
Suasana sehari sebelum upacara penyambutan atas kesembuhan pangeran para pelayan mulai sibuk menyiapkan bahan jamuan yang akan di hidangkan di Aula Istana.
Pada waktu malam, Pangeran Minghao sedang melamun duduk di kamarnya, dan dalam pikiranya belum mengingat semua berkaitan kehidupan barunya. terutama dia terlahir kembali dari Jiwa Jin Feng dan masuk ke tubuh ini ! terlempar ke Dinasti Chu ini bagaikan sebuah teka teki kehidupan. Mungkin Dewa memberi kesempatan hidup pada diriku, agar aku bisa menjalankan kehidupan yang lebib baik. "(gerutu dalam hati)
Dalam kehidupan baru ini aku bersumpah atas langit dan bumi tidak akan menyianyiakanya.
hmmmm..."sepertinya aku harus cepat mengenal kehidupan di jaman ini. Terutama berkaitan dengan informasi masalah kehidupan sosial dan lebih mengenal peradabanya. Mungkin ada catatan berkaitan dengan semua itu.
Oh... setelah perayaaan selesai penyambutanku besok, aku akan mulai mencari informasi dimana letak perpustakan di kerajaan ini. karena sumber informasi biasanya di simpan di perpustakan.
hoam.....sepertinya aku sudah mulai ngantuk, Jam berapa ya ini. "uh dasar jaman kuno belum ada jam dinding "guman Pangeran. Tapi sepertinya sudah larut malam bila melihat bulan. Tidur dulu ah, Soalnya harus bangun pagi besok.
Mentari mulai terbit sinar matahari sudah terasa dan Rombongan Selir Anchi sudah datang dari kota Huang dan mereka bergegas kekediamanya. karena harus mandi untuk menghadiri acara perayaan di Aula Istana.
Orang orang mulai muncul dan hadir di Aula Istana, mereka mulai duduk dan menempati kursi yang telah tersedia dari mulai bangsawan, pejabat dan tamu undangan dari kota lainya.
Kaisar Chu sudah duduk di kursi singgasananya. Mana Selir Anchi " ucapa kaisar kepada Bao yu. katanya mereka sudah datang pagi hari tadi. Betul.. "ucap Bao yu. mungkin sebentar lagi kesini.
Minghao datang ke Aula Istana dan suara sambutan terdengar. "Selamat datang Pangeran. "ucap para tamu. Waduh ini kaya acara pernikahan saja "gumam Minghao dalam hatinya, banyak makanan dan di panggung Aula seperti ada pertunjukan hiburan..
"oh..pantes aja acaranya meriah (gerutu Minghao). Maaf" hamba terlambat datang hadir (ucap Selir Anchi kepada Kaisar) tidak apa-apa duduklah Istriku, Gimana keadaan Ayahmu di Kota Huang? "Ayahku dalam keadaan sehat dan maaf beliau tidak bisa datang kesini karena masih ada urusan "ucap Anchi.
Xin Xuaxua Ibunda Minghao, Selir Bao yu, Quon anak dari Bao yu, Selir Anchi dan anaknya Li Wei, mereka duduk dekat Minghao..
Kakak. "ucap Li wei, Ibu bawa hadiah buat kakak dari kakek, Ya..kan bu? sambil melirik ke kiri melihat Ibunya. Oh..ya hampir lupa untung saja Anakku mengingatkanku."ucap Anchi. (sambil mengeluarkan Madu kejernihan). ini hanya hadiah kecil dari kota Huang. "Terimakasih atas hadiahnya "ucap Minghao.
Para tamu melihat itu, "kemudian mereka bergumam. "itu kan madu yang sangat langka dan susah mendapatkanya dan Ibunda Minghao melihat itu senang, karena madu itu bukan hanya sekedar hadiah tapi sangat bermanfaat bagi pemulihan Anaknya.
Dukungannya sangat membantu dari para pembaca
VOTE , LIKE DAN DUKUNGAN MOHON..