
...Hai everyone ...
...Aku harus ngomong sekali lagi ...
...Kalo aku bakal jarang up...
...Aku ngomong gini biar kalian g kecewa ...
...Jangan lupa like & coment...
...๐๐****SELAMAT MEMBACA๐๐...
...*๐๐HAPPY READING***๐๐**...
...*...
...*...
...*...
Setelah berbicara dengan Dirga Arleta kembali keruang keluarga untuk melanjutkan telfon dengan ayahnya.
"Ayah disana?"
"Hm. Jadi gimana?"
"Kak Dirga mau ko"
"Bagus, ayah jemput sekarang ya?"
"Jangan!! Kak Dirga mintanya besok setelah pulang sekolah"
"Hah? Kenapa?"
" Karena Ini sudah sore, sebentar lagi ibu pulang , ibu tidak akan mengijinkan kak Dirga keluar "
"Ibu?"
"Aish kakak cantik lah, emang salah ya aku manggil ibu lagian dia juga ibuku"
"Hahahaha ga gitu sayang, ayah hanya heran aja"
"Heran kenapa?"
"Ga bukan apa-apa, luapkan. Jika itu alasannya gapapa sih ayah juga setuju, jadi besokkan abis pulang sekolah nanti om David akan menjemputmu"
"Ga perlu ayah , aku pake aku bisa naik bus sekolah kau mau mandiri "
"Gak!! Pokoknya nanti om David yang akan menjemputmu. Ayah takut nanti kamu diculik lah dicopet atau diapain ayah ga mau kamu kenapa-kenapa"
"Oh ayolah!!! Aku sudah besar bukan anak kecil yang selalu ayah jaga sangat ketat , aku sudah tau mana yang kira-kira gak aman atau yang kira-kira gak baik aku dah bisa bedain yang mana yang salah"
"Besok om David akan menjemputmu"
"Ck ayolah !! Aku juga dah biasa naik bus sekolah ketika kerumah Kak Dirga . Ada Kak Dirga yang menjagaku, dia bisa melindungiku, bahkan dia sangat melindungiku"
"Tapi-"
"Aku menyayangimu ayah"
"Baiklah baiklah silahkan "
Lalu telfon ditutup sepihak tanpa mengucapkan 'ayah tutup ya' sangat tidak sopan emang, huh!!untung ayahnya kalo bukan dah dimaki kalo telepon lagi.
Lalu terdengar suara mobil berhenti sepertinya Arleta sudah dijemput pak Joko.
"Kak sepertinya aku sudah dijemput aku pulang dulu ya" Pamit Arleta.
"Hm sudah sana pergi" Usir Dirga
"Ih kakak kok ngusir sih. Padahal aku sangat berat untuk pulang" Ucap Arleta cemberut.
"Huh" Dirga menghela nafas lalu memegang pundak Arleta lembut.
"Bukan gitu, tapi kan emang sudah dijemput kalo kamu lama-lama disini kasian pak Joko nunggu lama" Ucap Dirga lembut. Lalu bel berbunyi.
"Noh pak Joko dah nungguin , udah sana "
"Mmmm" Arleta masih cemberut.
"Kalo kamu pulang kemaleman emang ga dimarahin sama ayah?" Tanya Dirga meyakinkan.
"Mmm, iya sih tapi "
"Udah buruan sana, ya udah besok aku ga akan ikut kamu" Ancam Dirga.
"Eh eh baiklah "
"Kalo begitu aku pulang dulu ya kak. Samapai jumpa besok jangan lupa izin sama ibu " Ucap Arleta lalu pergi keluar.
"Hati-hati" Ucap Dirga lirih setelah kepergian Arleta.
*
*
*
Nara pulang pukul tujuh malam, entah apa yang dia lakukan sampai pulang jam segitu padahal tadi selesai wawancara pukul dua siang , mungkin pekerjaan tambahan.
"Ibu pulang" Ucap Nara sambil membuka pintu lalu dia melepas sepatu menggantinya dengan sandal rumah, lalu menuju dapur.
"Oh ibu sudah pulang, kenapa pulang jam segini?" Tanya Dirga dia sedang membuat sesuatu entah apa yang dia buat.
"Tadi ibu membantu teman sebentar " Ucap Nara sambil membuat minuman.
"Oh"
"Kau sudah makan, sudah mandi?" Tanya Nara.
"Sudah, tapi aku belum makan aku menunggu ibu" Ucap Dirga.
"Kenapa menunggu ibu?" Nara telah selesai membuat minuman.
"Tidak apa aku hanya ingin makan sama ibu"
"Kau masak apa?"
"Aku? Entah apa yang aku masak aku hanya memasak yang ada di kulkas" Ucap Dirga .
"Lah ko gatau? Kamu masukin apa aja?"
