THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
12. Kaisar Sakit



Enam bulan berlalu, Minghao pun sudah biasa hidup dilingkungan kekaisaran dan sosok pangeran sudah tidak di anggap lemah, karena kepedulian terhadap rakyat membuat banyak yang bersimpati atas perbuatannya.


Tak jarang pula melatih keterampilan beladirinya yang dia pahami..ketika waktu abad 21 ingatan Jin Feng dulu. sperti tekhik berpedang samurai, Taekwondo, muanthai dan memanah.


Tidak pernah orang lain tahu akan hal itu karena berlatih secara sembunyi-sembunyi di luar istana di Hutan yang tak jauh dari kekaisaran.


KAISAR SAKIT


Kaisar Chu sakit keras sudah Satu bulan terbaring di kamarnya.


Orang-orang mulai mengkhawatirkan kondisi Kaisar. karena menurut penuturan tabib istana belum ada perkembangan.


Pemerintahanpun mulai tidak stabil dan banyak pejabat memanfaatkan situasi seperti itu, misalnya melakukan penarikan pajak tinggi kepada Rakyat di Kota yang jauh dari pusat pemerintahan dengan alasan untuk kepentingan kerajaan.


"hal itu di lakukan adanya keterlibatan hasutan dari selir Bao yu dan di bantu Negara tetangga sebagai awal mula pemberontakan untuk meruntuhkan kepercayaan Rakyatnya kepada Kaisar.


Sehingga langkah awal untuk menarik perhatian kalangan rakyat untuk mendukung Selir Bao yu menaikan Anaknya sebagai pewaris tahta yang lebih layak dari pada Pangeran Minghao.


Kabar pejabat yang melakukan tindakan tercela itu sudah di ketahui oleh Minghao, Namun karena tidak memiliki wewenang, sehingga tidak mampu melakukan tindakan.


Hak Perintah Raja apabila dalam kondisi darurat tidak bisa di wakilkan. pemerintahanpun hanya di jalankan oleh pejabat seperti biasa dan menjalankan roda pemerintahan sesuai tugasnya masing-masing.


Wafatnya Kaisar


Permaisuri merasa Sedih melihat suaminya terbaring tak berdaya di kamarnya.


"Bagaimana kondisi Kaisar apakah masih ada harapan untuk sembuh dan tolong tabib Lin sembuhkan Kaisar."ucap Permaisuri


"Maaf, "yang mulia saya sudah berusaha dan memeberikan obat yang paling baik namun belum ada perkembanganya.


"Ibu"Kata Minghao, karena waktu itu sedang berada di dalam kamar Ayahnya,"sabarlah Ibu !Ayah pasti baik-baik saja.


Mendengar perkataan Suaminya, Permaisuri buru-buru pergi keluar kamar dan memerintahkan kepada prajurit untuk ke perpustakan memanggil Law yi."cepat jemput sesepuh Law Yi kesini."Perintah Xin Sue.


Prajurit langsung pergi ke tempat perpustakaan dan bertemu sesepuh Law Yi. Dia sedang duduk di meja tamu perpustakaan.


ada apa kalian kalian seperti terburu-buru datang kesini?"Ujar Law yi dengan suara agak serak.


"Maafkan kami."kami di suruh permaisuri menjemput sesepuh segera datang ke kamar kaisar.


"oh...jangan-jangan itu pertanda buruk,"ah tidak mungkin ! Law Yi memikirkan sesuatu berkaitan dengan kondisi Kaisar.


"kenapa sesepuh seperti melamun."ahh tidak,"salah lihat mungkin kamu itu!


Ayo kita cepat pergi kesana takutnya ada hal penting."ujar Law yi kepada prajurit.


Langkah kaki mulai berjalan dan tiba di kediaman kamar Kaisar.


tok tok...suar ketukan dari luar."Minghao membuka pintu kamar."lapor yang mulia kami sudah menjemput sesepuh Law yi sambil menundukan kepalanya".


"Kakek silakan masuk kami sudah menunggu dan Ayah sepertinya ada hal yang mau di sampaikan.


Semoga panjang umur Kaisar,"Law Yi menundukan kepalanya.


Sudah! tidak perlu seperti itu! seharusnya saya yang menundukan kepala."dengan suara yang lemah dari kaisar.


 


**AYO JADIKAN FAVORITE KOLEKSI NOVELMU DAN BERIKAN LIKE DAN VOTE,NYA**