
ternyata keempat orang itu tidak segan-segan masuk kedalam hutan, mereka membuat obor dari alat seadanya. dan mereka langsung masuk kedalam hutan. Nia yang bersembunyi di balik pohon dan melihat pergerakan dari mereka, dia segera pergi dari tempatnya saat ini. Nia berlari menjauhi keempat orang itu.
tak jarang ranting-ranting kering yang ada di hutan tersebut menggores-gores kulit dan mengoyak pakaian yang dia kenakan. kini gaun simple yang Nia pakai sudah tidak berbentuk lagi, namun Nia tidak mempedulikan hal itu. dia terus berlari kedalam hutan. tentu saja dengan di ikuti keempat orang tersebut dan tiba-tiba
..SSRREEETT..
"AAHHH....." Nia terjatuh dan meringis kesakitan menahan rasa sakit di bagian betis kanannya. lalu dia melihat luka itu, dan betapa terkejutnya dia. dia melihat betis bagian kanannya sudah terpotong.
karena Nia menginjak jebakan besi yang tertanam di tanah, jebakan itu memiliki gerigi seperti gergaji, namun sangat besar dan tajam, seperti mulut ikan hiu yang menggigit mangsanya.
"siall, aku tidak mendeteksi adanya jebakan itu" umpatnya sambil menahan rasa sakit.
darah segar dan urat-urat betisnya keluar dari sela-sela daging yang terbuka lebar. dan itu sangat perih, Nia tidak bisa berlari dalam keadaan seperti ini. lalu dia segera merobek kain gaunnya untuk membungkus dan menutupi lukanya. di saat dia sedang melilitkan kain itu, Nia melihat kaki yang sudah terlepas dari tubuhnya. Nia menatap dengan nanar kakinya yang sudah terlepas berada di bawah jebakan itu. dan setelah dia selesai memperban luka yang begitu menyakitkan. Nia segera menggusur tubuhnya untuk bersender di bawah pohon. dan tak selang lama dia merasakan ada orang yang datang. dan benar saja, mereka telah menemukannya.
keempat orang itu bersorak. karena sudah mendapatkan mangsanya.
"lihat ****** itu. begitu menyedihkan" ucap Ferland dengan seringainya.
PLAKK
Ferdy menampar pipi Nia dengan begitu keras. lalu Ferdy mencengkram rahang Nia dengan tangan kanannya
"gara-gara kau kita tidak mendapatkan apa-apa dari kakak" ucap Ferdy dengan sinis.
Nia yang mendengar itu langsung meludah ke arah wajah Ferdy.
"Ciihh. jangan harap kalian mendapatkannya sialan" jawab Nia dengan nada mengejek
PLAKK
Ferdy menamparnya lagi pipi Nia. hingga kedua pipi itu memerah jika terlihat di tempat yang terang.
"hentikan. sebaiknya kita bawa dia ke gudang rumah belakang" sahut Frenzo
"kau benar. kita bawa dia ke tempat itu".
Franklin menjawab seraya memalingkan wajah ke arah Ferland untuk meminta persetujuan.
Ferland yang mendengar percakapan antara adik kembarnya itu hanya mengangguk tanda setuju.
"ide Bagus. ayo kita pergi" jawab Ferland.
Frenzo membantu Ferdy menyeret tubuh Nia. karena kedua kaki Nia terluka sangat parah. dan Nia hanya bisa pasrah ketika mereka menyeret tubuhnya dengan kasar. setelah keluar dari hutan itu, mereka menuju ke arah jalan setapak yang sepi dan gelap serta jauh dari pemukiman. Frenzo melempar tubuh Nia ke dalam bagasi mobil, lalu menguncinya. setelah itu dia memasuki mobil dan menlajukannya.
di dalam bagasi Nia masih merasakan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. di tambah dia berada di dalam bagasi yang pengap, dan berbau apek. membuatnya semakin sesak.
"komplit sudah rasa sakit ini" ucap Nia.
"pemilik mobil ini sepertinya tidak menyukai kebersihan" dengusnya
**
"ahh.. " desis Nia merasakan luka di betisnya terkena bebatuan dan darah segar mengalir kembali. karena kedua tangannya di ikat dan tubuhnya kembali di seret oleh Ferdy dan Franklin. beberapa kali tubuh Nia menghantam bebatuan besar dan tajam yang dapat melukai kulitnya. tetapi keempat orang tersebut tidak memperdulikan itu, dan terus berjalan membawanya ke suatu bangunan.
dan setelah sampai di depan pintu. mereka melemparkan tubuh Nia ke dalam bangunan, ternyata itu sebuah gudang. yang gelap, pengap, dan berdebu. mareka ikut masuk kedalamnya. dan Ferland langsung mencengkram rahang Nia dengan kuat.
"katakan dimana harta itu. kalau kau ingin selamat" ucap Ferland penuh penekan.
