
...Apakah aku punya saudara kembar-...
...DIRGA WINATA...
...🍀HAPPY READING 🍀...
Dirga hari ini di rumah sendirian karena semua orang di rumah sudah pergi kekantor masing-masing. Dia yang bosan akhirnya mencari informasi tentang Arga di komputer.
"Aneh kenapa informasi tentangnya sangat sedikit tapi dia sangat terkenal apa orang-orang tidak tau seperti apa dia dan hanya tau kalo dia pembisnis paling kaya dan paling berjaya?" Gumam Dirga saat mencari informasi tentang Arga hanya sedikit.
"Hmmmm....... Eh siapa ini?" Dirga kaget saat mencari informasi tentang Arga dia melihat ada seorang anak perempuan yang sangat familiar. Lalu dia mencari siapa dia?
"Namanya Arleta Adiwijaya cucu tinggal keluarga Adiwijaya , kenapa dia mirip denganku?"
"Usianya 6 tahun dia seumuran denganku"
"Anak dari Arga Adiwijaya dan Rara Winata eh-"
"Winata ? Marganya sama dengan ibuku apa ini kebetulan atau gimana?"
"Ibunya bekerja sebagai model dia tunangan dari Arga, kenapa tunangan? kenapa belum nikah?apa dia calon Ibu tirinya?"
"Eh sedikit sekali informasinya cuma segini? "Banyak pertanyaan yang ada di otak Dirga.
*
*
*
Hari ini Arleta ikut Arga kekantor lagi, sekarang dia sedang bermain PlayStation. Pintu terbuka lalu David masuk membawa berkas, lalu meletakkannya diatas meja Arga.
" Ini informasi yang aku dapat tentang wanita itu"Arleta yang mendengar ucapan David berhenti bermain dan mendengar pembicaraan.
"Hmm namanya Nara Winata dia ibu satu anak status tidak diketahui, dia putri kedua keluarga Winata, sebelumnya tinggal di Korea 6 tahun tapi tempat asalnya di Indonesia dia pulang kesini karena perpindahan pekerjaan, dia Seorang Reporter di perusahaan Ray" Arga hanya membaca sampai situ.
"Ayah apa sudah menemukan kakak?"
"Sudah"
"Panggilkan kesini"
"Tidak bisa ,dia sedang sibuk dengan pekerjaan,jangan mengganggu orang lain"
"Huaaaa aku mau ketemu kakak" Arleta pura-pura menangis.
"Anu David pikiran cara buruan"
"Hm apa aku juga bingung" Lalu beberapa detik kemudian dia teringat sesuatu.
"Mmm nona jangan menangis lagi, ini kemarin dia menjatuhkan kartu nama" Ucap David sambil memberikan sebuah kartu nama.
...REPORTER...
...NARA WINATA...
...PERUSAHAAN RAY MEDIA...
...alamat rumah:jln.x rumah no.120...
'Hehehe aku sudah mengingatnya ,aku akan ke sana besok' ucap Arleta mengerikan dalam hati.
" Owh sudahlah tidak perlu lagi cari informasi " Ucap Arleta lalu memainkan PlayStation lagi. Arga dan David menganga tidak percaya karena perjuangan mencari informasi hanya diabaikan oleh Arleta.
*
*
*
Malam hari di rumah Dirga Nara sudah pulang, Ika hari ini katanya akan menginap dan Bora dia sudah pindah ke rumah kos yang tak jauh dari kediaman Nara. Saat ini Nara dan Ika sedang menonton darma Korea.
"Eh aku ambil cemilan dulu ya"
"Ya,sekalian tolong cek Dirga lagi ngapain,sudah tidur belum"ucap Nara
"Ya oke"
Lalu Ika keluar kamar ingin mencari Dirga dulu,tujuan pertamanya ke kamar Dirga tentunya ,dia membuka pintu mengecek apakah Dirga didalam sudah tidur , Dirga ternyata tidak ada dikamar diapun turun ke lantai bawah mengecek ada apa tidak dia sudah mengecek semua ruangan tinggal satu yaitu kamar mandi yang ada di dapur .
"Dirga kau didalam" Ika mulai membuka pintu lalu dia terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Astaga Dirga"dia melihat Dirga dengan rambut di kuncir 2 kecil.
DIRGA PROV
Dirga sedang berada dikamar mandi dia melihat cermin dan menatap dirinya yang ada dicermin.
" Kenapa dia mirip denganku?"
"Apa aku punya saudara kembar? Kalo iya kenapa ibu ga memberi tahuku"
"Baiklah aku akan mencari tahu sendiri"
"Huft baiklah mari kita coba"
Lalu Dirga menguncir rambutnya seperti orang yang tadi siang dia selediki. Saat sudah selesai dia terkejut. Dirga membulatkan mata tak percaya.
"A-apakah aku benar-benar memiliki saudara kembar,kita mirip besok aku akan mencari tau"
Dia tidak mendengar Ika membuka pintu.
"Astaga Dirga" Dirga terkejut.
Dirga prov end
"Dirga mentalmu jadi terganggu ya maafkan kami ya" Ucap Ika sambil mengusap kepala Dirga dengan raut memelas yang pura-pura,Dirga sangat tau itu.
"Bukan begitu tante,ini bukan seperti apa yang tante lihat" Ucap Dirga meyakinkan.
"Maafkan kami, nanti tante akan menyuruh Nara untuk nikah lagi agar mentalmu tidak melemah"
"Tante bukan seperti itu"
"Tenang saja tante tidak akan memberi tahu siapa-siapa" Lagi dan lagi Ika menampilkan ekpresi pura-pura. Dirga tau dengan sifat tantenya yang satu ini.
