
EPISODE SEBELUMNYA
Sudah !. tidak perlu seperti itu seharusnya saya yang menundukan kepala "dengan suara yang lemah dari kaisar
*****
Kemarilah, Law Yi menghampiri Kaisar.
"Mungkin aku sudah tidak akan lama lagi hidup di dunia dan aku berharap Sesepuh dapat membantu mengarahkan Anak,ku, jangan berkata begitu yang mulia "ucap Law Yi
hmmm""aku melihat Anak,ku dekat dengan Sesepuh dan akan kuserahkan bimbingan Anak,ku pada sesepuh.
Melihat Kaisar berkata seperti itu; Law Yi merasa sangat aneh dengan perkataanya.
Yang Mulia "Orang tua ini akan menjaga Pangeran dengan setulus hati
Kaisarpun mulai tersenyum mendengarnya "gumam dalam hati aku sudah tidak khawatir lagi karena keyakinan menitipkan Minghao padanya.
Matanya mulai menutup dan tubuhnya mulai berubah menjadi dingin, menandakan Kaisar telah wafat meninggalkan dunia ini.
Law yi melihat perubahan dalam tubuh kaisar dan tidak berkata lagi segera memerintahkan tabin Lin memeriksa kondisinya.
Tangan kaisar di pedang pas nadinya dan menandakan hawa kehidupan sudah tidak ada.
Semua Orang mulai cemas melihat tabib Lin memeriksa Kaisar dan terlihat wajah kebingunganya.
Tabib Lin diam harus mengatakan apa kepada semua orang yang berada di kamar kaisar.
Bagaimana kondisi tubuh kaisar "ucap Law Yi
",Maaf yang mulia Permaisuri, Pangeran dan Sesepuh sambil melirik mereka dan menundukan kepalanya.
Maksud perkataanmu "Ucap Minghao. hamba tidak mampu menyembuhkanya dan Kaisar telah pergi ke Nirwana..
Suara tangisan kesedihan mulai memenuhi ruangan kamar Kaisar dan linangan air mata keluar. terutama Isak tangis Permaisuri dan Anaknya Minghao.
"Tananglah Yang mulia sambil menepuk pundak Permaisuri. Kaisar ridak ingin kau larut dalam kesedihan.
Lihatlah Anak,mu dia masih membutuhkanmu dan harus menunaikan cita-cita dari Ayahnya
Agar kelak Pangeran bisa menjadi Raja yang lebih baik. Permaisuri kemudian sadar dari tangisanya dan menghapus air matanya untuk menguatkan putranya sambil melirik ke Minghao.
Tabib Lin, melangkah ke lemari kecil yang di tunjukan Kaisar sebelum wafat dan membuka lemari kecil tersebut.
Dia melihat sebuah kertas yang terlipat dan mengambilnya sambil menyerahkan kepada sesepuh Law Yi
apa ini tabib Lin "sambil berucap..oh" ini tadi Kaisar menyuruhku untuk menyerahkan ini pada sesepuh.
Law Yi mengambilnya dan memasukan kedalam kantong bajunya "sambil berpikir sepertinya ini surat yang penting dan aku akan membacanya setelah aku kembali kekediamanku.
Sepuluh menit berlalu dan Orang-orang dari Kekaisaran sudah mendengar berita meninggalnya Kaisar.
Kaisar Wafat pada usia 45 tahun dan terbilang muda untuk sebuah Raja.
Tak lupa juga Selir Anchi, Selir Bao yu,Anak-anak dari para selir dan pejabat Negara datang buru-buru ke tempat Kaisar.
Selir Bao yu yang senang atas kepergian Suaminya dapat dengan mudah melancarkan rencanya. walaupun datang ke Kamar Kaisar hanya menunjukan kepura-puaraan dalam kesedihanya.
Upacara Pemakaman
Banyak orang yang datang ke Istana dan di halaman ada sebuah dupa yang sudah terbakar.
Dupa tersebut merupakan alat ritual tradisi dalam mengirim do,a atau di sebut tradisi Hio lo pada masa itu.
Tradisi mensucikan roh sebelum mengantarkan ke Alam Nirwana
Rasa berkabung untuk seluruh rakyat atas meninggalnya Kaisar menjadi kepiluan dengan rasa sedih.
HARAP BERI MASUKAN DAN KOMENTARNYA KEPADA AUTHOR DAN BERIKAN DUKUNGANYA...