THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
26. Perjalanan II



Episode Sebelumnya


Kemudian turun dari kudanya dan mengaikan tali kuda pada sebuah pohon dekat pinggiran sungai, agar kudanya bisa minum.


*****


Melihat di depan ada sungai kemudian memanah beberapa ikan.


Api unggun'pun sudah di nyalakan sambil membakar beberapa panggangan ikan.


kresek-kresek suara dari semak-semak, mendengar perihal itu Minghao waspada.


Siapa kau, kalau tidak berani berniat jahat keluarlah...?


Mendengar perihal itu orang yang bersembunyi ragu mau keluar..


0k dech kalau tidak mau menunjukan muka'mu. Seandainya kalau muncul akan ku berikan 2 ikan panggangan ini padamu..?


huh harumnya aroma ikan ini!.


Sambil memamerkan, di cubit sedikit daging ikan itu dan di kunyahnya.


Lezat sekali....berkata dengan cukup keras...


Ikan sebanyak ini pasti dapat membuat perut ini kenyang..


Orang dalam semak itu merupakan seorang gadis, mendengarkan perkataan dari Minghao dan melihat ikan bakar yang di pegang tanganya.


Air ludahnya keluar tidak bisa menahan, perutnya'pun berbunyi tanda tergoda.


Benar nih tidak mau keluar...aku habiskan ya..."Ucap Minghao


Walaupun keadaanya ragu untuk mendatangi pria itu. Namun dorongan rasa lapar memberanikan dirinya keluar dari semak-semak.


Tuan Muda mohon sisakan buwatku sedikit...


Terdengar jelas perkataan itu oleh minghao dan memandanginya.


Terlihat seorang Gadis, sekitar umuran 15 tahun dengan pakaian kotor.


Walaupun pakaian'nya kotor tetap saja wajahnya terlihat cantik.


haaa.....suara tawaan minghao...


Ternyata di hutan ada seorang Gadis tersesat.


Aku pikir tadi suara dari binatang Rusa, kalau saja tidak muncul mungkin anak panah ini sudah melesat. Sambil memperlihatkan sebuah busur.


Kemarilah Cantik jangan takut...Minghao Sesikit menggoda


Gadis itu dengan perlahan berjalan mendekati Minghao, Duduklah di sampingku "ucap Minghao


tidak menjawab karena malu.


Makanlah ikan bakar ini, sambil menyerahkan kepada gadis itu.


Gadis itu terlihat sangat lahap memakan ikan bakarnya, tidak butuh waktu berapa lama santapan ikanya habis.


haaa...kau seperti orang yang belum pernah memakan ikan "Tanda meledek


Terimakasih Tuan Muda atas kebaikanmu.


Kenapa kamu bisa di dalam hutan sendirian, tambah lagi kondisi pakaianmu banyak kerobekan.


Gadis itu Ragu untuk menceritakan perihal kejadian yang baru saja di alaminya.


Melihat tatapan pria di sampingnya, kemungkinan bukan orang jahat.


"maaf Tuan muda nama saya Jiangli, saya tersesat di hutan ini bukan sebuah tanpa alasan.


Sebenarnya saya mengalami kejadian di perjalanan, kami merupakan rombongan pedagang untuk menuju kota Huang.


Namun naasnya ketika sudah mau memasuki hutan ini kami di hadang oleh beberapa perampok, Teman-teman kami banyak yang tewas.


Akhirnya saya melarikan diri dan tesesat di hutan, sampai keadaanku seperti ini.


Tuan tolong bantulah saya..


Membantu bagaimana, Aku juga gak tahu di mana kamu di rampok dan kemungkinan kecil temanmu tidak akan selamat.


Bukan Tuan, saya tidak memohon untuk menemukan mereka, Melainkan bolehkah saya ikut dengan Tuan sampai menuju ketempat keramaian.


oh begitu....Perkenalkan Saya Ming sambil bersalaman.


Kebetulan juga saya mau pergi kekota Huang, Mungkin takdir yang mempertemukan kita.


"Jiangli tersenyum merah...Terimaksih Tuan, saya tidak akan meropatkan anda di perjalanan.


Kalau boleh tahu ada urusan apa Tuan pergi ke Kota Huang..?


ah tidak terlalu penting.., saya hanya sedang mau berkunjung pada teman lama "(menyembunyikan maksud datang ke Huang)


Mungkin nanti saya bisa membantu mencarinya Tuan, saya ada sedikit kenalan beberapa pedagang disana.


Terimakasih atas bantuanmu,..Sekarang mari kita istirahat terlebih dahulu.


Malampun berlalu dan pada akhirnya fajarpun mulai terlihat.


****Ayo Berikan dukunganya


Vote dan like,nya di tunggu untuk para reader****