
Episode Sebelumnya
Sebagai imbalanya mereka akan di hadiahi sebidang tanah untuk keluarga mereka.
****
Pangeran "Ucap Law Yi
Bila kita merekrut orang-orang yang belum mempunyai kemampuan, Berarti kita butuh tempat pelatihan baru.
Betul sesepuh...
Mungkin Jenderal tahu sedikit lokasi yang cocok untuk perihal itu "ucap Minghao
Bagaimana kalau di hutan dekat Desa Ruwon, hutan ini sangat aman pangeran "Ucap Jenderal Yousen
Tambah lagi cukup jauh dari keramaian serta terhalang bebukitan.
Mengakibatkan Lokasinya cukup tersembunyi .
Perbincangan pertemuan sementara waktu di cukupkan.
Bagus kalau begitu saya serahkan semua itu kepada jenderal untuk mempersiapkanya dan tolong bangun camp militer dengan segera.
sekaligus beli peralatan senjata yang di perlukan, kalau bisa ajak gabung orang yang pandai membuat senjata.
Sekantong uang di berikan kepada Jenderal ;ini untuk keperluan pembangunan pusat pelatihan militer baru.
Pembangunan itu gunakan saja prajurit yang bisa di percaya.
perbincangan hari ini kita akhiri, kurasa sementara waktu sudah cukup.
****
setelah itu Minghao bergegas kekediaman Selir Anchi untuk meminta bantuan menemui walikota Huang.
Tok..tok...suara ketukan pintu dari luar..Siapa..?
Saya Pangeran Minghao..
oh...Ibu, itu kan kakak "ucap Li wei..sambil berjalan kegirangan membuka pintu kamarnya
Kakak, sambil melihat minghao, Li Wei Kangen sama kaka (Sambil memeluk tubuhnya) dasar bocah nakal "sambil mengusap rambuynya
Ih...Kakak jahat...wek...wek..kalau aja bukan adik,ku tak cubit..
Ayo kalau berani...?
awas tak cubit...sambil lari...
Selir Anchi Melihat kelakuan mereka berdua hanya tersenyum.
Sudah, sudah....hentikan....
Minghao berkata ;Kedatangan saya kemari mau pergi ke kota Huang.
Mengapa Pangeran mendadak ingin mengunjungi Kota Kecil itu!
Perihal apa kalau boleh tahu "Ucap Selir Anchi
Minghao melirik adiknya, Selir Anchi mengerti ketika melihat Minghao merupakan tanda pembicaraan penting.
Li Wei, Pergilah dulu keluar sebentar Ibu ada yang di bicarakan sama Kakamu "Nada Memerintah
Ih...Ibu main rahasia-rahasian segala dengan Kakak, dengan menunjukan wajah kesal. Sambil berjalan keluar dari ruangan.
Pada intinya saya akan pergi ke Kota untuk menemui Walikota.
Berkaitan dengan kepentingan Negara kita, Mungkin Ibu mengetahuinya bahwa desas-desus terkait munculnya pemberontakan.
oh..betul...aku sudah mendengar perihal itu ! "Ucap Anchi
Maka dari itu aku ingin pergi kesana dan akan menjadikan Kota Huang tempat perlindungan bagi Rakyat apabila terjadi kerusuhan di Kotaraja.
Mungkin dengan cara mengungsikan para penduduk kesana.
Apabila perkiraanku tidak salah mungkin dalam kurun waktu dekat hal itu akan terjadi.
oh...begitu pangeran..kalau begitu saya akan membantu.
Kalau boleh tahu Pengeran akan pergi kesana bersama siapa?
Mungkin aku akan kesana sendirian saja.
Jangan Pangeran, terlalu berbahaya di jalan, mungkin saja ada orang yang mengetahui kepergian Pangeran.
Tidak perlu khawatir "ujar Minghao
Aku akan pergi dengan menyamar seperti rakyat biasa. Untuk sekarang rahasiakan semua perihal rencana ini.
"Diam tanda mengerti,
Mengalihakan pembicaraan, Pangeran sepertinya sudah waktunya pewaris tahta kerajaan ini mempunyai calon istri (Nada menyindir) akibat kepentingan negara jangan sampai lupa terhadap calon permaisuri nantinya...haa..
ah...sambil menunjukan wajah malu Minghao..karena memang selama ini belum memikirkan perihal itu.
Nanti juga ketemu suatu saat.!
Jangan terlalu lama pangeran, acara penobatan sekaligus mempersunting seorang wanita di jadikan permaisuri untuk mendampingimu.
Sudah ah bu,...saya mau kekediaman dulu, untuk beristirahat.
Mempersiapkan besok pergi ke Huang, berjalan keluar ruangan Selir Anchi.
Ayo berikan Vote dan Like'nya