THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
20. Kota Ghunan



Suara keramaian di Kota Ghunan tidak jauh dengan kota-kota yang lain dari wilayah kekaisaran Chu.


Kota Ghunan di pimpin oleg Jin Bei dan merupakan keluarga dari Selir Bao yu.


Letaknya sangat Jauh dari pusat Kotaraja sehingga kurang terkontrol oleh pusat pemerintahan.


Walikota Jin Bei memanfaatkan pengaruhnya sebagai walikota dengan memeras pajak yang tinggi terhadap Rakyatnya.


Tak jarang banyak Desa miskin dari wilayah itu.


Kelaparan merajarela di setiap pelosok Desa.


Para penduduk sudah muak dengan walikota Jin Bei, Terkadang ada penduduk yang berniat melaporkan hal itu ke Kotaraja


Namun selalu terjadi kegagalan, karena Orang-orang Jin Bei selalu mengetahuinya dan langsung membunuhnya tanpa memberi ampun.


Walikota Ghunan bukan hanya kejam terhadap Rakyat melainkan juga dia bekerja sama dengan bandit dan perampok.


Perdagangan budak menjadi hal yang dapat menguntungkan baginya, Korban pemaksaan kepada penduduknya dengan menyuruh komplotan perampok, menjual sebagian anak-anak menjadi budak ke Negara lain.


***


Siang yang terik dalam ketinggian sinar matahari, para Biksu dari Kuil Pilar Langit sedang berjalan Di Desa Yan Bu.


Desa itu merupakan bagian dari wilayah Kota Ghunan, selama dalam masa perjalananya itu! Biksu merasa heran setiap daerah yang di lewati.memasuki Kota Ghunan banyak hal kemiskinan.


Jangan...jangan kau ambil anak'ku, suara terikan dari kejauhan terdengar oleh Zhu De dan Dua orang muridnya.


Guru sepertinya ada orang yang membutuhkan bantuan.


Mari kita cepat kesana; Setelah melihat yang terjadi.


Terlihat jelas ada 8 orang sedang menyeret paksa anak-anak.


Mereka membawa senjata dan tak lupa memukul para penduduk, sambil tertawa.


Kemudian Biksu Zhu De menghampiri sekumpulan orang itu.


Amithaba...hentikanlah perbuatan kalian, Budha akan mengampuni perbuatan kalian.


Maka dia harus menyesal karena sudah mau ikut campur urusan dengan,ku


Hai Biksu.."Sambil Memandangnya Ucap Bixuan pemipin dari kelompok itu.


Seharusnya kau diam saja di Kuil bukan ikut campur dengan urusan ini.


Kami bukan untuk ikut campur, hanya mengingatkan kalian untuk selalu berbuat cinta kasih sesama manusia, Itu yang di ajarkan Budha pada kami.


Diam kau Biksu, Jangan pernah berceramah seperti itu pada kami, ; Kami bukan Biksu seperti kalian yang hanya diam di tempat sepi.


Perbuatan yang kami lakukan bagian dari kesenangan..hhaa...apa lagi kalau mendapatkan wanita cantik


Hidup lebih menyenangkan dan sangat memuaskan.


Biksu Zhu De melirik kemuridnya sambil membisikan sesuatu.


Kenapa kau Lancang berbisik di hadapanku.


Bunuh saja Biksu itu "Nada memerintah dari Bixuan kepada Anak buahnya


Penduduk yang melihat hal itu merasa panik, mereka tidak ada yang membantu para Biksu dan hanya melihat dari kejauhan.


Empat Orang mulai maju menyerang Biksu Zhu De.


Guru diamlah biarkan murid ini melawanya


Suara pertarungan yang di lakukan mereka menambah kecemasan pada orang-orang yang menyaksikan itu.


Terjadi beberapa kerusakan dari pertarungan itu, empat orang yang menyerang dan di lawan oleh Murid Kuil Pilar Langit pada akhirnya tak berdaya setelah beberapa kali terkena pukulan tongkat.


Mereka hanya tergelatak tak sadarkan diri.


Para Biksu itu tidak ingin membunuh, ajaran Budha sudah menjadi pegangan hidupnya untuk selalu memaafkan sesama.


Melihat hal itu pemimpin kelompok itu semakin kesal karena perbuatanya terhalangi oleh Biksu.


Sialan kenapa aku harus berurusan dengan Biksu itu : "Gerutu Bixuan