The Highest

The Highest
Dia?



Nia sedang meminum teh di taman, yang berada di halaman belakang mansionnya yang luas. dengan di temani oleh dua pengawal yang di tugaskan oleh Fernand untuknya.


seorang pelayan mendekati untuk memberi tahu, bahwa guru Han tengah datang berkunjung. dan sedang menunggu di living room mansionnya. "beliau bilang ada sesuatu yang ingin di bicarakan nona"


ucap pelayan memberitahukan pesan dari guru Han.


"baiklah aku akan bertemu dengan guru. kau boleh pergi" Nia segera berjalan menuju tempat dimana gurunya berada.


setelah sampai, Nia memasuki living room mansionnya, dan kedua pengawal hanya berjaga di luar pintu yang tertutup. mereka percaya pada guru nonanya tersebut.


"salam Guru".sapa Nia sambil membungkuk memberi penghormatan. Guru Han yang sedang melihat-lihat living room di mansion milik muridnya itu segera berbalik. dan langsung duduk di kursi yang nyaman dan mewah.


"Bangunlah" jawab guru Han


"kenapa guru repot-repot kemari? jika ada suatu hal yang penting aku bisa segera pergi ke akademi sihir untuk menemui guru".ucap Nia tidak enak pada guru Han. setelah itu Nia duduk bersebrangan dengan gurunya.


"tidak perlu, aku kemari hanya akan menuntaskan tugas di atas perjanjian jiwa" guru Han melihat dengan teliti sebuah tato yang berada di pelipis Nia.


"maksud guru?".timpal Nia bigung.


"aku sudah tahu, bahwa kau sudah mengetahui kebenaran tentang ibumu. dan hari ini, Fernand telah menjual seluruh aset usaha dan perusahaannya. yaa termasuk mansionmu ini." guru Han menjawab seraya melihat sekeliling di tempatnya duduk.


"HAH?. apakah ayah ingin mengusirku dari sini dan menjadikanku gelandangan guru?" protes Nia dengan wajah cemberut manjanya.


"YA. Fernand ingin menjadikanmu gelandangan terkaya" ucap guru Han dan menggoda Nia yang menggemaskan ketika cemberut seperti itu, Nia seperti cucunya sendiri. guru Han bahkan belum memiliki seorang anak di usianya yang sudah senja dan sangat pantas untuk menjadi seorang kakek. karena istrinya meninggal setelah beberapa bulan mereka menikah, yang saat itu mereka belum di karuniai seorang anak.


namun karena kesetiaan pada istrinya, guru Han tidak pernah menikah lagi dengan wanita lain. dan dia akan menunggu penguasa alam mencabut nyawanya untuk di satukan kembali dengan sang istri tercinta.


Nia hanya tersenyum kecut menanggapi godaan guru Han. moment yang hangat seperti ini mungkin akan menjadi moment yang akan mereka rindukan nantinya.


"semua sudah sah di wariskan kepadamu. namun hanya berbentuk uang dan benda-benda yang kecil saja. bukan seperti properti atau bangunan bangunan. semua harta dan kekayaan, dia simpan di dalam dimensimu" jelas guru Han.


"dimensi? tapi aku tidak memiliki dimensi seperti yang guru maksud"ucap Nia jujur.


"kau memilikinya, tapi masih ada padaku. setelah aku memberikannya padamu, aku bisa pergi dengan tenang" Guru Han tersenyum hangat ketika mengatakannya.


"pergi dengan tenang? apa itu artinya guru akan pergi ke alam baka?" batin Nia.


sebenarnya guru Han itu telah tiada setelah beberapa hari Nia lahir. namun karena dirinya terikat perjanjian jiwa dengan Liona sebelum dia melahirkan, untuk membantu Fernand mendidik anaknya yaitu Nia. sampai Fernand mewariskan seluruh hartanya pada Nia.


roh guru Han akan tetap hidup walaupun jasadnya telah tiada, karena beliau terikat perjanjian jiwa. Liona yakin setelah Fernand mewariskan kekayaannya, pasti Nia sudah dewasa dan memiliki kekuatan sihir, walaupun sihirnya masih lemah, tapi itu lebih baik dari pada belum memiliki kekuatan apapun. dan tugasnya dalam perjanjian jiwa akan berakhir setelah memberikan dimensi itu.


saat ini tingkat kekuatan sihir Nia masih berada di level Red Fire tingkat tinggi. walaupun begitu level Red Fire sendiri belum ada yang bisa mencapainya. dalam kekuatan sihir, elemen api memiliki empat level yaitu:


Yellow Fire, di level terendah.


Blue Fire, di level menengah.


