THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
36. Akhir Penyerangan



Setelah satu hari kemudian. Mereka telah berhasil melumpuhkan kelompok Rantai Berdarah dari wilayah Huang. Mereka behasil karena menjalankan penyerangan itu sesuai dengan rencana yang telah di buat.


Beberapa ratus prajurit yang di pimpin Minghao, terlihat sibuk mengikat tawanan dari musuh yang menyerah. "Nian Zhen tak luput menunjukan kebanggaan di bawah prajuritnya.


Jika di nilai pertarungan ini, jelas sekali medan yang di hadapi cukup rumit. tapi karena kecerdikan Pangeran Minghao dalam pembuatan strategi, mengakibata berkibarnya bedera kemenangan.


Jarang sekali prajurit melakukan pertarungan di dalam hutan, selama ini pengalaman perangnya banyak di area terbuka.


Nian Zhen semakin takjub denga kecerdasan yang di miliki pangeran. Dia tidak menyangka. Ternyata Pengeran seperti singa yang telah bangun dari tidurnya.


Penduduk di Huang merasa senang, setelah mendengar pasukan Kota Huang sudah melumpuhkan kelompok Rantai Berdarah, selama ini mereka sering mendapat gangguan dari kelompok itu. Aktivitas wilayah yang biasanya terancam setiap harinya mendapat hembusan angin segar kembali.


Minghaopun setelah berhasil melakukan pertempuran, berpamitan kepada penduduk Huang dan pulang kembali kekota Raja.


****


Seiring dengan waktu kabar mengenai kekuatan yang menghancurkan Rantai Berdarah dari Huang sudah sampai di telinga pemimpin besar mereka. Ketidakpercayaanya ada pasukan cukup besar di huang. Mereka tidak mengenali siapa sosok pemuda yang menggerakan kekuatan itu.


"Kau, sudah lancang datang kemari dan memberi kabar buruk. Tambah lagi anggota Rantai Berdarah mati terbunuh dengan sia-sia."Nada kesal Hua Ming kepada Sioyou yang kabur dri penyerangan.


Seharusnya kau juga mati dalam penyergapan itu. Aku sudah memberi kepercayaan padamu, tapi kau, sungguh telah mengecewakanku. atas kesalahan tindakanmu dan dari kebodohanmu. Kau, sudah tidak layak berdiri di hadapanku."Hua Ming menunjukan sikap marah.


"Maaf, ketua. Ampunilah aku. Tolong beri kesempatan untuk membalas perbuatan mereka."perkataanya belum selesai. "Hua Ming sudah mengeluarkan sebilah pedang dari sarungnya dan memotong kepalanya. "Terlihat menggelinding jatuh ke tanah. Darahpun langsung mancur dri leher yang sudah terputus.


Cepat bawa tubuhnya keluar. Aku muak melihat perbuatan bodohnya dan apabila ada yang melakukan kesalahan seperti dia? Berarti akan bernasib sama."Hua Ming berbicara dengan lantang kepada anak buahnya.


***


Ketika sedang menikmati makanan yang telah di sediakan oleh pelayanya Mei Lin. Tok...tok..suara ketukan pintu dari luar.


Siapa! "Tanya Minghao dari dalam.


Ini Ibu Anak,ku..oh, silakan masuk bu.


Ternyata Ibu sudah mengganggu waktu makanmu."Ucap Xin Sue.


"Maaf, barusan anakmu tidak menyambut. ah..tidak perlu, lagi pula Ibu hanya kangen kepadamu. Bagaimana perjalananmu di Huang? Ibu mendengar kamu mengalami masalah di sana!


Ibu tidak perlu khawatir."Lihatlah diriku masih baik-baik saja.


Spertinya Ibu datang kemari bukan hanya saja menjenguk,ku. Pasti ada alasan lain."Tanya Minghao.


"Ternyata Anak,ku tambah dewasa. Kamu sudah mendengar berita Jenderal Qin di jebloskan penjara. Ibu curiga mengenai hal itu, kemungkinan Jenderal Qin ada yang menjebaknya. Kamu tahu sendiri dia sangat kuat dan pengaruh dalam kemiliteranya cukup baik. Walaupun selama ini, cara tindakannya bebeda dengan Jenderal dengan yang lain. Tapi tidak mungkin melakukan hal serendah itu."Ucap Xin Sue.


Betul, Bu..


Aku juga berpikir sama.


mohon dukunganya, Novel ini akan on going terus apabila dukungan dari para pembaca membantunya..