
Monday is sunny but this is a very annoying day
HAPPY READING🐣🐣
Senin pagi yang cerah,burung berkicau dengan merdu, matahari yang sudah tidak malu lagi menampakkan dirinya, tetes embun jatuh dari pepohonan dan bunga-bunga didepan rumah membuka mahkotanya yang indah, jalanan yang sudah mulai ramai karena aktivitas para warga ,mulai terdengar suara bising kendaraan, tetapi suara bising itu tidak bisa membangunkan seorang wanita cantik yang sedang tidur dengan nyenyak bahkan sinar matahari yang masuk ke kamarnya tidak bisa membangunkan wanita cantik itu bukannya bangun malah merapatkan selimutnya ,suara ketukan dari tadi didengarnya tapi dia menutupi telinganya menggunakan bantal dan tertidur lagi dasar kebo huh!!!! Hingga seorang anak kecil masuk ke kamarnya.
"Ibu bangun ini sudah siang buakankah hari ini ibu berangkat bekerja " Uacp Dirga sambil menggoyangkan tangan ibunya kekiri kekanan berharap tidur ibunya terusik.
"Dirga ini masih sangat pagi ibu masih sangat mengantuk lagian nanti ibukan masuk pukul 07.30 ini masih sangat pagi masih pukul 05.00,jadi nanti bangunkan ibu pukul 05.30 ya,sekarang kamu keluar ibu mau lanjut tidur" Ucap Nara panjang dengan mata tertutup dan suara serak khas bangun tidur.
"Astaga ibu ,bahkan sekarang sudah pukul 06.55 bu,35 menit lagi masuk, ibu bersiap-siap setidaknya 20 menit dan itu belum termasuk sarapan berangkat butuh waktu 15 menit jika tidak macet belum lagi bukannya Ibu bilang hari pertama bekerja akan ada meeting pagi ibu harus persiapan meeting , tante Bora sudah berangkat dari tadi. Ibu bangun ini sudah sangat terlambat cepatlah bu" Ucap Dirga takalah panjang + perhitungan waktunya, sambil menggoyangkan tubuh ibunya kekiri kekanan dan menepuk-nepuk pipi ibunya.
"Oh pukul 06.55 masih tenang aja" Ucap Nara dengan santai lalu detik berikutnya "apa 06.55 aku pasti akan terlambat kenapa km g bangunin aku,oh shit apakah masih ada waktu ? Aish sialan aku ditinggal Bora" Ucap Nara membuka mata lebar-lebar lalu menuju kamar mandi .
"Ga bangunin apanya sudah 1 jam aku membangunkanmu bu" Ucap Dirga jengah dengan kelakuan ibunya memang tidak pernah berubah lalu dia mengambil setelan kantor milik ibunya.
"Dirga minta tante Ika untuk memesankan taksi dan bungkus kan sarapan untuk ibu " Ucap Nara dari kamar mandi yang ada didalam kamarnya.
"Baiklah bu aku sudah siapkan baju kantor ibu aku taro diranjang" Ucap Dirga setelah menyiapkan baju ibunya dia turun untuk menyampaikan pesan ibunya.
*
*
*
"Dirga gimana Nara dah bangun " Ucap ika ketika melihat Dirga berjalan menuju dapur.
"Sudah baru aja bangun dan mengomel seperti biasa" Ucap Dirga sambil memutar Bola matanya malas.
"Huh ibumu dari dulu emang susah banget dibangunin kalo begadang" Ucap ika ikut-ikutan memutar bola matanya seperti Dirga.
"Hm, tante ibu menyuruh tante ika pesankan taxi dan membungkus sarapannya,tante ika biar aku membungkus sarapan ibu " Ucap Dirga lalu mulai membungkuskan sarapan untuk ibunya.
"Owh oke baiklah " Ucap ika lalu memesankan taxi untuk Nara.
"Tante tidak kerja" Tanya Dirga ketika melihat Ika sudah selesai memesan taxi.
" hari ini aku akan menemanimu aku sudah bilang sama ka Galih akan menemanimu mungkin nanti aku akan bekerja tapi sedikit nanti akan ada yang membawa pekerjaan kesini kata ka Galih " Ucap ika sambil memperhatikan setiap gerak gerik Dirga yang sedang membuat sandwich untuk ibunya.
"Maaf jadi merepotkan tante tapi aku bisa dirumah sendiri"
"Oh no no no anak kecil dirumah sendirian tentu saja tidak boleh" Ucap ika sambil menggerakkan jari telunjuk kekanan kekiri didepan wajah Dirga.
