
Minghao dan Jiangli sudah bangun, ketika mentari sudah terbit.
Sebelum mulai pemberangkatan kembali mereka mencuci muka terlebih dahulu.
Minghao kemudian menaiki kuda di ikuti Jiangli dari belakangnya.
Tali kekang kuda di tarik...
Perjalanan sudah hampir 8 jam dan kemudian menuju gerbang Desa Thong, Para penjaga melihat ada dua orang pemuda mau memasuki Desa tersebut.
"Maaf Tuan, bolehkah kami mengetahui siapa kalian.
Kemudian Minghao turun dari kuda'nya beserta Jiangli.
"Menjawab; kami merupakan seorang pengembara biasa yang kebetulan lewat Desa ini.
Saya sendiri Ming dan Temanku ini : Jiangli (sambil menepuk pundaknya)
Bila tidak keberatan kami hanya ingin singgah untuk mengisi perut kami serta izin menginap di Desa ini semalam.
Penjaga Desa'pun menilai perkataan mereka. Tidak terlihat ada niatan buruk.
Silakan masuk Tuan Muda..
Setelah di persilahkan masuk Desa, kemudian mereka melangkahkan kakinya ke Perkampungan Desa tersebut.
Ketika sedang berjalan melewati pasar yang sederhana, memutuskan membeli pakaian buat Jiangli agar terlihat bersih.
Paman dimanakan penginapan di Desa ini "Ucap Minghao pada pedagang.
Tuan Muda lurus aja nanti terlihat bangunan kayu dua lantai di sana.
Terimakasih paman...
Setelah berjalan beberapa menit dengan menuntun kuda'ny, Terlihat sebuah banguanan yang di tuju mereka menghampiri penginapan itu!
Silakan Tuan, adakah yang bisa kami bantu "ucap pelayan
Saya pesan dua kamar yang terbaik di penginapan ini, Serta sediakan makanan untuk kami berdua.
Tolong juga ya rawat kuda kami serta beri makanan untuk kuda'ku.
"Baik, Saya mengerti Tuan.
Pelayan melihat penampilan minghao membawa sebuah pedang dan busur, berpikiran orang di hadapan seperti sorang pendekar. Walaupun di sampingnya terlihat seorang gadis dengan penampilan pakaianya yang agak rusak tidak mempertanyakan hal itu!
Takutnya dapat menyinggung tamunya, "Tolong juga sediakan air hangat buat membersihkan tubuh kami "Ujar Minghao.
Tuan Pendekar silakan masuk ke lantai dua (sambil membawa mereka menunjukan lokasi kamarnya)
Mereka berdua kemudian memasuki kamar yang sudah di tunjukan pelayan tadi, selanjutnya mereka mandi di ruanganya masing-masing.
Jiangli kemudian memakai jubah yang di beli di pasar, setelah usai membersihkan tubuhnya.
Wajahnya terlihat semakin cantik dengan jubah merah yang di kenakanya.
Tok..tok..suara ketukan pintu..
"Tuan pendekar makanannya sudah siapa "Ucap Pelayan.
Kemudian mereka keluar kamar dan menuju meja hidangan.
Minghao dan Jiangli duduk di kursi yang sudah tersedia. Terlihat hidangan itu, berupa ayam bakar, sayuran serta buah-buahan memenuhi meja.
Nona silakan makan dengan kenyang "Ucap Minghao
Tuan muda jangan memanggil Nona, panggil saja namaku..sambil menahan malu.
Bila aku melihatmu dengan penampilan seperti ini, kau bagaikan sebuah bidadari..."Menggoda
Jiangli tertunduk malu dengan menampilkan wajah merah.
sudah...ayo kita makan dulu nanti keburu kenyang bila melihat wajah manismu ...haa..."Tertawa dalam hati
Tidak di sangka Gadis yang di hadapanya begitu lahap. Sampai-sampai satu ayam bakar mau habis di lahapnya.
Melihat pandangan Minghao yang sedikit aneh terhadap dirinya, dia tambah merasa malu.
Tuan muda kok melihatku terus..
oh..tidak..sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
hanya saja aku senang melihatmu, ketika kamu makan barusan...
Ketika sedang berbincang di meja makan..
Bruk...suara pukulan meja dari lantai bawah..
Serahkan uang kalian.."Bentak seseorang, mereka merupakan bagian dari kelompok Rantai berdarah.
Pelayan ketakutan karena terlihat ada lima orang memegang senjata..
Berikan kami makanan dan arak yang terbaik dari jamuan kalian kepada kami.
Para pengunjung yang melihat itu mereka lari keluar, karena tidak.mau berurusan dengan kelompok itu.
hai Nona sepertinya di sini sebentar lagi akan ada keribubatan "Ucap Minghao
Kemudian Kelompok Rantai berdarah itu memegang leher pelayan di hadapanya.
Cepat penuhi tuntutan kami atau kami akan hancurkan tempat ini..
Pelayan itu berkata dengan ketakutan ; Baik kami akan menyediakanya..
haa.....suara tawaan mereka berlima..
"Bagus kalau kau mengerti..
Ayo Jadikan Novel ini kedalam Favoritmu .