THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
BERTEMU AYAH (3)



^^^Assalamu'alaikum^^^


^^^Selamat pagi^^^


^^^Gimana kabar kalian^^^


^^^Aku udah lama ga up^^^


^^^Maaf banget ^^^


^^^Minggu ini aku up 2 kali^^^


^^^Minggu² besok kalo nggak lupa aku bakal up tapi seminggu sekali atau kalo lagi rajin seminggu dua kali ^^^


...Jangan lupa vote and coment...


...Streaming mv BTS ya ...



...Happy Reading...


...*...


...*...


...*...


"Wanita lain juga?" Tanya Dirga lagi.


"Tidak, ayah takut sama wanita lain tapi tidak dengan ibumu" Ucap Arga.


"Wah berarti tinggal tunggu ayah datang melamar" Ucap Arleta senang.


"Kau setuju, baiklah nanti aku akan secepatnya melamar" Arga menyetujui pendapat Arleta.


"Aku tidak setuju , aku saranin ayah jangan melamar ibu dulu ". Jawab dirga tidak setuju .


"kenapa?" tanya Arleta , Arga , dan David bersamaan .


"Aku ada alasan sendiri" jawab Dirga santai


"oh ayolah, apa alasanya?" tanya arleta penasaran


"intinya sekarang situasi dan kondisi tidak mendukung paham ?" jawab dirga malas.


Arga mengerti itu jadi dia hanya diam , benar kata anaknya sebaiknya jangan terburu-buru biarkan masalah selesai setelah itu aku akan melamarnya , tidak atau langsung menikahinya itu ide bagus.


"baiklah ayo kita lanjutkan" ucap Arga .


" alasan pertama karena phobia ayah kalian dan alasan kedua kerena kakek dan nenek kalian sudah tua dan ingin segera memliki cucu secarakan ayah kalian anak tunggal dan satu lagi mereka takut phobianya akan tambah parah intinya gitu " David melanjutkan ceritanya .


" suatu malam ayah sedang bersantai dibalkon kamar hotel sambil menunggu makanan yang ayah pesan ,setelah sampai ayah lansung meminum wine yang disediakan layanan kamar hotel setelah beberapa menit tiba-tiba tubuh ayah panas , ayah heran tidak biasanya ayah minum wine langsung merasa seperti itu , karena terlalu panas ayah ke kamar mandi , kalian tau pas aku keluar kamar mandi ada seorang perempuan ditempat tidur ayah" arga menceritakan dengan sangat detail.


" apa itu ibu? Tapi ibu bukan wanita seperti itu "


" ayah tidak ingat siapa itu mungkin karena pengaruh alkohol ,aku yakin itu jebakan "


" tunggu apa ayah langsung memangsa ibu? " potong dirga.


"apa? Memangsa? Ayah kenapa ayah memangsa ibu , kenapa ayah memakan ibu? Tunggu kenapa ibu masih hidup? Ayah sebenarnya apa yang terjadi?" tanya arleta beruntut.


Sementara Arga dan David sangat terkejut kenapa dirga bisa berpikir dewasa seperti itu , dalam pikiran pria dewasa itu apa dirga menonton video dewasa ?


Dirga yang mengerti arti tatapan kedua pria itu langsung gugup " tidak, tidak ini bukan seperti yang kalian pikirkan , aku hanya membaca artikel tentang seperti itu , adik aku berpikir aah juga melakukan seperti di artikel yang aku baca jangan berpikir yang macam-macam ,jika aku menontonnya aku yakin aku sudah dimarahi ibu habis-habisan , aku tidak menontonnya tenang saja" jelas dirga panjang agar kedua pria dewasa itu mengerti. Apa Arga dan David masih menatap dirga aneh.


"ada apa dengan tatapan kalian aku sudah bilang aku bukan aak yang seperti itu , aku tau sopan santun dan etika ,jadi berhentilah menatapku seperti itu " ucap dirga lalu dia memalingkan pandangannya kearah arleta yang menatap bingung pada ketiga laki-lak didepannya .


"arleta" panggi dirga. "ya,apa yang kalian bicarakan?" tanya arleta bingung .


"kau jangan pikirkan yang tadi, oke " jawab dirga samil menatap seolah mengancam jika kau masih membahasnya kau akan berada dalam masalah. Arleta yang seakan mengerti tatapan dirga dia hany mengangguk patuh.


