THE PERFECT FAMILY

THE PERFECT FAMILY
THE SMART NARA



Pagi di Vila keluarga Adiwijaya seorang gadis cilik masih berada dibawah selimut matanya yang indah masih terpejam sinar matahari menembus melewati jendela mengenai wajah cantiknya tapi dia sama sekali tidak terusik dengannya apakah tidurnya begitu nyenyak sehingga sinar matahari tidak bisa membangunkannya hingga seorang laki-laki tampan masuk ke kamarnya.


"Arleta kenapa belum bangun ini sudah pagi" Ucap Arga sambil mengelus pipi Arleta dan hanya dibalas deheman


"Pilih bangun sekarang atau ayah akan pindahkan kamu sama nenek lampir itu" Ancam Arga.


"Eh eh iya iya aku bangun hehehe " Ucap Arleta spontan langsung bangun dan duduk.


"Ayah jangan pindahkan aku ,aku ga mau tinggal sama nenek lampir " Ucap Arleta memohon.


"Ayah ga akan pindahkan kamu ko,sekarang kamu mandi lalu turun sarapan ayah tunggu dibawah" Setelah mengucapkan itu Arga pergi dari kamar Arleta, Arleta hanya mengangguk sebagai jawaban.


*


*


*


Setelah selesai mandi Arleta turun kebawah untuk sarapan dia berjalan menuju meja makan di sana ada Arga yang sedang menunggunya sambil membaca koran.


"Morning" Sapa Arleta.


"Morning sayang" Balas Arga.


"Sekarang kita sarapan dulu."


Lalu mereka sarapan dengan hikmat hanya ada suara dentingan sendok dan garpu lalu Arleta berucap untuk memecahkan keheningan itu.


"Ayah hari ini aku ikut ayah "


"Hm baiklah habiskan dulu sarapan mu, pelan-pelan saja ayah akan menunggu" Ucap Arga setelah menyelesaikan makannya lalu pergi ke ruang keluarga menunggu Arleta selesai sarapan.


Setelah beberapa menit berlalu kini Arleta sudah selesai makan lalu menghampiri ayahnya yang sedang duduk santai diruang keluarga sambil menonton TV.


"Aku sudah selesai " Ucap Arleta. Arga memalingkan wajahnya menatap Arleta tersenyum lalu menggendong Arleta keluar menuju mobil yang sudah disediakan lalu mereka berangkat ke kantor.


*


*


*


Sesampainya di kantor Arga kembali menggendong Arleta dan masuk kekantor diperjalanan menuju ruangannya para karyawan yang berpapasan dengannya menyapanya dan membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Setelah sampai di ruangannya Arga membuka pintu berwarna ungu tua lalu menurunkan Arleta dari gendongannya.


"Mau disini apa nemenin ayah " Tanya Arga.


"Temenin ayah" Ucap Arleta lalu mengambil boneka kelinci kesukaannya yang ditinggalkan ditempat bermainnya.


Tempat bermain? Emang Arga membuat satu ruangan di dekat ruangannya hanya berbatasan dengan tembok ,ruangan itu digunakan untuk bermain Arleta ketika dia ikut Arga kekantor didalam ruangan itu ada mainan milik Arleta. Arga sengaja membuat ruangan itu karena ketika umur Arleta 3 tahun dia sering ikut Arga kekantor karena kasian melihat anaknya bermain diruang nya dan hanya main 1 mainan jadi dia menggunakan ruangan kosong yang ada di dekat ruangannya sebagai tempat bermain Arleta dia menambahkan mainan yang sering dimainkan Arleta. Ruangan itu dulunya akan ia gunakan sebagai tempat bersantai  .


Arga menggandeng Arleta menuju ruangannya setelah sampai Arleta duduk dikursi yang memang disediakan untuknya lalu membuka hpnya.


*


*


*


Nara dan Bora sekarang sedang berada di kafe depan gedung Suny entertainment sebelumnya mereka sudah izin akan keluar selama seminggu untuk mencari informasi tentang Laura. Hari ini mereka berniat memantau kegiatan Laura siapa tau mereka akan menemukan informasi tentangnya.


"Hm kalo dia keluar kita ikuti saja gimana" Ucap Bora sambil menyeruput minumannya.


"Jangan jika kita mengikutinya kita akan disangka penguntit" Ucap Nara.


"Bukankah kita memang sedang menguntit Laura" Sarkas Bora


"Penguntit bukan kata yang tepat untuk kita sekarang" Ucap Nara


"Lalu?" Tanya Bora.


"Kita hanya akan memantau kegiatannya kita tidak akan mengikutinya aku masih waras aku tidak mau menjadi bahan bully di sosial media aku masih ingin hidup tenang dan aku masih harus mengurus anakku." Jawab Nara sambil bergidik ngeri membayangkan dia dibully di sosial media sampai membuatnya depresi berat lalu berakhir dengan bunuh diri sama seperti kasus pembullyan online lainnya karena Nara masih ingin hidup dia masih harus merawat anaknya jadi dia tidak akan melakukan itu.


"Hm benar juga kau masih waras jadi apa rencana mu" Ucap Bora merasa Nara mempunyai rencana karena tidak mungkin mereka akan duduk disini seharian menunggu Laura keluar dan hanya menatap perusahaan tanpa melakukan apa-apa Bora yakin Nara memiliki rencana.