"Baiklah sekarang kau tidur jangan khawatir oke"
"Hmm"
Lalu mereka naik keatas Dirga masuk ke kamarnya dan Ika masuk kekamar Nara.
*
*
*
"Kalo mau ketawa ,ketawa aja" Ucap Nara lalu tengkurep dikasur.Seketika tawa Ika pecah,Nara hanya memandangi dengan heran menunggu Ika selesai tertawa.
"Sudah"
"Belum" Lalu Ika tertawa lagi dengan sabar Nara menunggu. Beberapa menit kemudian.
"Sudah?"
"Iya aku sudah puas tertawa"
"Ada apa?"
"Kau tau tidak?"
"Ga"
"Aish kau ini" Nara hanya terkekeh.
"Tau apa?"
Ika menceritakan kejadian dikamar mandi ,sampai ekpresi Dirga saat dikamar mandi pun dia ceritakan.
"Hu..hu..hu...hu....masa dia benar-benar menguncir rambutnya" Ucap Nara setelah mendengar cerita Ika sambil memukul-mukul kasur.
"Aish sudahlah lebih baik kau cari pasangan"
"Aku tidak mau,sebelum kebenaran terungkap. Hu hu hu dia benar-benar menguncir rambutnya" Rengek Nara lagi.
"Terserah kau lah,lebih baik aku nonton drakor"
"Hmm......."
"Yak kau katanya mau ngambil camilan mana camilannya"
"Hehehe lupa yaudah aku ambil dulu"
Dikamar Dirga....
Dirga berbaring di kasur dia sedang kesal.
"Melihat ekpresi tante sepertinya dia akan memberitahu Ibu,tante benar-benar tidak bisa dipercaya" Sungut Dirga kesal.
"Umm tapi tadi aku benar-benar mirip dengannya..."
"Aish tau ah besok aku akan mencari tau"
*
*
*
Keesokan harinya Arleta pergi ke rumah Nara dia sudah mempersiapkan semua. Mulai dari penyamaran dia menggunakan masker dan kacamata hitam untuk anak-anak, dia sudah mempersiapkan alasan mengapa menemuinya dan dia juga sudah izin sama Arga akan bermain di taman,dia juga meminta ayahnya agar dia tidak dikawal ,awalnya Arga tidak setuju tapi karena berbagai alasan yang diciptakan oleh Arleta akhirnya Arga setuju , Arga hanya memberi dia beberapa uang. Uang itu ia gunakan untuk pergi ke rumah Nara.
Saat ini dia sedang didepan rumah Nara.
"Sepertinya aku tidak salah,pasti benar ini rumahnya jalan x rumah no.120" Lalu Arleta menekan bel.
Tak berapa lama akhirnya pintu terbuka seseorang keluar Arleta mengira yang akan keluar Nara tapi ini yang keluar bukan Nara melainkan seorang anak cowo seusianya.
"Benar ini rumah Kakak Nara?" Tanya Arleta.
"Benar kau siapa?"Tanya Dirga.
'Tak kusangka ternyata dia yang akan datang sendiri bahkan aku belum menyiapkan rencana untuk memanggilnya' benak Dirga.
" Aku Arleta "lalu dia membuka penyamaran nya.
" Kau siapa? Kenapa aku merasa dejavu?" Tanya Arleta sambil memainkan pipi Dirga.
"Yak lepaskan tangan mu" Ucap Dirga berusaha melepaskan tangan Arleta dari pipinya.
"Jawab dulu baru aku lepaskan" Ucap Arleta masih memainkan pipi Dirga.
"Aish aku Dirga" Ucap Dirga lalu menghentakkan tangan Arleta dengan kasar.
"Mau apa kau kesini?"
"Kau anaknya kakak?"
"Iya,mau apa kau kesini dan kenapa kau memanggilnya kakak dia ibuku"
"Aku kesini mau mengembalikan barang kakak yang tertinggal"
"Barang? Barang apa?"
"Apa kau akan membiarkan tamumu mati berdiri dan kepanasan diluar?"
Lalu Dirga mempersilahkan Arleta masuk mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Jadi barang apa?"
"Ini" Ucap Arleta sambil mengeluarkan sebuah gelang kulit.
"Itu milik siapa"
"Tentu saja punya kakak cantik" Ucap Arleta lalu memberikannya kepada Dirga.
"Dari mana kau tau ini milik ibuku?"
"Dibelakangnya ada tulisan Nr_Wnt berarti Nara Winata jadi ini milik kakak cantik"
"Ini bukan milik ibuku, ibu tidak pernah menunjukkannya padaku"
"Mungkin kak Nara sengaja menyembunyikannya darimu karena dia merasa kamu bukan apa-apa"
"Apa maksudmu ,jangan bicara omong kosong,dan lagi jangan memanggil ibuku kakak"
"Kenapa ?tidak mau ?baiklah jika kau tidak mau aku memanggil ibumu kakak karena seumuran jadi-"
"Apa?"
"Karena kau imut kau boleh memanggilku tante Arleta agar aku bisa memanggil ibumu kakak"
"Bulshit!!! Apa yang kau bicarakan, sebenarnya apa tujuanmu kesini?" Tanya Dirga saat menyadarinya dari Kata-kata yang diucapkan Arleta.
"A-apa m-aksud mu?" Ucap Arleta gugup karena gelagatnya ketahuan.
**********************************************
Pertemuan pertama sikembar