kamar no.333 kan? Jawabannya karena kemarin sebelum keluarga Adiwijaya berangkat ke New York , Ibu tiri Nara diam-diam pergi keruangan tempat kunci cadangan berada. Ya dia mencuri kunci cadangan huh dasar pencuri.


Oke back to topik setelah dia berhasil membuka kamar itu Rara langsung masuk kedalam kamar membawa Nara keatas ranjang dan  membaringkannya di sana,tadi dia sempat khawatir Arga ada didalam karena tadi dia diberi tau bahwa Arga sudah masuk lagi ke kamar karena tadi dia sempat keluar. Betapa leganya dia saat masuk dia tidak melihat Arga. Yak kenapa keberuntungan selalu berpihak padamu aku jadi kesal😤 , hei hei hei kenapa kamu marah thor bukannya cerita ini kamu yang buat dasar author cantik 👍🤣.oke oke back to topik setelah membaringkan Nara dia langsung keluar menuju kamarnya dengan senyum bahagia.


Arga prov


Kenapa tiba-tiba aku merasa sangat panas apakah AC nya tidak berjalan dengan baik jika iya maka aku akan kasih bintang dua saja bagaimana tidak hotel bintang lima seperti ini tapi AC nya tidak berfungsi dengan baik. Shit!! Kenapa aku merasa semakin panas ,Oh lord panas semakin menjadi  damn it, dia terus memaki hotel ini. Ih daripada aku memaki ga jelas gini sebaiknya aku mandi dulu.


15 kemudian Arga keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya iya ketika melihat seorang gadis cantik kulit putih mata yang indah lekuk tubuh yang bagus rambut hitam yang panjang dengan keringat dikeningnya menambah kesan sexy pada dirinya.


Gadis itu sedang menggeliat seperti cacing kepanasan sambil mengatakan "help me please, siapapun tolong aku tolong ini panas sekali" Ucap gadis itu sambil terus menggeliat dia terlihat sangat tersiksa. Arga yang melihat itu sedikit takut tapi juga terpesona dengan lekuk tubuh gadis itu, dia saat ini menginginkan gadis itu. What tunggu apa menginginkannya berarti dia tidak phobia lagikah? Disatu sisi dia menginginkan gadis itu dia ingin membantu gadis itu tapi sisi lain darinya merasa takut untuk mendekatinya .


Setelah larut dengan pikirannya saat dia sadar matanya langsung mendapati sepasang mata indah milik gadis itu sedang menatap dirinya memohon bantuannya matanya yang indah itu membuat Arga bingung apa yang harus  ia lakukan?


Entah dorong dari mana kakinya membawanya mendekat pada gadis itu tapi anehnya dia tidak merasakan takut sama sekali justru sebaliknya dia malah menginginkan gadis itu. Saat dia sudah berada dipinggir ranjang gadis itu langsung memeluknya dan menciuminya  dan dengan senang hati Arga membalas ciuman itu.


Aish!sialan kenapa dia sangat menggoda, oh shit bibirnya sangat manis. Sialan aku menginginkannya, huhhh persetan besok dia akan semarah apa yang penting keinginannya terpenuhi yang lain dipending dulu. Kira-kira seperti itu lah yang dipikirkan Arga dia tanpa berhenti memaki dirinya sendiri dan gadis itu .


Arga prov end


Setelah itu kalian tau sendiri apa yang terjadi aku ngga mau dosa ya terserah kalian berfantasi sendiri aku ga mau ya menanggung dosa, maaf aku masih polos😇😇😇😇😇🤗🤗🤗🤗🤗😎😎😎😎


How do you feel sorry for Nara?


Or annoyed with Nara's mother and step sister?


I never get tired of telling you guys to vote and comment


Klik tanda bintang dan mampir kekomen ya gais makasih😇😇😇


Help me please-


Nara



Aku akan menolongmu-


Arga