The Highest

The Highest
Kini?



semua orang yang mendengar suara misterius itu langsung menoleh ke arah sumber suara, yang berasal dari atas bangunan. mereka melihat sesosok gadis dengan berpakaian serba hitam yang membuatnya terlihat berkharisma.


"siapa dia? tapi suaranya begitu familiar di telingaku" ucap Frenzo


"kau benar. aku juga seperti pernah mendengar suaranya" jawab Franklin.


sedangkan Ferdy dan Fernand hanya menatap dingin pada sumber suara itu. sebenarnya mereka juga sama penasaran nya seperti sepasang saudara kembar mereka.


"apa!!. gadis itu kembali lagi. apa dia kembali untuk membalas dendam pada mereka." batin Jacob.


sedangkan Shawn dia sedang bergulat serius dengan pemikirannya.


"dia? bukankah dia seorang gadis yang tadi aku lihat di perkebunan? kenapa dia bisa berada di atas bangunan itu sampai secepat ini. padahal aku hanya merasakan aura sihir yang belum tumbuh dalam dirinya." batin Shawn.


Shawn menatap Nia dengan heran. bagaimana mungkin gadis itu sampai pada tempatnya saat ini. apalagi sampai berada di atas bangunan tersebut. karena pasti akan membutuhkan waktu lama untuk berada disana. dan dia hanya merasakan aura sihir yang belum tumbuh dari tubuh gadis itu. mungkin gadis tersebut tidak mengembangkan kekuatannya dengan baik, jadi ilmu sihir yang dia miliki masih sangat lemah.. itu menurut perkiraannya


ilmu sihir yang belum tumbuh, berarti ilmu sihir elemen yang sangat lemah. dan sebelum orang tersebut mengembangkannya, sihir elemen yang ada dalam dirinya masih sulit untuk di deteksi, dan orang itu akan mengetahuinya setelah dia menguji dirinya pada keempat elemen tersebut. untuk memastikan apakah dia memiliki sihir elemen air, bumi, angin, atau bahkan api.


tentu saja Nia telah menjalani ujian itu dulu. yang di bimbing oleh guru Han.


Nia melihat keheranan dari wajah mereka. tentu saja itu membuatnya puas dengan ekspresi mereka.


setelah merasakan kepuasan, karena melihat wajah penasaran mereka. Nia langsung turun dari bangunan tersebut dengan anggun nan Indah. walaupun memakai pakaian seperti seorang prajurit yang siap untuk bertempur.


"seorang penyihir. melihat dia dapat menguasai teknik meringankan tubuh seperti itu" gumam Franklin. dan pikiran itu ada di dalam kepala mereka.


"apa kalian mengingatku?" ucap Nia dengan menyeringai.


"siapa kau!!" seru Ferland dengan penasaran. karena dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah gadis yang ada di depannya.


sebelum menarik perhatian, Nia mengenakan kain hitam untuk menutupi wajahnya terlebih dahulu . dia ingin tahu apakah mereka dapat mengenalinya walaupun tanpa melihat wajahnya.


yaa, kecuali Shawn, dia pasti dapat mengenalinya. karena dia melihat pakaian yang Nia kenakan waktu berpapasan di kebun, tidak mungkinkan dia langsung lupa dengan orang yang barusan dia lihat di perjalanan menuju kemari.


"kami tidak mengenalmu!! apa yang kau inginkan?." seru Ferdy dengan sinis.


"kalian tidak pantas mengenalku" ucap Nia dengan terkekeh.


"ah. aku kemari hanya untuk membuat kalian menderita" tambahnya.


"kita tidak pantas mengenalmu, karena kamu seorang pengemis. tentu saja orang seperti kita juga tidak sudi mengenalmu" jawab Franklin dengan mencemooh.


"pengemis? bukankah kalian yang mengemis padaku" Nia melihat orang-orang yang tidak tahu malu disini.


"dasar ******. cepat katakan apa tujuanmu datang kemari. atau aku akan menyiksamu di atas ranjang" ucap Frenzo seraya di iringi gelak tawa, dan yang lainnya pun ikut tertawa bersamanya, untuk menghina gadis yang ada di depan mereka.


"dasar bodoh." batin Jacob melihat apa yang di lakukan keempat tuannya yang terlalu menyombongkan diri.


sedangkan Shawn masih bingung dengan apa yang terjadi. namun daripada mengurus orang-orang itu, lebih baik dia menghampiri kakaknya lalu melepaskan ikatannya, dan kemudian membawa tubuh Jacob ke bawah pohon yang tidak jauh daru tempat sebelumnya. tempat ini lebih nyaman untuk mengobati luka sang kakak.


"maafkan aku kak" ucap Shawn dengan lirih, seraya mengobati luka yang ada di tubuh Jacob.


