
Mentaripun sudah mulai terbit dan menyilaukan memasuki kamar Minghao.
Merasakan hal itu langsung buru-buru bangun dan membereskan barang bawaan, berupa pakaian serta sekantong uang untuk menempuh perjalanan ke Kota Huang.
Pelayan "Nada memanggil
Mei Lin pun datang dan siap melaksanakan perintah pangeran
Tolong kamu siapkan seekor kuda untuk'ku, aku akan pergi sebentar keluar dan tolong rahasiakan ini.
Baiklah "hamba akan meminta prajurit menyiapkanya.
Mei Lin memandang Pangeran dengan perasaan aneh, karena terlihat dari penampilanya tidak menunjukan kemewahaan sedikitpun.
Tetapi melihat itu, tidak terlalu banyak menanyakan perihal itu.
***
Minghao'pun Keluar dan menunggangi kuda hitamnya, setelah itu pergi.
Perjalanan ini membutuhkan waktu, maka dari itu dia berniat singgah dulu di pasar untuk membeli beberapa senjata untuk keperluan perjalananya.
Sesampainya di pasar dia langsung saja menuju tempat penjualan senjata.
Setelah cukup dekat dia turun dari kuda'nya.
"Pedagang Melihat hal itu langsung menyapa
"Maaf tuan muda apakah ada hal yang bisa saya bantu.
Paman, apakah mempunyai senjata yang bagus.?
Silakankan masuk Tuan muda, sambil membawa minghao menunjukan ruangan dengan di penuhi beberapa senjata.
Mata Minghao melirik ke ruangan itu dan terlihat Senjata berjejer tersusun.
Kalau boleh tahu, senjata apa yang dibutuhkan untuk Tuan muda.
Saya hanya ingin berangkat berburu ke hutan paman.
Mungkin paman punya pedang tipis dengan ketajaman yang bagus serta panah.
oh...kami punya koleksi yang bagus Tuan muda (sambil mengarahkannya pada pedang)
Di tarik pedang itu dari sarungnya dan terlihat pedang tipis serta berkilau, Melihat itu Minghao tertarik.
Berapakah Paman kalau pedang ini.
Tuan muda karena pedang ini sudah lama menjadi pajangan dan tidak terlalu ada yang minat maka saya berikan harga murah, hanya 50 keping mas.
Kenapa paman pedang sebagus ini tidak ada yang meliriknya..
Tuan muda juga tahu pedang tipis ini tidak terlalu berguna bagi para prajurit atau Jenderal di medan perang, karena senjatanya terlalu ringan.
Baikalah lah paman aku menyukainya dan akan mengambil ini dan tolong ambilkan busur yang itu.
Padahal menurut dalam hati Minghao, seni Ilmu pedang di ukur dari kelincahan berpedang serta ketajaman. Karena sudah menguasai seni pedang samurai di kehidupan sebelumnya.
Berapa semuanya paman?
Semuanya hanya 150 Keping emas Tuan muda.
Minghao menyerahkan kepingan emas pada pedagang itu.
Tapi Tuan muda uangnya kelebihan..!
ambil saja sisanya paman, anggap saja itu sedikit hadiah buat paman.
Pedagang itu membungkukan rasa terimakasih.
Semoga Tuan muda mendapatkan buruan yang banyak.
***
Kebutuhan Senjata sudah cukup kemudian bergegas menghampiri pedagang obat-obatan.
Membeli beberapa kebutuhan obat-obatan, karena mungkin saja dalam perjalanan ada sedikit rintangan.
Tidak menutup kemungkinan akan bentrok dengan penjahat dan melukai tubuhnya.
Segala persiapan sudah tercukupi kemudian pergi karena tidak ingin membuang waktu lebih banyak.
Menurut peta yang di pelajari perjalanan yang di tempu ke Kota Huang memakan waktu perjalan 4 hari dan melewati beberapa Desa serta hutan.
Perjalananya sudah dilakukan hampir 7 jam dan langit terlihat mulai gelap menandakan malampun tiba.
Kondisi perjalanan yang di tempu masih cukup jauh menuju Desa Pertama dan mengharuskan beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tubuhnya.
Tambah lagi rasa lelah dan lapar sudah terasa, kemudian mencari tempat yang cocok untuk bermalam.
Setelah melihat ke segala arah barulah memutuskan untuk beristirahat dekat pinggiran sungai.
Kemudian turun dari kudanya dan mengaikan tali kuda pada sebuah pohon dekat pinggiran sungai, agar kudanya bisa minum.
**To Be Continue**
Informasi
Seratus tael Perak Nilainya sama dengan Satu keping emas
Adapun nilai terendah mata uang perunggu biasanya hanya digunakan untuk.membeli roti atau permen yang harganya murah