THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
7. Perayaan 2



Di panggung Aula Istana. Kelompok penari "SHANXI" mengisi panggung dan mulai menunjukan tarianya dengan sangat indah serta di iringi lantunan musik klasik kuno. Tarian ini juga bisa disebut semai atau juga tarian penyambut musim semi.


Tarian ini menggunakan kipas dan selendang. karena penari dari kelompok ini beranggotakan beberapa perempuan dengan wajah cantik serta memakai baju warna cerah. seperti: berwarna merah atau hijau sehingga terlihat anggun dan lebih indah di pandang bagaikan sebuah pelangi.


"Gerakan tubuh serta kelincahan dari para penari memukau para tamu di Aula Istana! mereka senang bisa melihat itu.


Filosofi tarian SHANXI mencerminkan kebahagian akan penyambutan masa bercocok tanam di mulai, karena tarian ini sangat bermakna dan berkaitan dengan kehidupan masyarakat.


Satu jam telah usai dari pertunjukan di panggung. "maaf, yang mulia bila tarian yang kami tunjukan kurang memuaskan sambil menghadap menundukan kepalanya."ucap Sioyen ketua dari regu kelompok penari SHANXI kepada Kaisar. Tidak perlu meminta maaf, karena Tarian yang di pertontonkan cukup menghibur dari jamuan ini. "ujar Kaisar.


Kaisar memberikan sekantung uang kepada penari. Terimaksih yang mulia. "ucap Sioyen sambil mengambil uang tersebut.



INILAH KIRA KIRA BENTUK UANG PADA MASA ITU !..


Kemudian penari itu undur diri dari Aula Istana, serta para tamu ikut pamitan ke Kaisar, karena acara perayaan sudah berakhir.


Pangeran Minghao mendekati Kaisar dan pada waktu itu Aula sudah kosong, ada apa Anak,ku."ucap Kaisar. apakah kau tidak senang barusan. bukan masalah itu."ucap Minghao. "bolehkah hamba berkeliling keluar Istana! memangnya ada perlu apa kamu sampai harus keluar Istana?" ujar Kaisar. Apabila memerlukan sesuatu kamu tinggal menyuruh pelayan atau prajurit.


hmmm....sepertinya saya harus memikirkan alasan yang bagus biar bisa keluar Istana."gumam dalam hati Minghao."maaf hamba hanya ingin jalan-jalan saja dan mencari udara yang sejuk.


oh..sepertinya baik juga itu buat anak,ku."gerutu Kaisar. "mungkin saja bisa membantu kembali ingatanya.


Terimakasih Ayah."ucap Minghao. walaupunpun aku tidak senang (dalam hati) tapi ini lebih baik dari pada harus diam terus dikamar dan mungkin itu awal pembelajaran pertama untuk mengenal wilayah ini.


Setelah mendapatkan ijin dari Ayahnya, Pangeran Minghao berpamitan kepada ayahnya dan pergi kekediamanya. karena merasa hari ini melelahkan.


Ketika sudah tiba. duh,cuaca hari ini panas bener. mandi dulu ah... "Gerutu Minghao. sepertinya segar dan soalnya nanti sore harus pergi mencari informasi di perpustakaan.


Selir Bao yu meresa jengkel. ngapain sih Perayaan itu sangat mewah? "gumamnya..Ibu."kata Quon Anaknya. kau harus lebih kuat Anak,ku.


Ibu tidak rela bila tahta Ayahmu tidak di berikan kepadamu. Tenang saja Anak,ku kau harus siap menggantikan Ayahmu dan Ibumu ini akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Minghao. Pangeran itu sangat lemah, sehingga nanti tahta itu akan jadi milikmu.


tapi bagaimana kalau Ibu tidak berhasil. "ucap Quon. kamu jangan pernah berfikir seperti itu.!apakah kamu mau jadi Kaisar tidak?"Bentak Bao yu...


Mau...pokoknya saya akan membantu Ibu, karena aku bosen jadi anak yang tidak bisa mempunyai hak atas pewaris tahta kerajaan ini dan aku ingin menjadi orang nomor satu di Negri ini.


hahaaa....Suara tawaan Bao yu senang mendengar anaknya berkata seperti itu.


 


**PARA PEMBACA NOVEL, TOLONG BERIKAN DUKUNGAN LIKE DAN VOTE,YA**