THE LIGHT OF CIVILIZATION

THE LIGHT OF CIVILIZATION
35. Penyerangan III



Episode Sebelumnya


"Kalau menurut saya mereka merupakan pasukan Walikota Huang. tapi yang aneh mereka sangat banyak dan tidak mungkin itu para prajurit Huang,"Sepertinya pasukan sebanyak itu, mendapatkan bantuan dari Kotaraja. Aku cukup yakin perihal itu!Ketua.


***


Cepat persiapkan semua anggota kita, jangan sampai lengah. Pastinya pasukan yang sudah menghadang di luar hutan akan kesini,"Perintah Huang Seng kepada anak buahnya.


Sebanyak apapun pasukan mereka, kita, tidak akan kalah. Jebakan yang kita persiapkan, akan menjadi siksaan bagi mereka,"Huang Seng, penuh percaya diri!


***


"Berarti kita saatnya menyerang markas utama mereka,"Minghao berbicara pada Nian Zhen.


"Tapi Tuan aku sedikit lebih khawatir ketika memasuki area hutan, kita tidak tahu jebakan apa yang telah mereka buat,"Ucap Anggota pemburu.


Terimakasih..


Kau, telah mengingatkan kami. Aku tahu apa yang harus kita lakukan.


"Seperti yang telah di rencanakan, markas utama mereka dekat dengan aliran sungai dan tidak jauh ada sebuah tebing. Manfaatkanlah hutan dekat tebing itu! bakar hutannya..


"Menurut perkiraanku angin berpihak kepada kita, asap dapat mengacaukan markas mereka.


Nian Zhen, kamu suruh prajurit terbaikmu yang melakukanya,"Perintah Minghao.


Serangan yang akan kita lakukan harus secara bertahap. Saat kepulan asap itu belum mencapai markas mereka, maka kita bergerak secara perlahan. Hutan dan semak-semak mengakibatkan keuntungan bagi mereka.


"Lalu bagaimana untuk pasukan kita memasuki hutan dan menghindari jebakan,"Ucap Nian Zhen.


Kita akan bagi menjadi beberapa formasi, pertama siagakan pasukan pelindung. Kedua Aku akan melakuan perang gerilya dan membawa pasukan pemanah.


Coba lepaskan kuda terlebih dahulu. "Lebih baik kuda yang mati dari pada prajurit yang menjadi korban,"Ucap Minghao.


Hamba mengerti..


Beberapa saat kemudian, 15 ekor kuda berlari kencang tanpa yang menunggangi, akibat pukulan.


Tidak di sangka parit yang cukup besar dan memanjang, semua kuda terperosok.


Anak panah melesat dari atas pohon dan semak-semak menusuk beberapa prajurit.


Nian Zhen menyepitkan matanya dengan tajam, cepat buat perisai pertahanan?


Minghao dan pasukan gerliya,nya mampu mengatasi masalah itu! Terlihat musuh yang di atas pohon mulai berjatuhan.


"Semua pasukan bertahanlah, gunakanlah penutup hidung dan mulut kalian,"Perintah Nian Zhen.


Ayo cepat kita bergerak mendekati markas musuh,"Nada perintah Minghao.


Tampak Minghao dengan pasukan pemanah lebih dulu, dan sembunyi di balik pohon, meniaykan anak panah yang sudah di lumuri minyak. yang lain bersiap menunggu instruksi penyerangan.


Asap mulai menutupi markas musuh. namun tak berapa lama kemudian panah di lesatkan. Berhasil membakar markas utama musuh.


Pasukan musuh berhamburan, setelah melihat kejadian yangbtelah terjadi. penyerangan dilakukan.


Pertempuran cukup sengit, darah'pun mulai bercucuran dengan bau amis.


Tangkap pemimpin mereka,"Ucap minghao.


Jangan sampai ada yang kabur, hadang mereka dari segala penjuru!


Musuh berhasil dilumpuhkan. Tapi pemimpin mereka belum di temukan, setelah menyusuri di berbagai area hutan. Kelompok pemburu melihat jejak kaki mengarah sungai.


Bekas bambu di pinggiran sungai menunjukan, jika pemimpinya kabur menggunakan rakit.


Kelompok pemburu secepatnya bergegas dan melaporkannya kepada Minghao.


spertinya kalian menemukan sesuatu,"Ucap Minghao.


Pemimpin mereka sepertinya telah kabur menggunakan jalur sungai, Kami melihat ada sisa tumpukan bambu kering.


Aku tidak menyangka dia pecundang dan meninggalkan pasukanya, lain kali kita harus meringkusnya,"Nada kesal Minghao


Beberapa jam kemudian.


Berapakah korban yang di alami pihak kita?,"Tanya minghao pada Nian Zhen.


Pangeran, prajurit kita telah gugur totalnya hampir 75 orang dan kami mendapatkan tahanan 100 orang.


Bawa semua mereka ke penjara, perketat penjegaan. Mungkin saja nanti, ada serangan balasan.


Tapi pangeran, mereka tidak akan melakukan secepat itu!.


Aku mengerti..


To Be Continue