THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
BERTEMU AYAH (1)



...MAAF...


...Aku jarang up...


...Tidak tapi sangat jarang...


...Maaf kalo banyak typo...


...Pokoknya...


...HAPPY READING...


...*...


...*...


...*...


"Arleta" Panggil Arga.


Arleta dan Dirga menoleh kebelakang.


"Ayah" Sapa Arleta.


"Hey nak sudah lama?" Tanya Arga pada Dirga.


"Iya" Dirga menjawab singkat.


Arga tersenyum lalu mengelus rambut kedua anaknya.


"Kita ngobrol di ruangan ayah ya?"


Arleta dan Dirga hanya mengangguk.


Lalu mereka masuk kelift bertiga karena tadi Arga turun sendiri tidak ditemani asistennya. Didalam lift


"Bagaimana tadi disekolah?" Tanya Arga membuka obrolan.


"Seperti biasa" Jawab Arleta.


"?"


"Membosankan" Arleta menjawab dengan malas.


"Memang biasanya membosankan y, mau ayah pindahkan ke Galaksi ?"


"Tidak" Jawab Arleta tegas. Dirga menoleh kenapa batinnya.


"Katanya di sana membosankan y udah ayah pindahkan ko g mau?"


"Pokoknya tidak mau"


"Alasannya?"


"Ka Dirga g mau pindah" Jawab Arleta.


"Kenapa ?" Tanya Arga dia menoleh ke Dirga.


"G ada alasan" Jawab Dirga pendek.


Lalu pintu lift terbuka mereka berjalan keluar menuju ruangan presedir. Arleta dan Dirga masuk keruangan Arga, sedangkan Arga masuk keruangan David.


"Kalian tunggu didalam y" Pinta Arga, mereka mengangguk lalu masuk keruangan Arga.


Diruangan David.


"Ada Apa tuan kemari? Ada masalah?silakan duduk" Ucap David mempersilakan Arga duduk.


"Tidak perlu, kamu banyak pekerjaan? Ayo ikut aku" Belum sempat David menjawab tangannya sudah ditarik Arga  keluar ruangan , mereka masuk keruangan Arga.


"Hai nona Arleta dan tuan Dirga" Sapa David saat melihat mereka duduk disofa.  Dirga bingung kenapa dia dipanggil tuan, ingin bertanya tapi Arga langsung menyuruh mereka masuk ruang tersembunyi. Dirga kaget 'aku baru tau ada ruangan lain disini' batin Dirga. Mereka masuk dan duduk disofa yang sudah disediakan.


Hening tidak ada yang membuka pembicaraan.


Dirga melihat satu persatu manusia yang ada diruangan itu lalu berkata.


"Aku ada pertanyaan" Dirga membuka suara, semuanya melihat kearah Dirga lalu mengangguk memeprsilakan Dirga bertanya.


"Pertama kenapa tadi om memanggilku tuan aku kan bukan siapa-siapamu. Kedua apa yang akan kau bicarakan. Ketiga aku memanggil kalian apa. Terakhir bisakah kita lebih cepat aku tau ini akan jadi pembicaraan yang panjang, ibu menyuruhku pulang sebelum pukul lima sore" Tanya Dirga beruntut,pertanyaan itu ditunjukkan kepada David dan Arga.


"Satu-satu nak, Ayah akan menjawab satu-satu" Ucap Arga setelah mencerna pertanyaan Dirga.


" Pertama ayah akan mengenalkan diri dulu atau kau sudah tau?" Tanya Arga.


"Dia sudah tau" Jawab Arleta mewakili Dirga.


"Oh baiklah, kalo begitu om David yang akan memperkenalkan diri" Ucap David.


"Dia juga sudah tau" Jawab Arleta lagi.


"Oh tau darimana?" Tanya David.


"Om tau dia hacker tau kaya ayah, mungkin bakat komputer ayah turun ke ka Dirga" Jawab Arleta.


"Hei kenapa kau yang menjawab, ayah kan g nanya sama kamu" Ucap Arga kesal.


"Biarin" Ucap Arleta menjulurkan lidah ke Arga. Arga geram tapi dia melihat Dirga tersenyum membuat dia tidak jadi marah.


"Ehem.... Baik kita lanjutkan. Karena kau anak ayah jadi kau harus dipanggil Tuan Muda seperti Arleta dia juga dipanggil Nona muda" Ucap Arga .


"Hm" Jawab Dirga.


" Yang kedua ,aku yakin kau tau apa yang akan kita bahas " Ucap Arga.


"Kenapa kau yakin ,aku tau apa yang akan dibicarakan?" Tanya Dirga.


"Because you're my child" Ucap Arga yakin.


"Hm" Dirga. Arga tersenyum mendengar Jawaban Dirga.


"Yang ketiga kau panggil aku ayah. Ayo mulai sekarang panggil aku ayah " Ucap Arga semangat, David dan Arleta yang melihat kelakuan  Arga merasa aneh.


"Kenapa?" Tanya Arga saat melihat pandangan Arleta dan David menatap aneh kepadanya.


"Jangan menatapku" Ucap Arga.


"Ayo panggil aku Ayah" Ucap Arga lagi dengan binar senang.


"Kenapa?" Tanya Dirga.


"Because you're my child" Jawab Arga sama.


"Huh!" Dirga menghela nafas.