"Ada tahu, toge , tomat, sama cabe aku jadi satu"
"Owh, mau ibu bantu?" Tawar Nara.
"Baiklah ibu mandi dulu " Dirga hanya mengangguk.
Sepuluh menit kemudian makanan telah siap diatas meja ,Dirga sedang menunggu ibunya dimeja makan dia bermain game di hape-nya.
"Hei sayang lama?" Sapa Nara dia telah selesai mandi.
"Banget" Ucap Dirga, Nara hanya tertawa.
"Sebaiknya kita makan nanti keburu dingin" Ucap Nara.
Mereka makan dengan hikmat hanya ada dentingan sendok mereka sangat tenang makannya tidak ada yang terburu-buru. Setelah selesai makan Nara yang mencuci piring sedangkan Dirga dia masih diam ditempat duduknya.
"Bu" Panggil Dirga. Nara yang sedang mencuci peralatan masak dan makan pun menoleh ke Dirga dia mengangkat alisnya seperti berkata 'ada apa?' kepada Dirga.
"Besok setelah pulang sekolah aku boleh ikut Arleta?" Tanya Dirga dengan hati-hati takut tidak diizinkan.
"Mau ngapain ikut Arleta? Mau pergi kemana?" Tanya Nara masih melanjutkan aktivitasnya.
"Maksudku aku mau main kerumah Arleta boleh?" Tanya Dirga.
"Emang dibolehin sama orang tuanya dia?"
"Boleh ko malah aku disuruh mainย ke sana"
"Sampai jam berapa?"
"Entah"
"Tapi ibu ngizinin aku kan?"
"Hm tapi jangan lama-lama"
"Beneran boleh?"
"Iya"
"Makasih bu"
"Sama-sama. Tapi dengerin pesan ibu "
"Iya apa bu?"
"Jangan ngrepotin disana, jangan nakal, jangan membuat keributan, bersikap sopan, jangan kasar dan yang terpenting harus pulang sebelum pukul enam sore paham" Ucap Nara menghentikan aktivitasnya.
"Bu aku sudah besar jangan terlalu khawatir aku akan ingat pesan ibu dan aku akan mengingat pesan terpenting 'harus pulang sebelum pukul enam sore' iya bu aku sudah ingat" Ucap Dirga malas. Selalu seperti ini menasehati panjang lebar padahal dia kan sudah tahu semuanya bahkan sudah hafal.
"Anak pintar" Ucap Nara sambil memberikan 2 jempol.
"Baik sekarang anak pintar yang baik dan manis tidur ya , lihat jam sudah waktunya tidur besok sekolah kan?"
"Baik bu"
"Jangan lupa gosok gigi dan cuci kaki sebelum tidur"
"Iya "
"Night sayang"
"To "
*
*
*
Setelah pulang sekolah
Dirga dan Arleta sekarang sedang berada di bus sekolah.
"Kakak sudah izinkan?" Tanya Arleta.
"Kau sudah berapa kali bertanya?" Ucap Dirga datar.
"Hehehe kan takutnya kakak bohong"
"Huh"
Setelah itu hening diantara mereka hanya ada percakapan anak lainnya.
"Pak berhenti " Ucap Arleta lalu turun dari bus bersama Dirga dia menggandeng tangan Dirga.
Mereka berjalan menuju pintu utama dan menyapa pak satpam.
"Hai Pak" Sapa Arleta.
"Hai nona muda, apa kau mau bertemu ayahmu? Nona kesini sendirian? "
"Tidak aku tidak sendirian aku kesini sama kakaku " Ucap Arleta sambil mengangkat tangan yang menggenggam tangan Dirga sedangkan Dirga hanya diam.
"Nona kesini naik apa?"
"Ada lah pokoknya, sekarang bisakan bukakan pintu untukku?"
"Oh silakan nona" Lalu satpam menuntun mereka ke meja resepsionis setelah itu dia pergi.
"Nona mau bertemu ayah ya?" Tanya resepsionis.
"Hm" Jawab Arleta singkat, Dirga menoleh ke Arleta dia heran.
'Ada Apa dengannya perasaan tadi ramah banget sama pak satpam lah ko sekarang malah cuek banget sama resepsionis?' batin Dirga heran.
"Sebentar ya saya hubungi ayahmu agar menjemputmu"
Setelah resepsionis telfon mereka duduk di sofa yang memang sudah disediakan. Tak berselang lama ada seseorang yang memanggil Arleta.
"Arleta" Panggil Arga.
Arleta dan Dirga menoleh kebelakang.
"Ayah" Sapa Arleta.
"Hey nak sudah lama?" Tanya Arga pada Dirga.
"Iya" Dirga menjawab singkat.
Arga tersenyum lalu mengelus rambut kedua anaknya.
"Kita ngobrol diruangan ayah ya?" Arleta dan Dirga hanya mengangguk.
************************************************
Jangan lupa like & coment