Red Fire, di level atas.


dan Black Fire di level Mitologi.


di sebut mitologi karena level kekuatan itu sangat langka dan hanya di anggap rumor belaka. karena belum ada yang mencapai level tersebut. jangankan Black Fire, untuk menemukan penyihir yang mencapai level Red Fire saja sangat sulit.


dalam levelnya pun memiliki lima tingkatan. yaitu:


rendah.


menengah.


tinggi,


duniawi


dan surgawi.


sekilas penyihir yang dapat mengendalikan keempat elemen itu seperti pengendali elemen,


(ibaratkan yang ada di film Avatar The Last Airbender)


dimana orang yang memiliki kekuatan dari salah satu elemen tersebut, dapat mengendalikannya dengan gerakan tubuh tertentu.


namun berbeda dengan penyihir elemen. mereka dapat mengendalikan elemen yang mereka kuasai hanya menggunakan mantra-mantra. atau jika kekuatannya sudah mencapai level paling tinggi (khususnya yang memiliki ilmu sihir api di level Black Fire,) penyihir itu bisa mengendalikan elemen hanya dengan kibasan tangan atau pikiran mereka saja. tanpa harus repot menggerakan anggota tubuh, atau mengucap mantra-mantra yang harus mereka ingat.


penyihir berada satu tingkat di atas pengendali. karena penyihir dapat mengeluarkan elemen yang mereka kuasai dari tubuhnya sendiri bahkan sang penyihir mampu membuat senjata dari elemen sihir yang dia miliki, dengan menggunakan energi dalam.


sedangkan sang pengendali. mereka tidak dapat melakukan itu, mereka hanya bisa mengendalikannya saja.


sampai saat ini. ketiga elemen itu sudah banyak penyihir yang mencapai level paling tinggi di masing-masing elemen tersebut. tapi tidak dengan elemen api. karena elemen itu sangat sulit untuk di tingkatkan. membuat level Black Fire sangat mustahil untuk di capai. dalam hal ini Nia mendapat keberuntungan yang luar biasa karena memiliki elemen api.


dan sekarang dia berada di level Red Fire tingkat tinggi, tinggal dua tingkat lagi dia akan menerobos ke level Black Fire. sungguh keberuntungan yang menentang dunia.



Nadarrenia Fern Roadrifuez ★


"dengar pesanku baik-baik. jangan sampai harta yang berada di dalam dimensimu jatuh ke tangan orang yang salah. dan jangan sampai orang lain tahu tentang dimensimu. jaga dirimu, dan berlatihlah untuk meningkatkan kekuatanmu agar mencapai level tertinggi, yaitu Black Fire. banyak rintangan berbahaya yang akan kau hadapi di masa depan. teruslah belajar dan jadilah kuat. seperti potensi kekuatanmu yang bisa menghancurkan benua hanya dengan pikiran mu saja" pesan guru Han.


"akan ku ingat dengan baik pesan guru" Nia menjawab dengan lirih


"aku akan meletakan dimensi itu di tato pelipismu. kau hanya perlu menyentuhnya, dan memfokuskan pikiranmu pada dimensi didalamnya. ingat, kekayaan yang ayahmu miliki semua ada di dalam sana. dan sekarang aku akan mulai. apa kau siap?" ucap guru Han, memastikan


"aku siap guru" jawab Nia sambil menundukan kepalanya


setelah mendengar jawaban dari muridnya. Han mulai menyentuh tato yang ada di pelipis Nia sembari merapalkan mantra lalu mengucapkan salam perpisahan.


"selamat tinggal cucuku" ucap Han.


Nia hanya bisa memejamkan mata sambil merasakan darah dari pelipis mengalir keseluruh tubuhnya. setelah darah yang masuk kedalam dirinya selesai mengalir. Nia meneteskan buliran hangat yang membasahi pipi. karena guru yang Nia anggap sebagai kakek sendiri telah pergi.


setelah Nia menenangkan diri. dia bergegas ke kamarnya, dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan dua pengawal untuk berjaga di depan kamar. lalu dia duduk si tepi ranjang, dan mulai menyentuh tato di pelipisnnya, dia memejamkan mata dan memfokuskan pikiran untuk bisa masuk ke dalam dimensi.


setelah Nia membuka mata dia mendapati dirinya yang berada di atas bukit, di bawah pohon yang rindang dan berdaun lebat. serta terdapat danau yang luas di bawah bukitnya dan hamparan pohon pinus di kejauhan. Nia hampir tidak dapat melihat tanah karena tertutupi rumput yang lebat namun terkesan rapih. dan terdapat matahari.


"MATAHARI??"


ini seperti bukan dalam dimensi, melainkan seperti di belahan dunia lain karena terdapat matahari.


Nia mengelilingi tempat tersebut.


"harta. dimana harta ayah? apa aku salah tempat? disini hanya ada sebuah pohon. tidak mungkin hartanya di simpan di dalam pohonkan." batin nia sembari tangannya memegang pohon tersebut


"tidak mungking kalau aku salah tempatkan? "


"Heii gadis, kau sudah besar rupanya"


ucap pria yang sedang duduk di atas pohon, dan memperhatikan tingkah Nia sedari tadi.. 'DEGG'


Nia terkejut mendapati seorang pria bertubuh kekar dan berparas tampan sedang memperhatikannya.


"siapa kamu" Nia menjadi waspada karena kehadiran pria tersebut dan mundur dua langkah untuk melihatnya dengan jelas. setelah Nia mundur pria itu melompat dan mendarat tepat di hadapan Nia. lalu menyunggingkan senyum ke arahnya


'Deg Deg,, Deg Degg'


"kenapa jantungku berdetak dengan cepat?.. SIALAN" batin Nia sambil menjaga jarak dengan pria tersebut


KRITIK dan SARAN. Author sangat menghargainya ❤❤❤