"tidak apa. lebih baik kau berada di sini mengobati lukaku. dan jangan pernah menghampiri mereka sebelum urusannya selesai" Jacob menjawab dengan lembut.


walaupun Shawn penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia tetap menuruti perkataan kakaknya. dan hanya melihat orang-orang itu dari jauh.


"bodoh. ternyata kalian yang membunuh ayahku." seru Nia dengan sinis. di membuka kain yang dia kenakan di wajahnya dengan kasar.


"dia"


semua orang terkejut melihat sosok yang pernah bunuh diri di hadapan mereka. kenapa wanita ini bisa ada disini? padahal aku melihat dia memasuki api itu dan meleleh di depan mata kepalaku sendiri. apakah dia hantu? sungguh mengherankan. tidak mungkin ada seseorang yang selamat setelah memasuki api di dalam tungku itu. kalaupun selamat mereka tidak akan memiliki keadaan yang lebih baik dari sekarang. keempat orang itu berpikir demikian.


"rupanya kau belum mati" ucap Ferland dengan memicingkan matanya. walaupun dia sendiri begitu heran dengan apa yang di lihatnya.


"ah. apakah kau saudara kembar dari wanita yang sudah mati terbakar itu?" ucap Franklin setelah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang ada.


"heh. tidak mungkin kalian tidak tahu kalau istri ayahku yang dulu kalian racun hanya mengandung satu anak bukan. dan itu adalah aku" jawab Nia dengan menyeringai.


"tidak mungkin seorang wanita sepertimu dapat selamat dari api itu" jawab Ferdy dengan mencemooh.


"benarkah? padahal aku ada di hadapan kalian" Nia menyeringai sampai giginya agak terlihat.


"kalau begitu, serahkan harta itu. atau kami akan menyiksamu lebih pedih dari sebelumnya." seru Frenzo dengan suara sinisnya.


"dasar pengemis." Nia mencemooh balik keempat orang yang ada di hadapannya.


Ferland menendang perut Nia dengan kuat, seketika tubuh Nia tersungkur dengan kesakitan dan seteguk darah segar keluar dari mulutnya.


Nia menyeka darah yang keluar dari mulutnya dan langsung menyerang balik tubuh Ferland dengan kuat. serangan bertubi-tubi dan tanpa ampun dia lakukan terhadap lawannya, sampai Ferland tidak di beri kesempatan untuk membalas serangan darinya.


tentu saja melihat hal tersebut membuat ketiga orang lainnya membantu menyerang lawan hadapannya. lalu mereka menyerang secara bersamaan. namun Nia juga menyerang balik serangan yang dia terima. tubuhnya bergerak kesana kemari dengan licah dan gesit. walaupun keempat orang itu tidak menggunakan sihir, yaa karena mereka tidak mempuanyainya. tapi mereka memiliki ilmu beladiri yang cukup kuat untuk menyerang sang lawan


Nia juga mengambil kesempatan untuk membunuh salah satu dari mereka. dan dia berhasil membunuh Ferdy dengan kekutan sihir yang dia miliki untuk menebas lehernya sampai terpisah dari tubuhnya.


melihat hal itu mereka bertiga semakin tersulut emosi yang mengebu-gebu. lalu menyerang Nia dengan lebih brutal. tentu saja Nia selalu menghindar dari serangan mereka, dan sesekali dia melawan kalau ada kesempatan.


pertempuran itu berlangsung cukup lama dan tanpa henti. seolah energi mereka selalu terisi kembali ketika mulai habis. dan hal itu membuat pertempuran semakin memanas.


di tengah keadaan yang memanas. Franklin menjauhi pertempuran lalu masuk kedalam bangunan pembuatan senjata. setelah beberapa saat, dia keluar dari tempat tersebut seraya membawa sebuah tongkat besi yang besar nan panjang, dan ujung tongkatnya berwarna merah menyala menandakan ujungnya itu sangat panas, karena dia mengambil tongkat tersebut dari dalam tungku.


"menyingkirlah" seru Franklin pada Ferland dan Frenzo.


tentu saja kedua orang itu langsung berhenti menyerang Nia lalu kemudian memberi jalan pada Franklin, karena dia membawa sesuatu yang sangat berbahaya. karena jika kulit mereka tidak sengaja mengenainya sedikitpun, itu akan membuat luka bakar serius di tubuhnya.


"sekarang, serahkan harta itu. atau kau akan merasakan panasnya besi ini" ucap Franklin dengan menyeringai


"kalau aku tidak mau?" Nia menjawab dengan santai "kalian harus belajar hidup susah mulai sekarang. karena mungkin kalian akan menjadi gelandangan paling menyedihkan" tambahnya.


