The Highest

The Highest
Memalukan



di tengah Nia terkagum-kagum dengan apa yang dia lihat. Sebastian tiba-tiba menjentikkan jarinya ke depan wajah Nia. tentu saja itu membuatnya terkejut, karena Sebastian merusak moment ketika dia sedang mengagumi sesuatu yang Indah.


"hey.. apa kau tidak ingin segera memakai baju milikmu?.. atau kamu ingin menggodaku dengan masih menggunakan kain itu?" goda Sebastian dengan nada mengejek


"issh. aku melamun karena aku tidak tahu dimana kau menyimpan semua barangku" Nia mengelak ejekan Sebastian, dan memalingkan wajahnya. sebenarnya saat ini dia sangat malu, entah kenapa dia menjadi pemalu seperti ini. biasanya dia bersikap sangat dingin dengan semua laki-laki. kecuali ayah, guru, dan orang yang di percayai ayahnya. mungkin karena Sebastian selalu berhasil membuat hatinya berdetak tidak karuan.


"kenapa kamu tidak bertanya." ejek Sebastian yang berhasil membuat Nia kesal padanya. "semua barangmu ada di dalam kamarmu, dan kamarmu ada di atas." tambah Sebastian dengan malas.


"kamarku?" tanya Nia dengan heran.


"ya siapa lagi?!!" jawab Sebastian dengan jengah.


"heh, aku lupa. inikan dimensiku, berarti semua yang ada disini milikku. aku terlalu merasa ada di tempat lain, hingga aku melupakan itu." batin Nia


dan Nia langsung berjalan menuju kamarnya, tanpa berbicara apapun lagi dengan Sebastian. Nia mempercepat langkahnya untuk segera sampai pada tuajuan, yaitu kamarnya. setelah Nia sampai di atas, dia melihat dua pintu dengan ukiran yang Indah. dan terdapat huruf N di pintu utama dari bibir tangga dan huruf S di pintu yang satunya lagi yang berada di ujung.


lalu Nia berinisiatif untuk membuka pintu utama dengan huruf N di depannya. setelah Nia masuk, Nia langsung mengedarkan pandangan. dan dia kembali di kejutkan dengan design di dalam kamar tersebut. ruangan itu sangat rapi dan elegant di tambah dengan jendela kaca yang besar di dekat ranjang. dimana sinar bulan dapat masuk menyinari kedalam ruangan dengan seluruhnya.


dan Nia tersadar. hari sudah gelap, karena melihat bulan, lewat jendela yang besar tersebut. walaupun jarak jendelanya cukup jauh dengan dia berdiri dekat pintu saat ini, namun Nia dapat melihat itu dengan penglihatan tajamnya. Nia kembali mengedarkan pandangannya untuk mencari semua barang miliknya.


Nia melihat ada hiasan setangkai bunga Mawar hitam di dalam tabung kaca yang memiliki cat warna emas untuk memperindah tampilannya. Nia tersenyum, karena itu adalah miliknya.



"jika bunga itu ada disini. berarti disini ada barangku yang lain" gumam Nia. lalu mulai mencari barang miliknya nyang lain. setelah lama mencari, Nia tidak menemukan barang-barang miliknya. dan sekarang penglihatannya tertuju pada sebuah pintu, dia langsung membukanya, dan masuk ke dalam ruangan.


ternyata ruangan tersebut adalah ruang ganti baju, dan semua pakaiannya di gantung di lemari yang menggunakan bahan kaca seluruhnya. di tengah ruangan itu pula, ada meja besar untuk menyimpan dan memajang semua perhiasan atau pernak-pernik lainnya. ruangan ini seperti di mansion miliknya. namun bedanya, jika di mansion miliknya Nia menggunakan barang-barang super mewah untuk mengisi ruangan. seperti lemari dengan bahan dari kayu jati yang di bandrol dengan harga selangit, atau lantai dari bahan marmer yang mewah. sangat berbanding terbalik dengan apa yang dilihatnya sekarang.


walaupun hanya menggunakan material kaca dan kayu, namun Nia sangat menyukainya. entah dia sudah bosan dengan kemewahan yang Fernand berikan sedari dia kecil, atau dia ingin mencoba hal baru untuk melihat dunia yang lebih luas.


setelah dia terkagum-kagum dengan apa yang da lihat, karena dia tidak pernah melihat hal sederhana dapat menjadi Indah dan nyaman seperti itu. Nia langsung mengedarkan pandangannya, dan matanya tertuju pada lemari kaca yang memajang semua pakaian dalamnya.


"issh. kenapa dia memajang semua pakaian dalamku seperti ini? MEMALUKAN!!" gerutu Nia seraya membuka pintu lemari kaca itu untuk mengambil salah satu pakaian dalamnya. setelah dia memegang sepasang pakaian dalam miliknya, Nia terkejut mendapati Sebastian sudah berada di ruangan dimana dia berada.


"hey, kenapa kau menggerutu? apa kamu tidak suka jika pakaianmu di perlakukan dengan khusus olehku?" Sebastian bertanya dengan wajah polos, seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


"cihh. khusus atau mempermalukanku?"


Nia berdecih, mengingat ini sangat memalukan untuknya. karena yang memajang semua pakaian dalamnya adalah seorang laki-laki yaitu Sebastian.


Sebastian terkekeh melihat wajah Nia yang memerah karena kesal, atau mungkin malu.


"kau akan terlihat lebih indah, jika hanya mengenakan itu" ucap sebastian seraya menunjuk sepasang pakaian dalam yang Nia pegang, dengan dagunya.


