
...Pertemuan pertama ibu dan anak...
...Arleta dan Nara...
...Ceritanya seru...
...Hehehe...
...😁😁😁...
...🍁HAPPY READING ALL🍁...
Mereka masih setia dikafe depan gedung suny entertainment ,mereka masih menunggu informasi dari Dirga. Setelah menunggu cukup lama akhirnya ponsel Nara berbunyi lalu dengan cepat Nara mengangkatnya karena yang menelfon adalah orang yang akan memeberikan informasi kepada Nara yang tak lain adalah anaknya sendiri.
"Ya"
"Aku langsung to the point" Jawab Dirga disebrang sana
"Baik jadi dia kemana"
"GPS -nya mengarah ke-2 tempat yang berbeda"
"Kemana?"
"Mobil ke kafe Milan & yang satu perusahaan Star Group"
"Kafe Milan ?"
"Akan kukirim alamatnya"
"Baiklah"
"Apa Ibu punya rencana ? Perlu bantuanku?"
"Untuk sementara ibu belum butuh bantuanmu "
"Oh oke kalo ada langsung kabari,aku tutup" Seperti biasa telefon langsung dimatikan sepihak .
"Kemana dia pergi" Tanya Bora langsung setelah Nara mematikan ponsel nya.
"Dirga bilang GPS nya mengarah ke 2 tempat yang berbeda"
"Berbeda?lalu kita-"ucapan Bora terpotong oleh ucapan Nara.
"Berpencar"ucap Nara memotong ucapan Bora lalu sebelum Bora membuka mulut Nara langsung menyelanya.
"Aku tidak mau melewatkan informasi penting "
"Benar juga aku juga tidak mau, jadi siapa yang akan kemana?"
"Aku akan Keperusahaa Star Group kau ke kafe Milan akan kukirim alamatnya"
"Mobil?"
"Aku yang bawa kau pakai taxi"
"Mmmm baiklah ,aku akan membayar dulu kau panggilkan taxi aku akan naik taxi aja karena aku tidak tau tempatnya."
Nara hanya mengangguki lalu dia pergi keluar untuk memanggilkan taxi sementara Bisa pergi kemeja kasir untuk membayar makanan dan minuman yang tadi mereka pesan. Setelah membayar Bora keluar kafe menemui Nara yang sudah memanggil taxi.
"Kau tidak apa-apa sendiri? Aku khawatir akan terjadi sesuatu padamu,kau harus menelfonku kalo terjadi sesuatu kalo ga ya telfon aja Ika kalo ga anakmu ya " Ucap Bora dengan nada khawatir. Nara yang mendengarnya hanya memutar bola matanya lalu dia berkata.
"Aku bener gak papa emang ada apa sih lagian aku bukan anak kecil kalian selalu menganggapku anak kecil" Dengan nada kesal.
"Hmm baiklah tapi inget ya ka-" Ucapan Bora terpotong.
"Iya aku inget ko tenang aja,kamu juga harus hati-hati"
"Inget apa" Ucap Bora berusaha menguji Nara apa dia mendengar dengan baik.
"Intinya aku harus menjaga diri dan langsung nelpon kalo terjadi sesuatu, sudah"
"Kukira kau tidak mendengarku dengan baik" Emang tidak tapi aku hafal apa yang kau ucapkan bukan hanya kau Dirga juga Ika aku hafal karena hampir setiap hari kalian mengatakan itu sampai aku bosan.
"Sudah sana pergi,kasian sopirnya nya ngguin buruan masuk"
" kalo begitu aku pergi dulu "
"Hm hati-hati" Lalu taxi meninggalkan halaman kafe dan Nara pergi mengambil mobilnya.
*
*
*
Selama 2 setengah jam diruangan ayahnya dia hanya bermain dengan boneka kelinci dan bermain game di ponselnya. Setelah lebih dari 2 setengah jam Arleta bermain ponsel dia jadi merasa bosan dan turun dari kursinya dia berjalan menuju ayahnya.
"Kapan ayah akan menemaniku bermain,aku sudah bosan" Ucap Arleta kesal karena merasa bosan.