"apa kenapa masi menatapku ayo lanjutkan ceritanya" ucap dirga karena jengkel ditatap seperti itu. Siapa yang gak jengkel ditatap seperti seolah-olah akan dibunuh juka bergerak sedikit saja.


Arga yang sudah mengerti jika anaknya tidak akan melakukan hal seperti itu dan juga dia mengerti kalo anaknya risih ditatap seperti itu. Diapun melanjutkan cerianya membiarkan Daviid yang masih menatap dirga, dirga yang ditatap biasa aja jadi arga membiarkannya.


" baiklah lajut, waktu itu ayah gak tau kalo itu ibu kalian .tadinya ayah mau pindah kamar tapi wanita itu meminta tolong dia terlihat tersiksa , ayah hanya melihatnya tapi lama-lama ayah kasian dan ayah juga sedang tersiksa abis itu ...." hening.


"mmm...kalian taulah"jawab arga malu.


"apa?"tanya mereka .


"aku gak akan menjelaskan kau artikan sendiri kecuali kalian anak-anak jangan nyari tau cukup dengarkan saja ke, ngga ada protes" perintah arga langsung diangguki oleh dua anak kembar itu.


"kalian tau paginya , saat aku selesai mandi wanita itu sudah nggak ada aku lihat sekeliling nggak ada yang aku temukan hanya secarik kertas dan beberapa lembar uang-"


"ptf.." dirga dan david menahan tawanya.


"kenapa kalian tertawa?" tanya arga dan arleta bersamaan. Mereka hanya menggeleng.


" jangan menertawakanku " ucap arga kesal.


"aarghh harga diriku....baiklah kalian memang benar" arga lesu.


"oh ya , satu lagi ada sebuah gelang " ucap arga.


"gelang apa , bermerek kah?" tanya dirga.


"hm , itu gelang H-Z630 Simple single strap, gelang kulit yang pernah kau curi" ucap arga sambil menunjuk arleta.


Arleta menunjuk dirinya sendiri , arga mengangguk sebagai jawaban , arleta mengisyaratakan pada matanya bertanya "why?" arga hanya berekspresi datar tidak menggubris sama sekali .


"mungkin itu tertinggal " ucap arga.


"kata ayah tadi ,ibu meninggalkan surat apa aku boleh membacanya ?"tanya dirga.


"kenapa kau mau membacanya ? tidak ,tidak boleh terlalu memalukan untuk dilihat kau g boleh membacanya" tolak arga mentah.


"oh ayolah ,arga ganteng kau juga g pernah menunjukan kepadaku, masa gitu kan siapa tau ada petunjuk" bujuk david.


"ga! Pokoknya ngga !!!!!!!"tolak arga lagi


"kenapa sih ayah gitu" arleta ikut membantu.


"biarain , asal kalian tau isinya hanya umpatan ,ejekan, dan hinaan dan satu lagi tidak ada petunjuk sama sekali ,walaupun ada petunjuknya udah terpecahkan " arga membuat alibi .


Sekarang arga seperti kelinci yang akan diterkam serigala karena tatapan tiga manusia didepannya , oh ayolah liat mereka menatap seolah sedan kelaparan dan siap memangsa apapun yang ada didepannya. Arga merasa diintimidasi dengan tatapan itu .seseorang tolong aga .


"bi-bisakah kalian berhenti menatapku seperti itu " ucap arga gugup


"kalian menatapku seolah serigala yang siap menyantap hasil buruanya " tambah arga lagi.


Mereka masih menatap arga agar dia mau menunjukan surat yang dulu pernah diberikan nara kepada arga yang kata arga berisi hinaan,ejekan dan umpatan .mereka penasaran dulu sebenci apa nara pada arga .sungguh mereka sangat penasaran kepada nara sampai membuat seoang arga adiwijaya merasa harga dirinya jatuh karena arga adalah orang yang punya haraga diri tinggi umpatan apapun tidak pernah mempan terhadapnya dan kini hanya sebuah tulisan diselembar kertas bisa membuat arga hilang harga dirinya.


************************************************


Kalian sehat² ya


Patuhi protokol kesehatan


Terimakasih yang sudah membaca karyaku


Jangan lupa vote and coment


Ada yang kangen keluarga sempurna ini


Arga Adiwijaya



Nara Winata



Dirga Winata



Arleta Adiwijaya