THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
2. Pangeran Minghao



Minghao sudah terbaring dikamarnya selama hampir dua pekan .Tabib istana kekaisaran "Chu" sudah berusaha secara maksimal untuk mengobati pangeran..


Kaisar sangat cemas akan kondisi putranya. "oh, putraku yang malang maafkanlah ayah ini. Aku tak mampu menjagamu dengan baik.


"Maafkan hamba."Ujar tabib lin feng, hamba akan berusaha untuk mengobati pangeran.


kamu harus bisa mengobatinya."ucap kaisar.


Langit mulai gelap, tabib lin belum menemukan solusi untuk menyembuhkan  kondisi tubuh pangeran, karna racun di dalam tubuh pangeran sangat ganas.


"Mungkinkah ini akhir hidupku."ujar lin, apabila pangeran tidak siuman dalam dua hari, Kepalanya yang akan menjadi.


"Keesokan harinya. Tidak ada yang menduga bahwa pangeran mendadak siuman."Duh kepalaku sakit." ujar minghao, Tabib lin pun kaget melihat pangeran sadar dari koma.


Dimana ini? Kok ruangannya terasa asing. "kamar ini sangat sederhana dan klasik! apakah aku sudah mati?


"Melihat ada seseorang di sampingnya, siapa kamu?" Maaf pangeran. Saya lin tabib Istana chu.


Maksudnya apa? saya kurang mengerti." Jangan-jangan pangeran hilang ingatan (Tabib lin berfikir). Pangeran adalah putra dari kaisar Chu."ujar tabib lin. Pasti kaisar bahagia mendengar kabar pangeran sudah sadar dari koma.


"Mungkinkah saya reinkarnasi kedalam tubuh ini."Gerutu jin feng dalam hati.


"Kepala ini terasa sakit sekali. (munculah ingatan minghao). Walaupun ingatan yang muncul hanya sedikit. jin feng mengerti. "oh, berarti saya terlempar ke dimensi lain. 


****


Mungkin ini sudah kehendak dewa untuk hidup kembali. Saya tidak akan menyianyiakan kehidupan ini.


"Tabib lin menceritakan pangeran Minghao adalah putra pertama kaisar.


"Sekarang Abad berapakan ?"Tanya minghao."Maaf pangeran. Sekarang abad 1312 sebelum masehi.


Busyet dech! Aku terlempar ke dinasti kuno, menurut sejarah yang pernah saya baca. Dijaman ini kejadian perang sudah biasa. "Pantas saja ingatan yang muncul dalam tubuh ini saya di racuni. Ternyata banyak yang tidak suka dengan pangeran. Terutama di anggap lemah di lingkungan kekaisaran.


###


"Mei Lin seorang pelayan dari kediaman pangeran datang ingin menghadap Kaisar! " Lapor Prajurit penjaga kediaman istana. "Sambil membungkukan badanya. Silakan dia bawa masuk!. "ujar Kaisar kepada prajurit.


lapor yang mulia ! "ucap Mei lin.


ada apa kamu kesini? "maaf hamba ingin memberi kabar, Bahwa yang mulia pangeran sudah siuman.


Apakah benar yang di ucapankanmu? "Tanya Kaisar.


Betul yang mulia..


"Wajah kaisar terlihat senang mendengar kabar tersebut. kalau gitu ayo kita bergegas melihatnya.


"Wantian, coba kamu panggil permaisuri kekediamanya?"ujar Kaisar. kepada prajurit.


tok..tok.. "kediaman permaisuri. Ada apa? "ucap Permaisuri. "maaf hamba menyampaikan berita dari Kaisar, bahwa pangeran sudah siuman.


"Kaisar Chu beserta istrinya. kemudian pergi ke kamar pangeran. Melihat anaknya sudah siuman mereka menangis karena bahagia.


"Minghao merasa heran. Orang yang datang di sampingnya menangis dan memeluk tubuhnya. "Anakku, Ayahmu dan Ibumu sangat bahagia melihatmu sadar."ucap Kaisar.


Lin feng berkata: "maaf paduka. Sepertinya pangeran mengalami hilang ingatan akibat racun yang merusak pikiranya.


Maksudnya? "ujar Kaisar Chu menatap tabib. Apakah dia tidak ingat kepadaku dan Ibunya?"Kata Kaisar.


Betul yang mulia..


"Permaisuri merasa bersedih mendengar ucapan tabib Lin. Apakah putraku akan sembuh dari hilang ingatanya?" ucap Permaisuri.


         "Mohon ya para reader unutk memberikan dukungan berupa vote dan like,nya..biar saya semangat buat nulis novelnya... Insyaallah Novel ini akan di muat tiap hari, minimal perhari 1 chapter.