"Gadis cantik ayah sebentar lagi selesai lalu ayah akan menemani bermain ,jadi cantik sabar dulu ya,sekarang kamu duduk dulu" Ucap Arga dan dihadiahi senyuman bahagia dari Arleta lalu dia berjalan menuju sofa .
Disini lain diwaktu yang bersamaan....
"Hari ini aku bedandan khusus untuk menemui Tuan Arga kira-kira aku sudah cantik belum ya" Ucap seorang wanita dalam hati dia sedang berada dilift perusahaan Star Group ,wanita itu menggunakan baju yang agak terbuka dengan make-up tebal dan jangan lupakan parfum yang sangat menyengat hidung.
Pintu lift terbuka lalu dia keluar dan berjalan menuju ruangan Diruktetur utama Star Group Company.
*
*
*
"Siapa? masuk" Ucap Arga dari dalam tapi tidak ada tanda-tanda pintu akan dibuka akhirnya Arleta turun dari sofa berjalan menuju pintu untuk membuka pintu.
"Siapa?" Tanya Arleta sambil membuka pintu.
"Ini a-" Eh ko ada anak kecil siapa dia , mungkin dia anak Tuan Arga,itu urusan nanti sekarang aku mau menemui Tuan Arga dulu. Lalu dia masuk tanpa memperdulikan pertanyaan Arleta dia dengan sombongnya melewati Arleta dan dia juga berjalan dengan gaya yang menggoda. Arleta hanya mendengus tak suka.
'Siapa nenek lampir ini,dilihat dari pakaiannya pasti dia akan merayu ayah ,huh dasar nenek lampir ******' ucap Arleta dalam hati.
"Tuan Arga " Ucap Laura sambil berjalan kebelakang kursi Arga.
"Ada apa kenapa mencariku" Ucap Arga dingin.
"Aku artis dari Suny entertainment,ingin membahas kerja samanya" Ucap Laura dengan nada sedikit menggoda. Huh dasar nenek lampir ******. Arleta kesal melihat itu.
"Aku masih ada pekerjaan"
"Baiklah akan aku tunggu"
'Kenapa dia sangat menjengkelkan,pasti ayah tidak akan menemani ku karena nenek-nenek itu dan aku akan disuruh menunggu disana, hm sebaiknya aku pergi' benak Arleta kesal.
"Ayah aku akan pergi keluar mencari udara segar , disini bau parfum yang sangat menyengat sampai rasanya aku ingin muntah,dah Ayah tidak perlu mencari ku" Pamit Arleta sambil menyindir sinenek lampir dan menjulurkan lidahnya.
'Heh sialan bocah tengik ini beraninya dia menyindirku,awas aja ya' benak Laura dalam hati.
"Iya hati-hati, sebentar lagi makan siang , ayah akan mencarimu kalo belum makan" Ucap Arga sambil melihat kepergian Arleta. Arleta hanya mengangkat tangan menyatakan ibu jari dan telunjuk membentuk bulat sebagai jawaban lalu dia menutup pintu dengan keras .
*
*
*
Nara baru saja keluar dari toilet perempuan dia baru saja berganti pakaian menggunakan baju formal. Sebelumnya dia berhenti di toko baju,dia membeli pakaian formal ala pekerja kantoran.
'Untung tadi aku ingat jika mau masuk ke kantor Star Group harus pake kartu akses/ ga harus dapat izin,jika aku izin mau izin apa aku kan ga ada urusannya dengan perusahaan ini kalo bukan karena si Laura aku tidak akan kesini. Lebih baik pakai kartu akses seorang karyawan yang terjatuh di lantai dan tadi juga sudah beli baju' Ucap Nara membanggakan diri sendiri.
Disisi lain Arleta sudah keluar dari lift dia dari tadi memggerutu ga jelas bahkan dia memarahi karyawan yang tadi sempat satu lift dengan nya,toh dia tidak akan dimarahi ayahnya kalo dia memarahi karyawan nya.
'Huh gara-gara nenek lampir itu aku jadi tidak bisa bermain dengan ayah,apalagi tadi owh sikapnya sangat menjijikkan,dan pakaiannya juga' gerutu Arleta dalam hati sampai-smapai dia menabrak seseorang karena tidak fokus berjalan dia sedang kesal sehingga tidak sengaja menabrak seseorang.