"kau tidak pantas mendapatkannya" jawab Nia yang menahan sakit di lehernya.
Ferland terpancing emosinya, lalu membenturkan kepala Nia ke atas lantai. benturan itu terdengar sangat keras, dan kepala Nia mengeluarkan darah segar di bagian kepala sebelah kanannya. darah itu mengalir deras sampai membasahi rambutnya dan menetes ke lantai. namun Nia masih tetap sadar. Ferland yang melihat itu segera melepaskan cengkramannya dangan kasar.
lalu Ferland menginjak tangan Nia dengan kuat hingga terdengar patahan tulang yang begitu jelas.
"Aahhh"
Nia meringis kesakitan ketika tangannya telah remuk karena di injak dengan kuat.
"sebaiknya kau serahkan saja harta itu. maka kami akan melepaskanmu" kini Frenzo yang bersuara.
"serahkan harta itu, atau kita akan menyiksamu dengan berat. sampai kau bisa membuka mulut" ucap Ferdy dengan suara sinisnya.
"siksa saja aku jika kau bisa" Nia menjawab dengan nada mengejek.
PLAKK
Ferland menampar Nia dengan keras. sekarang tubuhnya terlihat berantakan dan penuh luka disana sini. Nia yang merasakan panas di pipi kanannya hanya bisa menahan rasa sakit dan perih.
PLAKK
Fernand kembali menampar Nia di pipi sebelah kiri.
"baru begini saja kau sudah sombong"
ucap Ferland dangan seringainya
Franklin geram karena melihat Nia tidak mau membuka mulut, dia kemudian menghampiri Nia dan menjambak rambutnya.
"berikan harta kakak pada kami atau kau akan.... "
"berhenti memanggil ayahku kakak." potong Nia di sela perkataan Franklin.
"karena dia tidak pernah memiliki adik SIALAN seperti kalian"
SREETT
Franklin yang mendengar itu langsung merobek pipi Nia yang sebelah kiri dengan belati yang dia pegang.
lalu melanjutkan kata-katanya.
"merasakan ini"
semua orang yang berada di gudang itu sangat terkejut, melihat tindakan Franklin yang gegabah.
robekan di wajah gadis itu begitu besar dan panjang. Franklin merobeknya dari telinga hingga bibir Nia. luka itu benar-benar mengerikan sampai urat dan gigi-gigi Nia terlihat dengan jelas dari robekan tersebut. dan membuat sudut bibir Nia yang sebelah kiri tidak bisa menyatu. dalam kesakitannya, Nia hanya bisa menampung darah yang keluar dari pipi menggunakan mulutnya. darah itu begitu banyak sampai dia tidak sengaja menelannya. bahkan ada yang mengalir ke leher lalu turun ke bagian dada.
entah kenapa darah itu terlihat sangat banyak, padahal itu bukan urat nadi. tapi entahlah, itu yang sedang terjadi padanya sekarang.
"apa yang kau lakukan" Ferland geram terhadap perlakuan Franklin yang ceroboh, padahal dirinya pun sama.
"aku hanya memberinya pelajaran" Franklin menjawab perkataan Ferland dengan dingin.
"kalau kau merobek mulutnya, dia tidak akan bisa memberitahukan dimana harta itu" ucap Ferland dengan kesal
"maaf kakak. aku hanya terpancing emosi" Franklin menjawab dengan rasa bersalahnya
"maaf saja tidak cukup untuk mengembalikan mulutnya seperti semula" ucap Ferland dengan penuh penekanan.
"sudahlah. kita tinggalkan dulu saja dia. aku ingin tahu, sejauh mana dia akan bertahan dan tidak membuka mulut." ketus Ferdy
"baiklah. kita lihat saja besok, apakah dia masih bertahan atau akan menyerah dengan membuka mulutnya" jawab Frenzo
"baiklah" jawab Ferland lalu Franklin hanya mengikuti mereka, dan meninggalkan Nia seorang diri di dalam gudang itu. lalu mereka menguncinya dari luar.
di dalam gudang tersebut tidak ada benda apapun, namun lantainya sangat dingin dan penuh dengan debu.
Nia yang melihat pintu gudang itu tertutup, hanya bisa pasrah dengan keadan dirinya saat ini. kemudian dia pingsan dengan menahan rasa sakit dan perih di sekujur tubuhnya.
hari ini adalah hari paling buruk dalam hidupnya dimana kepergian dan penderitaan terjadi hanya dalam satu hari. pertama, dua orang yang dia cintai pergi untuk selamanya. dan kedua, tubuhnya telah hancur dengan penuh luka di sekujur tubuh, akibat perbuatan keempat orang sialan itu.
luka yang teramat sakit dan perih di kepala, wajah, lengan dan kedua kakinya. membuatnya semakin menderita.
KRITIK dan SARAN
Author sangat menghargainya
❤❤