"lalu apa? apa kau ingin melihatnya?" cibir Nia


"apa kau menantangku?. sudahlah, aku juga sudah tahu semua lekak liku tubuhmu itu." Sebastian menjawab dengan seringainya.


DEGG


Nia terkejut dengan kata-kata yang di lontarkan Sebastian.


"ya aku bisa melihatnya karena kau mengenakan kain tipis itu" jawab Sebastian.


bagaimana tidak. Nia hanya melilitkan kain tipis di tubuhnya, dia juga tidak tahu kalau kain itu agak transparan, sehingga tubuh indahnya membayang dari dalam.


"Bodohh. Bodohh. Bodoohh"


batin Nia merutuki kebohonnya, dan segera berlari ke arah pintu cermin tersebut, lalu membukanya dengan cara di geser.


Sebastian semakin terkekeh melihat tingkah gadisnya ini.


"aku akan menunggu di luar" ucap Sebastian yang masih terdengar walaupun mereka sudah berada di ruangan yang berbeda.


"ya. keluarlah, tunggu aku di luar, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu" jawab Nia yang sudah memasuki ruangan di balik pintu cermin tersebut.


"ya." Sebastian menjawab, dan langsung hilang dari tempatnya.


sudah Nia duga, ruangan itu adalah kamar mandi. lalu dia segera memakai pakaian dalam yang dia bawa. dan dia merutuki kebohannya sekali lagi. karena dia lupa membawa baju.


"hmm. apa pria mesum itu sudah keluar?" batin Nia.


dia menggeser sedikit pintu cermin tersebut, untuk melihat keruangan sebelumnya. ternyata Sebastian sudah pergi dari tempatnya. melihat itu, Nia bisa melenggang bebas ke ruangan yang menyimpan semua bajunya, walau hanya mengenakan pakaian dalam saja.


Nia mengambil lalu mengenakan pakaian serba hitam, dan serba pendek mulai dari baju lengan pendek, celana super pendek yang memperlihatkan paha Indahnya. dia juga mengenakan sarung tangan panjang dan sepatu boots hitam panjang sampai di atas lutut. walaupun pahanya masih kelihatan, namun itu menambah kesan Indah pada tubuhnya. tapi dia juga mengenakan jubah. Nia mengikat rambut nya agak ke atas sehingga memperlihatkan tengkuknya. dan sekilas tatto yang ada di tengkuk Nia terlihat.


sebenarnya Nia juga memliki tatto yang lain, selain di pelipisnya. yaitu di tengkuk sampai punggungnya. dan tatto yang ada di tengkuk sama seperti tatto yang ada di pelipis. namun itu hanya ujungnya saja, karena semakin kebawah, tatto itu semakin besar dan Indah. dengan warna hitam pekat yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang kuning langsat..


tatto itu seperti simbol-simbol yang bertebaran, mulai dari ukuran kecil,sedang, sampai yang besar, dengan hiasan Indah yang meliputi semua simbol tersebut.


semua yang dia kenakan untuk mempermudahkan dia bergerak atau bertarung. dan menyempurnakan penyamarannya dalam gelap.


tidak lupa, Nia juga menyelipkan beberapa belati dan senjata lain di kaki lalu di tangannya. bahkan dia membawa pedang yang di simpan di punggungnya.


setelah persiapannya selesai, Nia bergegas keluar dari pohon untuk menemui Sebastian. dan ternyata Nia tidak menemukan Sebastian disini.


"sialan.. dia bilang akan menunggu di luar. dan aku sudah bilang untuk menungguku di luar, karena aku ingin berbicara dengannya. sekarang kemana dia?!! " Nia menggerutu seraya menyusuri tempat itu untuk mencari sosok yang di carinya.


Nia menyelusuri sampai di tepi danau. dia merasa ada yang aneh di tengah danau itu. dia melihat benda putih yang besar di dalam airnya. dan seketika benda misterius mendekat semakin cepat ke arahnya, Nia tidak berusaha menghindar atau menjauhkan diri, dia yakin ini tidak membahayakannya.


benda berwarna putih tersebut semakin dekat ke tepi danau dan langsung keluar dari dalam air, lalu melayang di udara. itu bukan sebuah benda, melainkan sosok yang Nia cari sedari tadi.


Sebastian melayang di udara dengan sayap indahnya. dia juga bertelanjang dada yang memperlihatkan tubuh atletis yang sexy, di tambah cucuran air dari tubuhnya setelah keluar dari danau, yang membuat penampilannya begitu panas. dia seperti lukisan hidup di bawah sinar bulan yang Indah.


"sedang apa kau? kenapa kamu bisa menggunakan sayapmu di dalam air?" Nia bertanya dengan terkejut melihat sosok Sebastian yang keluar dari dalam air dengan menggunakan sayap indahnya.


"aku sedang membersihkan diri dan sayapku. dia merengek meminta berenang di tengah danau." Sebastian menjawab dengan santai seraya mendaratkan tubuhnya. dan entah darimana sebuah pakaian muncul dari tangannya. lalu Sebastian langsung mengenakan pakaian itu


"jangan terlalu lama melihatku, nanti tubuhmu akan kepanasan" ejek sebastian dengan seringainya, melihat Nia masih mematung di tempat.


"apa-apaan. dasar pria mesum!!" jawab Nia dengan memalingkan wajahnya. memang tidak bisa di pungkiri, tubuhnya memang mulai panas melihat tubuh Sebastian yang menggoda itu.


Sebastian yang mendengar itu hanya terkekeh lalu menggelengkan kepalanya, melihat tingkah seorang gadis di hadapannya itu.


"lalu apa yang ingin kau bicarakan?"


KRITIK dan SARAN.


Author sangat menghargainya ❤❤