THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
30. Masuk Kota Huang



"Tuan muda ayo kita masuk ke dalam kota, Jiangli sudah terlebih dahulu melangkahkan kakinya.


"Apabila berkenan, bolehkah Tuan Muda berkunjung ketempat Rumah Ayahku.


Untuk mengucapkan rasa terimakasih selama ini telah mau membantuku. Minghao hanya diam tanpa menjawab, melihat kelakukan Jiangli tersenyum kegirangan.


Jangan bengong dong Tuan muda, hhh...Minghao tertawa kecil.


"Baiklah Nona cantik, tatapan menggoda.


Ketika mereka sudah berada di pintu gerbang tidak ada hambatan memasuki Kota, Karena Jiangli merupakan penduduk wilayah itu.


Jiangli merupakan keluarga bangsawan di kota, Setibanya di Kediaman ke luarganya.


Tatapan orang-orang tertuju pada Minghao, para pengawal berbisik : beranggapan Nona datang bersama kekasihnya.


Selamat datang Putriku' senyum bahagia dari wajahnya dan melirik seorang pemuda.


Aku sungguh khawatir denganmu, menurut berita kamu mengalami kesulitan dalam perjalan. (sambil memeluk)


Lihatlah Bu ; aku baik-baik saja


ehemmm..sepertinya sudah bertambah dewasa anak,ku.


"Perkenalkanlah Bu, dia yang telah menolong hidupku, ketika aku melarikan diri dari perampokan.


Terimakasih Anak Muda...


Pelayan tolong sediakan makanan yang enak dan berikan kamar untuk tamu kita.


***Informasi


Ibunya Jiangli bernama Lin Lin, sedangkan ayahnya sudah meninggal 4 Tahun yang lalu.


walaupun mereka hanya sebagai pedagang, warga kota Huang menghormatinya terutama wilayah perkampungan.


kehidupan rakyat terbantu terutama masalah hasil pertanian, mereka mampu menjualnya ke luaran Kota Huang.


Berdampak pada peningkatan pendapatan keuangan wilayah Huang.


***


"Minghao sudah duduk di ruangan jamuan makan keluarga Lin.


Silakan makan dengan kenyang, mereka saling berbincang sedikit.


Kata putriku ini kau datang Huang mau menemani seorang teman, kami bisa membantumu menemukannya.


ahh..tidak perlu repot Nyonya "Ucap Minghao


Bukanya menolak, namun saya mau berkeliling dulu untuk mengenal wilayah ini.


"Baiklah bila seperti itu ..!


Beristirahatlah dulu semalam untuk memulihkan rasa cape dalam tubuhmu.


Jiangli terdiam dengan menampilkan wajah kecewa menatap Minghao.


Ibu Jiangli mengerti perubahan dari sikap anaknya, menandakan seperti menyukai terhadap Minghao.


****


Tujuh hari setelah perencanaan berkumpulnya para Aliansi pemberontak.


Mulai masuk memenuhi Rumah Mawar Ungu, Tidak banyak yang curiga karena tempat itu sudah biasa ramai pengunjung.


Terutama para lelaki hidung belang yang mencari kepuasan.


haa....suara tawaan dari ruangan pertemuan...Ternyata Walikota sangat mengerti "Ucap Pemimpin Kelompok Rantai Berdarah


Diam kau..kita ke sini bukan untuk bermain-main dengan perempuan"Ucap Jenderal Tang


Jangan marah dong Jenderal, saya hanya bercanda..


Bao Yu : Kalian juga tahu di Negara kami mempunyai 8 Jenderal besar dan menurut penyilidikan 2 Jenderal sudah bergabung dengan pangeran dan Dua tersisa masih susah untuk kita ajak kerjasama.


Sedangkan saya membawa 4 Jenderal perkanalkanlah mereka:Jenderal Tang, Jenderal Hong, Jenderal Senghuang dan Jenderal Yin guong.


Berdiri semua setelah mendengar ucapan Bao Yu.


Langkah awal kita harus melemahkan Jenderal yang tersisa "Ucap Hong


Bukankan itu hal mudah menyingkirkan dua orang dengan kemampuan kita "Sesumbar dari Jenderal Kekaisaran Durron


Kita tidak bisa menganggap remeh dari kemampuan Jenderal Luthong dan Liu san.


Mereka memepunyai kekuatan bertarung sangat tinggi, Tambah lagi pasukan yang dimilikinya sangat Loyal terhadapnya.


haaa..."Ucap Jenderal Chang Dari Durron. Mengahadapi kekuatan bukan dengan kekuatan pula.


Pada intinya bagaimana caranya dapat melumpuhkan lawan. Cara licik kita harus gunakan.


"Betulkan, Sambil memandang kelompok Rantai berdarah


Kau berani menghina kami. (mengerti maksud perkataanya merupakan kebiasaan mereka).


Sudah jangan berselisih, kita berkumpul di sini dengan tujuan yang sama.


Maksud Jenderal, bagaimana melakukanya "Ucap Bao Yu


 


**To Be Continue


 


Lagi kurang Fit, jadi menghambat buat Menulis..


Tolong Dukunganya**...