
"kenapa kakak membiarkan gadis itu bunuh diri" Ferdy menjadi panik karenanya.
"ya. jika saja kakak tidak mendorongnya ke depan tungku, dia tidak akan bunuh diri dengan masuk ke dalam tungku itu" ucal Frenzo dengan sinis.
"diam.. apa aku juga mau melihat uang berjalan itu mati, dengan membawa semua harta yang seharusnya kita miliki" kini Ferland frustasi oleh perbuatannya sendiri.
"mereka benar, ini semua salah kakak. jika kakak tidak membawanya kemari mungkin harta itu masih ada" sarkas Franklin dengan kesal.
"diam. jangan salahkan semuanya padaku, kalian juga melakuka hal kejam padannya bukan? terutama kau Franklin" jawab Ferland dengan nada tinggi
"tutup mulutmu. kita semua melakukan ini karena rencanamu, ingat?" jawab Franklin dengan sinis. sekarang sudah tidak ada lagi rasa hormat di dalam hati mereka. yang ada hanyalah rasa kesal dan saling menyalahkan satu sama lain. karena semuanya menganggap dirinya paling benar.
Ferland yang merasa dirinya di pojokkan, merasa Frustasi dan kesal pada ketiga adiknya itu. dia menghirup nafas dengan kasar, dan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
"sudahlah. mulai sekarang, urus saja urusan kalian sendiri, jangan pernah mendatangiku untuk mempertanyakan bagaimana caranya kita mendapatkan harta Fernand. karena sekarang, harta itu sangat mustahil untuk kita dapatkan" Ferland langsung pergi meninggalkan mereka, setelah berkata demikian.
"yaa. semua ini terjadi karena kesalahanmu dan kebodohanmu. untuk apa kita menganggapmu lagi sebagai kakak." ucap Ferdy dengan sinis namun masih terdengar oleh Ferland yang sudah pergi meninggalkan mereka.
"dasar adik-adik tidak berguna" batin Ferland seraya terus melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu.
"sudahlah. kita pergi saja dari sini"
Franklin berjalan meninggalakan tempat tersebut, lalu di ikuti oleh Frenzo dan Ferdy. dan mereka tidak mempedulikan tatapan membunuh dari pria berkulit gelap itu.
pria tersebut bernama Jacob. (jadi mulai sekarang kita panggil dia dengan namanya saja. hehe)
Jacob melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri. dia tidak habis pikir, mereka dapat melakukan hal sekeji itu pada seorang gadis. dia saja yang memiliki tubuh gahar dengan otot yang besar-besar tidak tega melihatnya, Jacob malah iba melihat seseorang di perlakukan seperti itu.
entahlah mungkin dia hanya memiliki hati nurani yang tidak dimiliki semua orang.
setelah Jacob melihat kepergian dari keempat orang biadab tersebut. dia langsung menghampiri tungku dan melihat keadaan di dalamnya. tentu saja dengan jarak yang aman.
"apa dia sudah mati?. bodoh tentu saja dia sudah mati, karena masuk kedalam api panas ini" gumam Jacob seraya merutuki kebodohannya sendiri.
**
Nia pov
"apa aku bisa menyerap semua api itu?"
gumamnya seraya melihat tangan kanannya yang patah. dia melihat dengan teliti tangan yang membiru karena tidak mendapatkan perawatan intensif, dia terkejut melihat kulit yang membiru itu kini mulai berangsur-angsur membaik. lalu Nia mulai membulatkan tekadnya untuk membunuh dirinya.
"aaarrgghhh"
Nia melompat kedalam tungku yang penuh dengan api itu, dirinya sangat kewalahan menghadapinya.
"api ini terlalu panas. aku harus bisa mengendalikannya".batin Nia.
Nia bergulat dengan panasnya api. dia berusaha menenangkan dirinya lalu mulai bermeditasi di dalam api itu dan mulai menyerap energinya, walaupun keadaannya semakin buruk karena kulitnya sudah habis terbakar, bahkan dagingnya pun mulai matang dan meleleh. tapi dia masih tetap hidup dan berusaha untuk fokus bermeditasi.
sekarang hatinya kembali bersorak ria karena melakukan terobosan lagi yaitu kekuatan sihirnya menerobos ke tingkat surgawi di level Red Fire.