"benarkah? aku penasaran apa yang bisa kau lakukan dengan harta yang kami miliki" jawab Ferland dengan nada mencemooh.


"hmm. apakah Robert tidak memberikan surat wasiat dari ayahku pada kalian?" tanya Nia dengan wajah so keheranan.


"omong kosong. Fernand telah mati di tangan kami. mana mungkin dia sempat menulis surat wasiat" tentu Frenzo dengan tidak percaya apa yang dikatakan Nia.


"benarkah? tapi kenapa ayahku sempat menjual semua aset miliknya, dan mewariskannya kepadaku. apa mungkin dia telah menyadari apa yang akan kalian lakukan?" ucap Nia dengan santai dan membuat ketiga orang itu gusar dengan pertanyaannya.


itu memang benar, karena mereka juga tidak membaca semua berkas yang di berikan oleh Robert. mungkin saja bukan, surat wasiat itu terselip di dalam berkas-berkas, dan mereka tidak membacanya. karena terburu tersulut emosi ketika mendengar semua hartanya di wariskan pada seseorang, dan mereka bukan salah satunya.


"aah. di dalam surat wasiat itu tertulis bahwa ayahku menarik lalu menjual semua aset yang pernah dia berikan pada keempat adiknya yaitu Ferland, Franklin, Frenzo dan Ferdy. lalu mewariskan semuanya padaku. sebulan setelah ayahku tiada, akan ada orang-orang yang akan menempati tempat kalian tinggal saat ini, lalu kalian akan di usir dari tempat tersebut dan menjadi gelandangan. hehe" Nia terkekeh mengetahui ucapannya membuat wajah mereka menggelap karena menahan amarah.


"DASAR" seru Franklin dengan mengayunkan besi panas yang dipegangnya ke arah Nia.


Nia mengetahui hal itu, dia tidak berusaha menghindarinya. dan menerima serangan Franklin dengan tenang.


BRRRUUUKK.


tubuh Nia tersungkur dengan luka bakar yang mengerikan akibat bersentuhan langsung dengan besi panas. wajahnya mengalami luka bakar yang sangat serius dan fatal. karena Franklin mengayunkannya pada wajahnya saja.


Franklin menyeringai karena hasil dari pukulannya telah membuat luka mengerikan di wajah gadis itu. dia tersenyum puas dengan serangannya.


sedangkan Ferland dan Frenzo hanya menatap tubuh gadis yang tersungkur itu dengan tatapan dingin.


setelah beberapa saat. Nia kembali bangkit dan berdiri seperti semula. tentu saja itu membuat mereka heran.


"apa kau ingin merasakannya sekali lagi?" Ferland mencemooh keberanian Nia, karena keadaannya yang sekarang tidak mungkin dapat melawan mereka kembali.


Nia hanya menatap ketiga orang itu dengan mata yang mengerikan. bagaimana tidak, kulit wajahnya sampai terkelupas karena besi panas itu. matanya pun menonjol keluar dan langsung mengeluarkan nanah yang membuat wajahnya menjadi sangat mengerikan.


Nia masih menatap ketiga orang itu, dan seketika api berwarna hitam menyelimuti wajahnya. api hitam tersebut berkobar di atas luka yang ada di seluruh wajahnya. api berwarna hitam tersebut seperti mengobati dan menghapus lukanya dengan cepat. tidak selang beberapa lama, wajah Nia kembali utuh seperti semula dan tanpa luka apapun di sana.


tentu saja itu membuat ketiga orang itu terkejut bukan main. melihat apa yang dia lihat oleh mata kepalanya.


bahkan Shawn dan Jacob melihat kejadian itu dari jauh. dan mereka sangat ingin menolong seorang gadis yang Malang tersebut, tapi dia juga tidak berani dengan konsequensinya. akhirnya mereka hanya melihat dari kejauhan. dan setelah melihat apa yang setelahnya terjadi. tubuh Shawn melonjak kaget.


"tunggu!! gadis itu memiliki sihir elemen api yang sudah mencapai level Black Fire? bagaimana mungkin. aku hanya merasakan aura sihir yang belum tumbuh darinya. dan sekarang dia mengeluarkan sihir elemen api level mitology. apa dia bisa menyembunyikan kekuatan sihirnya? bukankan itu hal yang mustahil. tapi itu bisa jadikan? karena aku berpikir demikian"


"sungguh tidak beruntung keempat orang itu" gumamnya


Jacob mendengar apa yang di ucapkan oleh adiknya.


"ya. kita harus berhati-hati dengan gadis itu" Jacob menjawab dengan lembut


"pantas kakak mendadak menanyakan soal elemen api" tambahnya


KRITIK dan SARAN.


Author sangat menghargainya ❤❤