
Episode Sebelumnya
Melihat hal itu pemimpin kelompok itu semakin kesal karena perbuatanya terhalangi oleh Biksu.
Sialan kenapa aku harus berurusan dengan Biksu itu : "Gerutu Bixuan
****
Ayo kita serang secara bersama , Lakukan formasi penyerangan
Hai Biksu tua ini adalah hari terakhirmu sambil melemparkan Pisau Kecil, Menyadari hal itu Zhu De menangkis seranganya dengan sebuah Tongkat.
Bixuan Mengeluarkan Senjata Rantai, Senjata itu merupakan ciri khas kelompok Rantai Berdarah.
Zhu De melihat itu harus berhati-hati karena Senjata yang di pakai kelompok itu merupakan senjata Jarak Jauh.
Bixuan mengayunkan Rantaiya dan menyerang, tetepi karena kelenturan permainan tongkat dari Biksu De mampu mengimbangi serangan itu.
Jurus Tongkat penghancur Ilusi, permainan tongkat yang di perlihatkan oleh Biksu semakin cepat daya serangnya dan lawan yang menghadapi itu pun mulai kesulitan.
Kondisinya terdesak, Tongkat yang di lihatnya seolah-olah sangat banyak dan membingungkan.
Sialan, kenapa aku bisa terdesak oleh Biksu itu, Cepat hajar orang ini melirik Anak buahnya.
Ketika sedang Melirik Anak buahnya, dia tidak menyadari bahwa pukulan tongkat mengarah padanya, Walaupun sempat menghindar Pergelangan tanganaya terkena yang cukup keras.
Sambil merasakan kesakitan pada tanganya, Ayo kita cincang tubuhnya
Kekesalanya meluapkan emosinya tanpa banyak berpikir lagi
Anak buahnya hanya dalam beberapa gerakan saja sudah bisa di lumpuhkan
Menyerahlah "Ucap Zhu De
sambil memandang Ketua Kelompok Perampok itu
Aku tidak sudi harus menyerah pada Biksu seperti kalian, bagiku lebih baik melawan sampai titik darah terakhir..haaa Tertawa..Dia melihat ada anak kecil yang tak jauh dari area pertarungan
Kemudian berlari untuk menjadikan Anak itu sebagai Sandera, Namun Zhu De Menyadari hal itu! karena melihat tingkahnya menunjukan keanehan pada mukanya.
Sebuah Jarum meluncur ke arah Bixuan tepat pada titik saraf. Sehingga kondisi tubuhnya mendadak lemah dan tidak bisa di gerakan.
Penduduk senang melihat hal itu karena mereka yang biasa berbuat jahat sudah di lumpuhkan.
Mereka membawa senjata untuk membunuh perampok yang sudah tergelatak di tanah.
Amithaba...Biksu Zhu De menahan perbuatan dari penduduk, Kalian jangan pernah berbuat seperti mereka sambil menghadang.
Tapi Biksu mereka sudah kejam dan berbuat jahat pada penduduk yang tidak bersalah.
Bila sperti itu apakah tidak jauh berbeda bila kalian membunuh orang yang sudah tidak bisa melawan.
Mendengar ucapan Biksu Penduduk mengurungkan niatnya.
Ikatlah Mereka, mungkin kalian bisa menyerahkan mereka kepada petugas Kekaisaran.
Terimakasih Biksu, ucap Penduduk di hadapanya.
Seandainya Biksu tidak menolong kami' mungkin anak-anak kami sudah di bawa mereka dan jual sebagai budak.
"Maaf kenapa saya selama melewati beberapa Desa di Wilayah ini kondisinya hampir sama
"Kami sebagai Desa bagian dari wilayah Kota Ghunan di hadapkan dengan penarikan pajak yang tinggi oleh petugas Kota Ghunan, Mengakibatkan sangat keberataan dengan perlakuan dari mereka
Sehingga tak jarang kemiskinan membuat sengsara rakyat, kelaparan'pun melanda di berbagai Desa.
Kami sebagai penduduk biasa merasakan hal itu. Tambah lagi baru beberapa bulan ini, kawanan perampok Rantai berdarah menculik beberapa anak untuk di jual sebagai budak.
Biksu Zhu De pun menilai semua permasalahan yang terjadi sepertinya di lakukan oleh seseorang
Melihat kejadian yang di lakukan hampir sama dan itu tentunya ada yang mengendalikanya.
mungkin bila sudah sampai di Kota Ghunan akan terlihat Jelas, awal dari semua permasalahan ini.
***
Informasi
Tongkat merupakan Senjata khas Para Biksu dari Kuil Pilar Langit
Tongkat bukan hanya berguna bagi Senjata Beladiri saja, Melainkan di gunakan dalam kehidupan sehari-hari, Seperti alat pikul untuk mengangkut air.
Tekhnik beladiri Tongkat Kuil Pilar Langit mempunyai 14 Tingkatan.
Merupakan sebuah kesatuan dari pertahanan dan penyerangan***.