"Aku akan memanggilmu dengan sebutan Ayah" Ucap Dirga.


"Terimakasih nak" Ucap Arga hampir memeluk Dirga tapi sudah di duluin sama Arleta.


"Dia kakakku, Ayah tidak boleh memeluknya, hanya aku dan ibu yang boleh memeluk ka Dirga" Ucap Arleta sambil memeluk Dirga dari sampaing matanya menatap Arga tajam.


"Iya iya sudah, bisakah kau lepaskan, sekarang bisa kita membahasnya sekarang" Ucap Dirga. Arleta melepaskan pelukannya.


"Kau sama sepertiku y, baik kita bahas sekarang" Ucap Arga.


"Baik kita mulai dari mana" Ucap David.


"Pertama aku tanya tentang Nara dulu, apa yang kalian tau?"Ucap Arga.


"Apa ayah bisa dipercaya?" Tanya Dirga.


"Ayah tidak akan berbohong, percayalah padaku" Ucap Arleta meyakinkan.


"Baiklah"


"Jadi, apa yang kalian tau?" Tanya David.


"Sebelum itu, ayah taukan ibu pernah datang kekantor ini" Ucap Dirga.


"Oh soal itu, aku tanya apa yang dia lakukan di kantorku?" Tanya Arga.


"Bisakah ayah membantu ibu?"


"Tentu, kau tau aku akan melakukan apapun untuk kalian, jadi apa yang bisa aku bantu?"


"Belum lama ini Laura Putri Alberta menandatangani kontrak dengan perusahaan ayah. Nah ibu sedang menyelidiki  tentang itu" Jawab Dirga.


"?"


"Ini kan ada hubungannya dengan perusahaan ayah, apa ayah akan membantu ibu, tapi nanti ayah akan rugi mungkin" Ucap Dirga melanjutkan.


"Kamu ingin aku membantu wanitaku tapi akan berakibat pada perusahaan ku?" Tanya Arga.


"Tidak mau?"


"Bukan tidak mau, apa yang ingin kau tau tentang Laura?"


"Bagaimana si nenek lampir itu bisa dengan mudah mendapatkan kontrak dengan ayah?" Tanya Arleta .


"Kau tau apa?" Tanya David meledek.


"Yak! Aku tak sebodoh itu" Ucap Arleta kesal.


"Kau kan masih anak kecil tau darimana?" David masih meledek.


"Jangan meragukan mu kemampuanku"


Dirga dan Arga hanya melihat drama unfaedah yang masih berlanjut,lalu mereka saling pandang lewat mata mereka seperti bilang 'jangan hiraukan mereka, abaikan saja' Dirga memahami itu dan mengangguk.


"Kau ingin tau?"Dirga menggagguk.


"Mencari model aku serahkan kepada manager pemasaran tanya David dia juga belum laporan kepadaku tentang bagaimana caranya mendapatkan model " Jawab Arga.


"Ayah, sebenarnya ibu sudah mewawancarai Laura "


"Terus seharusnya sudah selesai kan apa hubungannya dengan perusahaanku?"


"Emang sudah selesai tapi jika artikel yang ditulis ibu terbit, kemungkinan besar Laura & Star Group akan terkena skandal"


"Aku mengerti, bilang kepada ibumu jangan khawatir tentang perusahaan aku akan mengurusnya" Ucap Arga tersenyum.


"Apa secepat itu memutuskan?" Ucap Dirga heran.


"What do you expect?"


"Tidak, bukan apa-apa"


"Kau paham bahasa Inggris?"


"Tentu, aku menguasai 3 bahasa seperti ibu"


"3?"


"Indonesia, Korea, Inggris"


"Ah Korea aku tidak heran jika kau menguasai bahasa itu, tapi bahasa Inggris aku kira kamu tidak belajar"


"Waktu ibu kuliah, ibu selalu mengajari 3 bahasa itu" Ucap Dirga. Arga yang mendengarnya terenyuh.


'Wanitaku hebat dia kuliah sambil ngurus anak' batin Arga.


"Oke, back to topic , beneran tidak apa-apa?"


"Iya, percaya sama ayah, kau jangan bilang siapa-siapa ayah sebenarnya seorang hacker" Bisik Arga ditelinga Dirga takut ada yang dengar, sebenernya David dan Arleta sudah tau soal itu.


"Really?"


"Hm, ngomong-ngomong bukankah kamu juga bisa meretas nak?" Tanya Arga sambil mengusap kepala Dirga.


'Ternyata begini rasanya usapan seorang ayah' batin Dirga.


"Hei nak" Ucap Arga karena Dirga melamun.


"Eh, iya apa?"


"Kau baik-baik saja? Apa yang kau pikiran?"


"Tidak ada"


"Terus kenapa melamun?"


"Tidak bukan apa-apa, ga penting ko. Tadi kenapa yah?"


"Bukankah kau juga bisa meretas?"


"Darimana ayah tau?"


"Sudah kuduga pasti kamu"


"Mungkin bakatku ini turunan dari ayah"


"Hahaha, satu gen"


Arleta dan David telah selesai berdebat.


"Aku ketinggalan banyak ya?" Ucap Arleta sedih.


"Kalian sudah bahas sebanyak apa?" Tanya David.


Dirga dan Arga mengabaikan pertanyaan mereka.


************************************


Jangan lupa like and coment.


...Arga...




...Nara...




...Dirga...




...Arleta...