"Aku sudah memasang GPS pada bajunya dan mobilnya" Ucap Nara santai sambil menyeruput minumannya.


"Kapan kau memasangnya dan bagaimana cara kau ?" Tanya Bora heran.


"Saat kau meminta izin Ke perusahaan aku sudah kesini duluan, aku masuk ke gedung suny entertainment sebagai pengunjung. Mungkin Hermes sedang memihak ku, saat aku ke kantin aku bertemu dengan  Laura dia sedang menunggu antrian dan aku gunakan kesempatan itu menjalankan misi ku,aku ikut mengantri ditempat Laura ,aku berdiri dibelakangnya aku langsung memasangkan GPS ke baju yang dia kenakan tanpa orang lain ketahui karena saat itu suasana kantin sedang sangat sepi hanya ada satu antrian yaitu antrian ku . Tentunya aku tidak langsung pasang aku tidak sebodoh itu aku pastikan keadaan dulu apa sudah aman saat sudah aman aku memasangkannya untungnya GPS-nya ukuran sangat kecil sehingga tidak akan terlihat " Nara menceritakan panjang kali lebar.


"Wah kau memang pintar aku tidak menyangka kau sudah mempersiapkan" Ucap Bora merasa terpukau pada sahabatnya.


"Tentu saja,kalo tidak ada persiapan akan percuma saja" Ucap Nara.


"Benar juga, apakah setelah memasangkan GPS kau langsung pergi?" Tanya Bora.


"Aku tidak sebodoh itu ,aku tetap mangantri sampai giliran ku agar tidak dicurigai dan karena aku lapar" Jawab Nara.


"Lalu GPS di mobil?" Tanya Bora lagi.


"Aku memasangnya kemarin saat aku sama Dirga ke minimarket ."


"Kau juga persiapan untuk itu?"


"Tidak, hanya kebetulan saja dan waktu itu Dirga membawa GPS katanya dia juga ga persiapan."


"Saat aku ke minimarket dijalan aku melihat mobil Laura di salon kecantikan. Karena aku menceritakan tentang misi kita kepada Dirga lalu dia mencari informasi tentang Laura bahkan Dirga mencari informasi mobil milik Laura yang sering digunakan untuk berpergian, dan dia ingat plat no.mobilnya lalu Dirga langsung memasang GPS pada mobilnya-"Ucapan Nara terpotong oleh Bora.


"Apa kalian langsung memasang GPS tanpa melihat situasi"


"Siapa ?Dirga? dia memang langsung memasang tanpa melihat situasi tapi aku melihat ada CCTV untungnya Dirga ga keliatan di CCTV untuk menghilangkan kecurigaan setelah selesai aku mengajak Dirga masuk ke salon lagipula aku dah lama ga perawatan , ya sudah akhirnya kita masuk ke salon untuk menghilangkan kecurigaan dan aku memang membutuhkannya" Ucap Nara sambil tersenyum diakhir kalimat.


"Jadi itu sebabnya kalian keluar sangat lama, huh kenapa kau ga mengajakku?" Ucap Bora kesal.


"Sorry, anyways it's not planned, so jangan marah itu juga sengaja kan?" Ucap Nara berusaha agar tidak membuat Bora marah.


"Hmm kau benar juga,baiklah aku maafkan ,But next time it has to invite me"


"Iya tentang aja" Ucap Nara lalu tiba-tiba HP nya berdering panggilan masuk dari Dirga dengan cepat Nara mengangkatnya.


"Halo"


"Halo ada apa?"


"Bu mobil nenek lampir sudah jalan"ucap Dirga .


  Nara berfikir sebentar 'nenek lampir?' siapa? Lalu detik selanjutnya dia paham siapa yang dimaksud dengan nenek lampir, Dirga kemarin menyebut Laura nenek lampir.


" Baiklah kirimkan ke ibu lokasinya setelah dia berhenti " Ucap Nara.


" Baik bu"ucap Dirga


"Sayang kau sudah makan,kau di rumah kan bersama tante ika,apa tante ika di rumah,dimana dia?" Tanya Nara beruntut.


"Aku sudah makan,aku di rumah sama tante Ika,dia sedang menonton drama apa perlu aku memanggilnya?" Ucap Dirga menjawab pertanyaan ibunya.


"Tidak perlu,ibu hanya Tanya saja" Ucap Nara.


"Owh yaudah bu aku tutup ya"


"Ya sayang " Lalu telfon dimatikan sepihak oleh Dirga.


"Apa yang dikatakan Dirga?" Tanya Bora penasaran.


"Laura sudah pergi menggunakan mobil,nanti ketika sudah sampai dilokasi tujuannya Dirga akan mengirim lokasinya kepadaku dia sedang mamantau pergerakannya" Jawab Nara.


"Owh gitu,apa kita juga harus pergantian?"


"Tidak kita tunggu kabar dari Dirga dulu,jika tempat itu mencurigakan kita akan berangkat tapi jika tidak kita akan terus memantau"


"Oke oke"


Lalu mereka menunggu nontikasi dari Dirga.


**********************************************



Maaf jika visualnya g cocok


aku suka sama visualnya jadi aku pake 😁


ARGA ADIWIJAYA



ARLETA NYMPIL Y YAH




NARA WINATA



DIRGA JUGA IKUTAN




DIRGA WINATA




ARLETA ADIWIJAYA




DIRGA DAN ARLETA