
Suasana pagi hari di kota Huang sangat menyegarkan, karna letak kota tersebut dekat dengan Pegunungan.
Kota yang di pimpin oleh Liang chi sebagai walikotanya. merupakan Kota yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kaisar Chu. Jarak yang harus di tempuh ke kota ini bisa sampai memakan waktu 4 hari perjalanan menggunakan kuda dan bila berjalan kaki menghabiskan waktu dua minggu.
Berita tentang pangeran Minghao bangun dari koma terdengar oleh walikota Liang Chi.
Anchi sebagai selir dari Kaisar Chu pada waktu itu sedang di kota Huang beserta anaknya Li Wei. mereka sudah sepekan mengunjungi Ayahnya . makanya dia tidak tahu bahwa pangeran sudah sembuh.
Rumah kediaman Walikota
Anak,ku. " ujar Liang Chi. Ayah mendapat berita bahwa Pangeran sudah sembuh. "Benarkah Ayah".ucap Anchi. betul! "ujar Liang Chi. (Li Wei pun turut senang mendengar hal itu dari kakeknya, karena dia bisa bertemu lagi dengan kakak,nya)
"oh, bukan hanya itu saja! Kaisar juga akan mengadakan perayaaan penyambutan atas kesembuhanya. Berarti kalau begitu saya dan putriku harus cepat-cepat pulang ke Istana. "ucap Anchi kepada Ayahnya."Tenang saja tunggu saja besok kalau kamu mau pergi, karena acara perayaan akan di mulai 5 hari lagi dan kamu tidak akan ketinggalan dalam perayaan itu.
"Sebelum kamu berangkat, Ayah akan mencari hadiah yang cocok buat pangeran dan menitipkanya padamu. "ujar Liang Chi.
hmmm...apa ya ! hadiah yang paling tepat buatnya.(Liang Chi sambil berfikir). sepertinya madu kejernihan akan bermanfaat bagi Pangeran. karena madu tersebut rasanya enak sekaligus berkhasiat dalam pemulihan kesehatan, sehingga aliran darah di tubuh menjadi lebih baik dan satu-satunya sesuatu yang berharga di wilayah ini, hanya itu!
"Madu yang di hasilkan dari lebah itu hanya bisa di panen 10 tahun sekali dan terletak di Gunung wisla. Gunung tersebut kaya dengan tanaman, baik itu jenis tanaman herbal untuk obat-obatan ataupun yang lainya. Terutama ada tumbuhan bunga teratai emas menempel di tebing pengunungan Wisla.
"Makanan lebah, penghasil madu kejernihan adalah sari dari bunga teratai emas. Khasiat madu tersebut menjadi obat herbal alami dan harganya sangat mahal..
Sekarang kalian pergi beristirahat."ujar Liang Chi.
Perjalananmu besok akan sangat melelahkan.
Baiklah... kalau begitu." kami akan pergi ke kamar dulu.
Esok harinya sebelum keberangatan Anchi dan anaknya, mereka datang untuk berpamitan kepada Liang Chi.
"Kakek. " ucap Li Wei. Aku kangen kepada tempat ini. (sambil menangis dan memeluk kakeknya). "Dasar cucuku ini." ujar Liang Chi. kau pasti nantinya akan tumbuh dengan cantik, kunjungilah nanti kalau kamu kangen. Kakek,mu ini sudah tua. hhhhhh...."sambil tertawa.
Anchi anak,ku tolong sampaikan kepada kaisar dari Ayahmu ini. karena tidak bisa hadir dalam perayaan penyambutan Pangeran atas kesembuhanya. karena disini masih banyak tugas yang belum terselesaikan. mungkin hanya ini saja sebagai hadiah kepada pangeran (sambil menyerahkan madu kejernihan pada Anchi). "Baiklah Ayah". Saya akan menyampaikanya kepada Kaisar.
Tolong jaga kesehatan Ayah dan apabila terjadi sesuatu disini, kabari saja Ke Istana.
Kemudian Anchi dan anaknya keluar dari rumah Walikota Liang Chi dan masuk dalam kereta kuda.
Rombongan itu di kawal oleh beberapa prajurit. kereta kuda yang di tumpanginya sudah berjalan meninggalkan Kota Huang.
MAAF APABILA ADA KESLAHAN DALAM PENULISAN DAN AUTHOR AKAN BERUSAHA MEMPERBAIKINYA
Dukungan dari para pembaca merupakan semangat untuk terus maju berkaya