
**Episode sebelumnya
Pelayan itu berkata dengan ketakutan ; Baik kami akan menyediakanya..
haa.....suara tawaan mereka berlima..
"Bagus kalau kau mengerti**..
*****
Nona tinggallah di sini jangan ikuti turun, "Ucap Minghao
Jiangli mengerti dari perkataanya itu.
Minghao'pun turun dengan membawa sebilah pedang, berjalan dengan santai.
Para kelompok Rantai Berdarah meliriknya dengan menunjukan tatapan ancaman.
haaa...ternyata di atas sepertinya ada tamu spesial.
Jangan-jangan disana ada perempuan cantik juga, coba kalian lihat ke atas "nada memerintah.
Kalau kalian berani naik selangkah saja ke tangga itu, sama saja berurusan denganku "Ucap Minghao.
Berani sekali kau berkata mengancam pada kami, apa kau ? sudah tidak menyayangi hidupmu.
haa....kalian hanya sampah, pandai membuat keributan dan ingin makan gratis lebih rendah dari pengemis.
akan kupastikan sekarang kau mati (sambil menendang meja) brukk..
serang dia, Cincang tubuhnya.
kepungan di lakukan pada Minghao, hmmm..sepertinya aku akan mencoba pedang baruku "Gerutunya
sring...pedang keluar dari sarunganya.
Ketika ayunan pedang dari musuhnya sudah mau menyentuh tubuh minghao, Tiba-tiba gerakan tubuhnya seperti membungkuk dan sudah berada di belakang mereka.
Kecepatan yang di lakukan tidak terlihat jelas.
Mana nyalimu, kau hanya pandai berlari.
ketikan pedang di sarungkan, terlihatlah tiga orang kelompok tersebut sudah kehilangan lenganga.
Darah mulai keluar dengan bau anyir, mereka baru menyadarinya.
aw. ..teriak mereka kesakitan, sialan kenapa kita tidak bisa melihat gerakan tadi.
Orang ini tidak bisa di anggap remeh, sambil ketakutan.
Minghao memandang mereka dengan tatapan menindas, dengan perlahan mereka melihat itu dan tubuhnya melakukan gerakan mundur.
Bagaimana sekarang, apakah kalian masih berani melanjutkan pertarungan ini.
Mendapat ancaman seperti itu, keringat dingin keluar dari tubuh mereka.
Tidak, "maaf Tuan pendekar, Kami sudah mengganggu Tuan.
Silahkan tinggalkan tempat ini (sambil menunjuk mereka)
Lari terbirit-birit mendapat kesempatan kabur, walaupun Darah di tangan mereka bercucuran.
**
***Informasi
iaido adalah sebuah jurus tebasan samurai, bagaikan sebuah kehadiran mental yang sangat berani dengan gerakan cukup halus dan tidak menitik beratkan pada banyak pola gerakan***.
Walau sangat halus tapi mempunyai kecepatan, sehingga lawan tidak menyadari
****
Terimakasih Tuan Pendekar atas bantuan yang di berikan kepada kami "Ucap pemilik penginapan
"Maaf sebelumnya tadi mengganggu Tuan beristirahat, sehingga harus berurusan dengan mereka.
Paman kalau boleh tahu, apakah mereka sering kesini !
"Sebetulnya mereka berbuat ulah bukan hanya pada kami saja melainkan kepada yang lain juga.
Mereka muncul sekitar sebulan yang lalu dan menurut kabar di berbagai wilayah, aksi kejahatan yang di lakukanya sudah meresahkan.
hmm...sepertinya kejahatan yang sudah terorganisir "Minghao berfikir.
Tapi apakah tidak ada yang melaporkan perihal itu kepada Walikota Huang.
"kami sudah melaporkanya, Walikota sudah mengirim utusanya kesini, tapi hal itu selalu gagal untuk memberantas mereka.
Pengiriman utusan prajurit hanya sedikit, sedangkan mereka cukup banyak.
Minghao'pun mengerti dengan kondisi yang di ceritakan oleh pemilik penginapan.
****
Fan Lian dan Wan bo sedang berkeliling pasar mencari tempat penjualan budak.
Mereka membawa 100.000 keping emas. sesuai perintah Pangeran Minghao harus mengumpulkan budak dengan banyak.
Pada akhirnya Fan Lian dan temanya sudah di pasar budak di Kota Shianxi, Kota itu merupakan jalur perdagangan untuk melintasi ke beberapa Negara dan termasuk lalulintas ke jalur dataran tengah.
Budak yang di beli Fan Lian baru saja sekitar 1.000 orang dan untuk tidak menaruh kecurigaan orang lain, maka mengirim mereka ketempat pusat pelatihan militer baru di kirim secara bertahap.
Sedangkan Wan Bo masih mencari informasi penjualan budak di sekitar pasar.
**To Be Continue**