
EPISODE SEBELUMNYA
"hhaa.. "sepertinya kau sudah mulai prustasi tidak bisa menyentuh tubuhku.
Semakin kesal saja Qibo, serangan semakin brutal kepada Minghao dan ketika sebuah pukulan yang sangat keras hampir mengenai tubuhnya.
"Minghao menangkap tangan Bandit itu dan melemparkanya ke dinding kayu."suara lemparan terdengar.."brukkk...
kemudian berdiri lagi dan dengan tertatih-tatih, cepat bantu aku sambil menatap temanya, dengan napas yang sudah tidak teratur."baiklah!."ayo kita serang bersama-sama.(sambil mengambi sebuah golok).
kepungan kepada Minghao oleh mereka berdua tidak membuatnya cemas, malahan terlihat tenang sambil tersenyum. menunjukan tidak ada rasa kepanikan.
"Tapi minghao melirik kebelekang ada beberapa Anak kecil yang ketakutan. lalu berucap kepada prajurit yang menemaninya sambil menunjukan nada memerintah."cepat bawa Anak-Anak ke luar.
"Minghao sadar tidak ingin membahayakan mereka."Baiklah Tuan muda, ucap prajurit tersebut.
Setelah mereka keluar. "haaa...suara tertawa."kenapa kau malah tertawa? sambil menatap Minghao !. "sepertinya dia sudah menyerah untuk hidup?"ujar Bandit Qibo pada temanya
apa kau berfikir seperti kalian yang akan menyesal."ucap Minghao,"aku tertawa melainkan akan lebih leluasa menyiksamu.
"mendengar hal itu, bandit itu langsung mengayunkan goloknya kepada minghao dan langsung saja Minghao menghindar.(sambil berguling mengambil sebuah kayu yang terlihat berada dekat sebuah dinding rumah).
Mereka terus melakukan serangan dengan goloknya, Minghao meloncat ke sebelah kiri sambil mengayunkan kayunya tepat pada kepala Qibo dan darah mulai mengalir sehingga ambruk ketanah.
Liangyi melihat temanya mati di pukul oleh lawanya, tambah geram,"marah campur dendam karena saudaranya sudah mati.
Tebasan golok terus di lancarkan dan hampir saja mengenai tubuh Minghao. "Untung saja masih sempat menangkis dengan membelokan tebasan itu. "gumam Minghao tapi kayu yang di gunakan akibatnya jadi patah.
"terlihat seperti terpojok, Liangyi tidak menyianyiakan kesempatan itu dan meloncat sambil mengayunkan golok, namun naas bukan golok yang mengenai tubuh pemuda itu! melainkan gerakan tendangan kaki yang muncul dengan tiba-tiba mengenai dagunya dan membawanya terhembas ke tanah. Darahpun mulai keluar dari hidungnya. "karena Minghao di kehidupan yang dulu menguasai tehnik beladiri Taekwondo.
Terimalah kematianmu dan Neraka sudah menunggumu.
"Prajurit yang di luar mencemaskan kondisi pangeran, karena bertarung sendirian di dalam.
setelah ada 15 menit Minghao berjalan keluar dan menandakan akhir pertarungan selesai.
"maaf Tuan muda apakah tidak apa-apa? "ucap Fan lian dan Wan Bo."kelihatanya gimana!"ujar Minghao. "mereka tidak ingin menanyakan lebih jauh karena sudah terlihat jelas kondisi Minghao baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun.
"Oh..apakah kalian bisa memberi tampat yang aman buat Anak-Anak ini, ya seperti tempat panti asuhan yang menaungi para yatim agar terlindungi dan mereka lebih memiliki keluarga.
"Tuan muda biar saya yang mengurus ini! saya mengenal tempat panti asuhan di Kotaraja dan di sana ada teman. "ucap Wan Bo.
"Baiklah kalau gitu, kamu atur semua dan ajak mereka ke tempat itu.
Terus minghao menghampiri Anak-Anak. Terimakasih kaka atas pertolonganmu."ucap mereka."Tadi kakak menemukan uang yang tersimpan dalam rumah.(sambil menunjukan beberapa kantong tersebut). "maaf kaka, kami mencuri karena terpaksa."ya, kakak juga mengerti, ambil uang ini dari kaka buat kalian beli makanan dan uang yang kalian curi kembalikan lagi.
"ketika Minghao sedang berbicara,"Fan lian dan temanya sedang berbisik sepertinya kita salah menilai pangeran! Pangeran tidak lemah ,"oh mungkin selama ini dia menyembunyikan kekuatanya..ah aku tidak peduli masalah itu. "ucap Wan bo. "Bagiku berita yang tersebar dengan menyebut pangeran lemah itu hanya kebohongan dan aku malah semakin kagum, setelah melihat Pangeran begitu peduli pada Anak-anak."Fan Lian menyela Wan Bo.
"Baiklah, ayo kita pulang."ujar Minghao. "kamu antarkan Anak-anak dan temani mereka. "Jangan lupa membeli makanan. kalau saya pulang di temani Fan Lian saja."Minghao mulai melangkahkan kakinya untuk beranjak pulang.
**AYO BERIKAN DUKUNGA VOTE DAN LIKE,NY...