
Setelah beristirahat dan bangun dari tidurnya Minghao kemudian sarapan pagi. karena pada hari ini sangat bersemangat. "Semangatnya tak lain, karena akan berkeliling keluar Istana.
"Setelah usai makan,..kemudian ada prajurit yang datang..tok...suara pintu dari luar kamarnya..siapa ? "maaf pangeran hamba suruhan kaisar yang akan menemani pangeran berkeliling di luar Istana."Minghao melihat penampilan prajurit tersebut. "kalau di lihat terlalu mencolok pakaian yang di pakai prajurit itu..Prajurit tersebut sambil menundukan kepalanya dan menghampiri pangeran, karena sudah di suruh masuk ke kamarnya. ada berapa orang yang mau menemani saya. "ucap Minghao, (kami ada sekitar 6 orang dan di diluar sudah ada kereta kuda).
hmmm...sepertinya terlalu mencolok dan terlalu risih bila seperti itu "gumam dalam hati. "Bagaimana kalau yang menemani saya hanya dua orang saja dan tanpa kereta kuda."ucap Minghao. Tapi pangeran hamba di suruh kaisar harus seperti itu!
"Kau, mau membantahku". ujar Minghao kepada prajurit di hadapanya. "Tidak pangeran sambil ketakutan karena di bentak. Tenang saja kamu tidak perlu takut dan lagi pula Ayah tidak akan memarahimu. kalau kaisar marah itu bukan kesalahanmu. melainkan atas permintaan kehendak,ku. Saya yang bertanggung jawab atas semua itu. "prajurit itu hanya diam tanpa berkata, karena takut pada pangeran.(sambil berkata terbata-bata Prajurit itu ! baiklah kalau ke inginan pangeran seperti itu )!
"Bagus kalau kamu mengerti."ujar Minghao. Sebelumnya siapa nama kamu. "hamba fan lian. " Oh..dan satu lagi kamu tidak boleh memanggilku Pangeran ketika di luar Istana dan panggil saja Tuan muda Ming. karena aku hanya ingin jalan-jalan santai dan tidak mencolok perhatian banyak orang.
"Kamu Fan lian gantilah pakaianmu dengan pakaian yang sederhana dan temanmu yang mau kamu ajak beritahu juga?.ujar Minghao. silakan kamu pergi dulu untuk mengganti pakaian dan kamu jangan ngomong ke orang lain bahwa saya keluar dengan berjalan kaki..Baiklah pangeran hamba mengerti "ucap Fan Lian.
"Prajurit tersebut kemudian pergi meninggalkan kamar pangeran untuk mengganti pakaianya. karena Pangeran Minghao memberi waktu sekitar 30 menit dan Minghao,pun sama memakai pakaian yang sederhana.
Tiga puluh menit sudah berlalu dan Minghao sudah berjalan bersama dua Orang prajurit menemaninya dengan pakaian sederhana. Sehingga ketika mereka berjalan tidak menjadi pusat perhatian semua orang dan layaknya hanya bangsawan biasa karena prajurit tersebut memanggilnya dengan sebutan tuan muda.
"kemudian mereka berjalan ke pasar dan berkeliling, suasana pasar di kota ini ternyata cukup ramai juga."gumam Minghao. karena pasar tersebut letaknya di Kota Raja. banyak sekali barang dagangan yang di perjual belikan.
"Maaf, " Tuan Muda..apakah ada yang menarik di pasar ini untuk di beli? "ucap Fan Lian. ah..belum ada "Jawab Minghao.
Aduh, "maaf kaka. "Ucap anak kecil tersebut sambil meminta maaf pada minghao. Tidak apa! kenapa kamu lari-lari dan kalau berjalan hati-hati "ujar Minghao. ya..."maaf , nanti akan lebih berhati-hati. soalnya saya buru-buru untuk membawa obat buat orang tua saya yang sedang sakit. padahal perkataan Anak kecil itu hanya bohong.
Sudahlah kalau begitu, pasti orang tua kamu sangat butuh obat yang kamu bawa."ucap minghao.Terimakasih kakak.
Terus Anak kecil itu pergi meninggalkan Minghao, pas sudah pergi sekitar jarak 100 meter Minghao menyadari bahwa uang dalam saku bajunya hilang. hmmm ..sepertinya aku ketipu sama Anak kecil tadi.
**TO BE CONTINUE
Tunggulah Kisah Selanjutnya
Jadwal update tiap hari pukul 20:30**