"Aku bukan anak kecil,aku bisa menjaga diri "
"Tetap saja aku akan disini lagian aku juga masih kangen sama kamu "
"upset aunt" Ucap Dirga lalu terdengar suara langkah kaki menuruni tangga dengan cepat .
"Hati-hati ibu nanti jatuh" Ucap Dirga memperingati.
"Iya sayang tapi sekarang ibu sedang buru-buru,kamu dirumah sama tante ika ya jangan nakal,jangan lupa makan siang,jangan membuat tante kerepotan oke" Ucap Nara menasihati.
"Iya bu" Ucap Dirga malas berdebar."nih sarapannya taxinya sudah sampai ibu hati-hati dijalan "ucap Dirga sambil memberikan Sandwich yang dibuatnya tadi.
" Hm makasih sayang ibu berangkat dulu ya"ucap Nara lalu mencium kening anaknya.
"Ika aku berangkat dulu y tolong jaga Dirga "
"Iya tenang saja,sudah sana berangkat kasian supir taxinya" Ucap ika yang hanya dibalas anggukan sama Nara.
*
*
*
Divila utama keluarga Adiwijaya sepasang ayah dan anak sedang sarapan bersama.
"Ayah nanti bawakan aku coklat ya aku ingin coklat" Ucap Arleta sambil memakan sarapannya.
"Ita nanti siang ayah akan belikan coklat nanti coklatnya akan diantar kevila tapi ingat setelah makan coklat langsung gosok gigi oke cantik" Ucap Arga sambil mengelus kepala anaknya.
"Oke ayah"
"Kalau begitu ayah berangkat dulu ya habiskan sarapannya dan jangan lupa habiskan makan siang,baik-baik dirumah "
"Hm hati-hati dijalan ayah"hanya dibalas anggukan dari Arga dan ciuman dikeningnya .
" Jaga Arleta dengan baik "ucap Arga pada ketua pelayanan bi inah.
" Baik tuan saya akan menjaga nona muda dengan baik,Hati-hati dijalan tuaan "ucap bi inah . Lalu Arga pergi dan semua pelayanan yang bertemu dengannya membungkan badan dengan hormat.
*
*
*
Setelah Nara keluar rumah dia langsung masuk taxi yang sudah dipesankan oleh Ika.
" Maaf Pak agak lama"ucap Nara dengan tak enak hati.
"Tidak apa-apa Mbak,kita mau kemana"
"Perusahaan Ray ,pak ngebut ya sebentar lagi saya terlambat"
"Baik mbak" Ucap sang sopir taxi lalu mulai menjalankan mobilnya.
"Mbak belum sarapan ,dibawakan sarapan wah keluarga mbak baik sekali" Ucap sang sopir taxi ketika melihat dari kaca Nara sedang memakan sarapannya.
"Iya Pak belum saya kesiangan" Ucal Nara sambil memakan sarapannya.
"Pak dipercepat ya"
"Baik mbak "sopir taxi langsung melajukan kendaraan dengan cepat tapu tetap berhati-hati.
*
*
*
Pukul 07.30 Nara sampai dikantor dia beruntung hari ini karena jalanan tidak macet, mungkin kalo macet Nara akan sampai kantor pukul 08.00 karena pagikan waktunya orang beraktivitas kekantor,berangkat sekolah,belanja sayur,atau sekedar Jalan-jalan . Nara langsung masuk ke lift naik ke lantai 5 ,mungkin Tuhan sedang memberi keberuntungan padanya karena dia hanya sendiri dilift tanpa menunggu oh senangnya semoga hari ini keberuntungan berpihak padanya dia hanya bisa berharap. Pintu lift terbuka dia langsung keluar dan berjalan cepat dan sedikit berlari menuju ruang rapat,saat sudah dekat Nara melihat ada beberapa orang yang baru masuk kedalam ruang rapat oh betapa leganya dia belum telat sehingga dia tidak akan dicap sebagai karyawan buruk karena hari pertama bekerja sudah telat. Saat Nara masuk disana semua peserta rapat sudah duduk dengan rapi dengan map didepan mereka , Nara melihat hanya ada 1 kursi kosong dan yang pasti itu kursinya .
"Baru akan mulai,cepat kamu duduk" Ucap pimpinan Redaksi dari kantor media RAY namanya Eric.