"Aduh" Arleta terjatuh dan mengaduh.
Nara sedang mencari seseorang dikantor Star Group.
'heh,kemana si Laura itu kenapa aku tidak menemukannya aku sudah lama mancari,merepotkan saja' ucap Nara dalam hati . Dia berjalan dengan menengok kanan dan kiri dia tidak fokus berjalan sehingga dia menabrak seorang anak kecil.
"Aduh " Ucap anak kecil itu "
"Eh,eh, maaf aku ga sengaja ada yang sakit sini aku bantu berdiri " Ucap Nara merasa bersalah lalu berjongkok untuk membantu anak kecil itu berdiri.
"Kak, kakak apakah kakak karyawan disini " Ucap anak kecil itu setelah berdiri. Kakak ini cantik sekali.
'Ah seperti kenal siapa ya mmmmmm Oh iya bukannya dia anak dari direktur utama dari perusahaan ini kalo ga salah namanya a...a...a...Arleta ah iya Arleta Adiwijaya' Ingat Nara dalam hati .
"Hei kakak sesang mencari siapa" Ucap Arleta sambil melambaikan tangannya kedepan muka Nara agar dia sadar.
'Untung dia anak kecil masih bisa dibohongi, jawab asal ajalah pasti dia percaya' benak Nara.
"Kakak mata-mata ya" Ucap Arleta yang membuat Nara kaget.
"Itu....bagaimana...bagaimana mungkin kakak karyawan disini kok" Ucap Nara sambil memperbaiki ekspresi.
"Hehe kakak jangan berbohong padaku"
"Tidak kaka tidak berbohong"
"Pertama kakak menggunakan baju baru tercium dari bau baju baru yang khas,biasanya karyawan disini jarang memakai baju baru kecuali hari-hari tertentu" Ucap Arleta, Nara yang mendengarnya tentu saja kaget.
"Kedua kakak menggunakan sepatu sepatu bots, Rata-rata karyawan perempuan disini menggunakan fasltshoes,platform,atau ga high heels disini mungkin ga akan ada karyawan yang datang kekantor menggunakan sepatu boots" Ucap Arleta lagi, Nara yang mendengarnya kaget tingkat 2.
"Yang Ketiga yang paling penting biasanya pengambilan gambar lebih bagus menggunakan kamera digital tapi kakak memiliki kamera mini ditangan kakak" Ucap Arleta sambil menunjuk kamera kecil yang ada ditangan Nara. Lagi Nara kaget luar biasa dia kaget maximum ' apakah anak-anak sekarang begitu pintar? Kenapa ini hampir sama saat aku bertengkar dengan putraku' benak Nara dalam hati dengan ekpresi masih terkejut dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Hmmmm" Arleta memperhatikan wajah Nara. Aduh aku ketauan berbohong. Kenapa dia terus menatapku?
"Kakak kamu sangat cantik,orang yang cantik akan aku maafkan" Ucap Arleta senang sambil memeluk kaki Nara.
"Ahahaha ,kamu anak yang baik" Nara tertawa lega lalu berjongkok mengelus lembut pipi dan rambut sambil mengunyel-ngunyel pipi Arleta.
"Kakak cantik apakah ini kali pertama kita bertemu" Seru Arleta, kenapa aku sangat familiar dengan kakak ini ya, tangan yang mengusap lembut rambutku aku merasa seperti dia orang yang aku sayang, tapi siapa ya, juga matanya yang indah seperti punyaku.
"Tentu saja kita baru pertama kali bertemu,kenapa kamu disini sendirian dimana asistenmu apakah keluargamu tidak cemas jika kau keluar" Ucap Nara agak khawatir khawatir kenapa aku tidak tau aku merasa dia seseorang yang sangat berarti tapi dia kan bukan siapa-siapa aku .
"Itu tidak penting, kakak cantik pasti tidak akan kembali dengan tangan kosong kan" Ucap Arleta.
' Mmm sepertinya dia akan membantuku ,baguslah ' benak Arleta senang.
" Ayo kak" Ajak Arleta sambil menggandeng tangan Nara Nara hanya mengikuti dari belakang dengan tangan yang digandeng Arleta.
**********************************************
Namanya juga satu gen pasti mereka sama😆😆