"hanya tinggal satu terobosan lagi" gumamnya, walaupun keadaannya yang sekarang hanya tinggal tulang belulang dan beberapa organ tubuh yang mulai habis karena di pangggang.
namun dia tetap berusaha menyerap energi api itu sampai habis. dan
BOOOMMM
Nia berhasil menerobos ke level Black Fire tingkat rendah. tentu dia sangat senang akan hal itu. kemudian api yang memanggang tubuh Nia, kini warnanya sudah berubah menjadi warna hitam pekat. dan energi api itu telah di serap habis olehnya, sehingga warnanya berubah. Nia juga sudah tidak merasakan hawa panas lagi dari api itu. setelah Nia tidak merasakan panasnya api. tulang belulangnya yang masih tersisa kini sudah menjadi abu.
namun tentu saja Nia masih hidup. api itu sangat berguna untuk membersihkan energi buruk di dalam tubuhnya, yaa walaupun dia harus meleburkan tubuhnya terlebih dahulu.
di dalam kobaran api yang berubah warna, Nia berusaha mengendalikannya. perlahan namun pasti, dia mengumpulkan seluruh kekuatan untuk membuat abu dari tubuhnya kembali membentuk tubuhnya seperti semula.
abu tersebut berterbangan riuh di dalam api hitam pekat sehingga sangat mustahil untuk di lihat, perlahan-lahan abu itu membentuk tubuh seorang gadis.
abu tersebut terus berterbangan untuk membentuk tubuh. perlahan-lahan, tubuh itu sudah kembali ke bentuk semula. kaki kanannya yang sudah putus kini sudah seperti dulu lagi. tangan yang patahpun kini sudah membaik, luka panah di paha kirinya juga sudah tidak ada. lalu dia meraba pipi sebelah kirinya yang robek, robekannyapun sudah sembuh, kini yang dia rasakan hanyalah kulit yang semakin mulus, lembut, dan sehat.
walaupun sedang di dalam api berwarna hitam yang pekat, namun dia tidak merasakan apapun. dirinya sudah menyatu dengan semua jenis api di seluruh dunia, karena dia sudah menerobos level Black Fire. kekuatan sihir elemen api yang memiliki julukan Mitology. setelah Nia sudah membembentuk tubuhnya seperti semula. dia kemudian berusaha untuk keluar dari tungku besar itu.
Nia keluar dari tungku dengan keadaan telanjang bulat, karena pakaiannya sudah habis terbakar waktu dia baru memasuki tungku tersebut. setelah Nia keluar, dia terkejut mendapati pria penempa berkulit gelap sedang membulatkan mata kearahnya. Nia berusaha menutupi tubuh indahnya dengan kedua tangan. namun tentu saja dia tidak dapat menutupi tubuh telanjang itu seluruhnya.
"pakai ini" pria tersebut memberikan Nia sebuah kain, seraya memalingkan wajahnya. dan membalikkan tubuh, untuk membelakangi Nia.
"terima kasih" Nia mengambil kain tersebut dan segera memililitkan ke tubuhnya.
"kenapa kau bisa kembali hidup?, setelah sekian lama, bahkan tubuhmu sudah terbakar habis" Jacob sangat heran dengan peristiwa yang di lihatnya sekarang, dengan tubuh masih membelakangi Nia.
pasalnya Jacob sangat terkejut melihat api yang tiba-tiba berubah menjadi warna hitam pekat. dia baru pertama kali melihat kejadian seperti ini. dan setelah sekian lama dia di kejutkan oleh api itu, dirinya kembali dikejutkan dengan melihat seorang gadis yang keluar dari tungku setelah tubuhnya sudah habis terbakar.
"memangnya berapa lama aku terbakar? hm, maksudku didalam api itu?" Nia bertanya dengan heran
"satu minggu" jawabnya singkat, melihat tubuh Nia yang kembali utuh membuat tubuhnya merinding.
"eh. apakah dia hantu? itu bisa sajakan? gadis itu kembali hidup setelah maut menjemput" batin Jacob, kini bulu kuduknya semakin berdiri. walaupun dia memiliki penampilan gahar, namun itu tidak menjamin kalau jiwanya juga kuat.
"haah. tenang, kau akan mengetahuinya nanti" ucap Nia dengan berjalan menghampiri Jacob. "sekarang, aku harus pergi" tambah Nia, seraya menatap mata Jacob dengan lekat, kemudian dia pergi meninggalkan tempat tersebut.
di tengah Nia berjalan meninggalkan tempat itu. Nia mengibaskan tangan ke arah api yang berwarna hitam pekat di dalam tungku tersebut, dan seketika warna api itu berubah kembali ke warna semula.
Jacob yang melihat itu hanya bisa membulatkan matanya. karena lagi-lagi dia di buat terkejut oleh apa yang di lakukan gadis di depannya ini. dan setelah kepergian Nia, kini dia sudah bisa bernafas dengan lega.
"aku tidak ingin berurusan dengan gadis itu. sungguh bodoh tuanku karena telah berurusan dengannya." gumam Jacob menggelengkan kepala, mengingat kebodohan keempat tuannya.
KRITIK dan SARAN.
Author sangat mengharginya ❤❤