Nara langsung duduk disamping Bora. Dia sangat kesal dengan sahabatnya yang satu ini bagaimana ga marah Bora ga bangunin padahal malamnya Nara pesan sama Bora untuk membangunkan dipagi hari eh malah ga dibangunin dan ditinggal kekantor duluan siapa yang ga kesel kalo digituin. Nara duduk dengan cemberut.
"Yak kau sialan kenapa ga bangunin aku dan kenapa ga nungguin aku ko ditinggal" Bisik Nara pada Bora dengan nada kesal.
"Maaf tapi aku sudah bangunin kamu tapi kamu ga bangun-bangun kerana kamu lama ga bangun + aku takut telat jadi aku tinggal" Bisik Bora pada Nara.
"Huh!!!" Nara hanya menghela nafas dan mengangguk lalu "hei kalian berdua fokus " Ucap Eric dengan tegas.
"Iya" Ucap Nara dan Bora bersama lalu fokus pada rapatnya.
"Dalam 2 hari Laura Putri Alberta dia telah menandatangani kontrak dengan suny entertainment dibawah naungan Star Group dan juga memenangkan kontraknya dengan Star Group dalam " Ucap Eric.
"Apa yang telah Laura lakukan sehingga dalam waktu sangat singkat bisa mendapatkan kontrak dengan Star Group cara kotor apa yang dia lakukan" Ucap lili.
"Mungkin dia melakukan one night stand dengan CEO Star Group " Ucap salah satu peserta rapat.
"Mungkin saja kalo ga mana mungkin dia akan mendapatkan kontrak hanya dengan 2 hari" Ucap peserta lainnya.
"Sepertinya dia bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla ..................."
"Kalo begitu ayo kita beraksi" Ucap Bora dan disetujui oleh semua peserta rapat dengan semangat.
"Bagus aku suka semangat kalian. Baik kita akan memggali trik apa yang digunakan Laura " Ucap Eric.
"Baik ayo" Ucap serempak peserta rapat.
"Kita membutuhkan seseorang untuk memimpin , aku tidak tahu siapa yang akan bersedia memimpin?" Ucap Eric dengan nada berharap.
Seketika setelah Eric menayangkan itu ruang rapat langsung hening peserta rapat sling pandang seolah menyuruh untuk memimpin kasus ini . Hening lebih dari 1 menit tidak ada yang menjawab membuat Eric geram.
"Hei kenapa ga ada sukarelawan bukannya tadi semangat kenapa sekarang ga ada yang bersedia" Ucap Eric.
"Mmmmm jika aku yang memimpin aku kan masih harus menyelesaikan artikel yang belum beres ,bagaimana kalo Nara aja dia kan di perusahaan sebelumnya kinerjanya bagus " Ucap lili mencari aman.
"Iya iya bener itu kan Nara belum ada pekerjaan " Ucap salah satu peserta mencari aman.
"Nara aja aku setuju sama lili" Ucap yang lain mencari aman dan seterusnya menunjuk Nara mereka mencari aman. Dasar maunya diberi pekerjaan mudah yang susah dilempar ke Nara rasanya Nara ingin baku hantam mereka.
"Karena semua setuju Nara maka untuk kasus ini saya akan berikan kepada Nara. Kamu setuju kan" Uca Eric pada Nara.
"Setuju ga setuju udah takdirku mendapat tugas ini. Tapi nanti siapa yang akan melakukan tugas kantor dan siapa yang akan menjadi pratnerku semua kan sibuk masa sendiri ya ga mungkin aku mau yang jadi pratnerku seseorang yang tidak ada pekerjaan sepertiku /Karyawan baru sepertiku" Ucap Nara dengan lesu diawal dan nada menyindir di akhir. Eric tampak berfikir lalu,
"Bora , Bora yang akan menjadi pratnemu diakan karyawan baru sepertimu dan dia juga belum ada pekerjaan gimana Bora mau" Ucap Eric setelah berfikir.
"saya mau" Ucap Bora dengan kalem berbeda didalam hatinya dia memaki sahabat lacknat nya ini. Berbeda juga dengan Nara dalam hatinya dia sedang tersenyum senang.
"Kalian berdua bisa menyelidikinya besok "
"Baik pimpinan" Ucap Bora dan Nara bebarengan.
"Kalo begitu rapat hari ini selesai " Ucap Eric lalu meninggalkan ruang rapat yang diikuti peserta rapat lainnya hingga kini tersisa Nara dan Bora.
"Yak sialan kau kenapa melibatkan aku" Ucap Bora dengan nada kesal.
"Salah sendiri kenapa tadi pagi ga bangunin aku dan ninggalin aku" Ucap Nara santai.
"Kau mulai jadi pendendam" Nara hanya mengangkat bahu tak peduli.
"Aish kau ini aku ingin sedikit istirahat kenapa malah disuruh menyelidiki kasus kaya gini, kita baru saja kemabli dari luar negeri badanku rasanya masih pegel malah kamu tambahin dengan tugas " Ucap Bora dengan nada kesal yang bertambah ,Nara hanya diam memperhatikan sambil tersenyum.
"Oh astaga kau ini membuatku kesal. Dengar ya jika kita tidak mendapatkan fakta maka aku akan melemparmu ke jurang kalo ga kau akan kelempar kekandang macan yang kelaparan biar kau dimakan" Ucap Bora mengancam.
"I don't care,yang penting kamu jadi pratnerku" Ucap Nara lalu berjalan menuju pintu.
"Yak kau ini damn you oh kau jerk" Ucap Bora dengan nada kesal maksimal. Nara berhenti melangkah lalu menoleh kebelakang tersenyum penuh kemenangan lalu dia keluar dari ruang rapat.
" Aish don't leave me, Yak wait for me" ucap Bora lalu menyusul Nara.
*
*
*
Arga dia berada kantornya seharusnya dia sekarang sedang berkutat dengan dokumen-dokumen bukan melamun memikirkan sesuatu entah apa yang dia pikiran kita tanya saja.
" Huh" Arga menghela nafas entah sudah berapa kali dia menghela nafas sebenarnya apa yang dia pikirkan.
" Karena semalam aku membicarakanmu dengan Arleta aku jadi nambah terobsesi denganmu,sebenarnya kamu siapa dan dimana,walau kita hanya bertemu sekali tapi kamu berhasil menarik perhatianku dan membuatku terobsesi denganmu" Ucap Arga tiba-tiba. Oh ternyata sedang memikirkan gadismu kukira mikirin apa😆😆.oke back to topic.
Dari tadi seseorang memgetuk pintu tapi tidak dijawab oleh Arga, ketukan dipintu berubah jadi gedoran kasar yang membuat lamunan Arga buyar.
"Aish siapa sih" Ucap Arga kesal lalu menyuruh masuk "Masuk." Lalu pintu terbuka menampakkan seseorang yang dari tadi mengetuk pintu dengan kasar.
"Kenapa lama sekali meyuruhku masuk" Uacp asistennya David ya David yang tadi mengetuk pintu dengan kasar sebenarnya tanpa melihat pun Arga tau siapa yang berani mengetuk pintu sekasar itu yang pasti David sahabat + asisten+ sekertaris nya. Dia masuk membawa dokumen lalu menyerahkannya pada Arga.
"Aku membutuhkan tanda tanganmu" Ucap David lalu Arga membaca sekilas dokumen itu dan menandatanganinya.
"Kau sedang apa tadi kenapa lama pake banget menyuruhku masuk?" Tanya David lagi dan hanya melirik sekilas seperti mengatakan 'kamu tidak perlu tau' lalu melanjutkan mengerjakan dokumen yang tadi sempat tertunda karena melamun. David belum pergi dia malah memperhatikan Arga yang sedang bekerja, Arga yang menyadari David belum pergi lalu menghentikan aktivitasnya lalu menatap David .
"Kenapa masih disini ,pergi!!" Arga berucap dengan nada perintah.
"Ga kenapa-kenapa tapi bisa ga ngusirnya jangan kasar gitu" Ucap David sambil mengerucutkan bibirnya.
Arga hanya menatap tajam seolah berkata 'pergi/aku bunuh kau' dan tatapmu itu sukses membuat David ketakutan lalu pergi.
"Hehehe iya iya aku pergi"
"Dasar manusia batu+ kulkas untung sahabat kalo bukan sudah aku bunuh" Ucap David lagi dengan lirih tapi masih bisa didengar Arga.
" Gapapa sih kalo mau bunuh paling nanti orang yang mau bunuh aku sudah aku bunuh duluan dan mayatnya aku buang di kolom jembatan satu lagi aku pastikan dia akan mati mengenaskan " Uacp Arga mengingatkan.
"Kau sadis sekali " Ucap David Bergidik ngeri membayangkan.
"Just kidding hehehe 😁" Setelah mengucapkan itu David langsung ngicir pergi secepat kilat Arga hanya memandang kepergian David dengan heran.
"Apa harus secepat itu "
*********************************************
Sahabat lackanat