
Di suatu mansion megah nan mewah, seorang pria paruh baya tengah duduk menikmati secangkir teh bersama seorang gadis yang tak lain adalah putrinya.
"Nak, apa kau yakin tidak ingin memimpin perusahaan ayah jika kau sudah siap?".Fernand bertanya kepada putrinya untuk memastikan keputusan yang akan di ambil untuk masa depan.
Nadarrenia Fern Rodriguez.(Nia) dialah anak kesayangan Fernand Rodriguez yang mewarisi seluruh kekayannya. seorang gadis yang berumur 15 tahun dengan paras cantik dan memiliki bentuk tubuh yang menawan. serta memiliki sebuah Tatto di pelipis sebelah kanan tepat di ujung alisnya berwarna hitam pekat yang di buat khusus oleh Fernand. tatto itu seperti simbol huruf namun sangat Khas, tidak terlalu besar namun menambah kecantikan dan sangat cocok untuk sifat dinginnya. Nia sendiri memiliki rambut lebat berwarna perak bergelombang yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan halus bagai kapas.
"Tidak ayah, aku masih belum siap memimpin Perusahaan sebesar itu" Nia menghela nafasnya sambil meminum teh nya. "lagi pula, seluruh harta ayah sangat cukup untuk menunjang seumur hidupku, hehe" tambah Nia seraya terkekeh
Fernand tersenyum melihat tingkah putri satu-satunya yang sangat dia sayangi. namun kegelisahan menyelimuti hatinya sampai terlihat jelas di raut wajah dari seorang Fernand yang gagah.
"Ayah tahu, hanya saja ayah ingin kau menjadi lebih kuat dari yang sekarang karena mungkin kau akan menghadapi masalah besar di masa depan".ucap Fernand sambil membelai kepala putrinya
"kau tahu?. ayah tidak ingin kau menderita seperti Ibu dan pamanmu Faris adik bungsu ayah" ucap Fernand lirih.
"Maksud ayah? ". Nia tersentak mencerna perkataan Fernand. hatinya sesak mendengar kalau ibu dan pamannya pernah menderita semasa hidup mereka.
Fernand menghela nafas dengan kasar. "sayang, sebenarnya ibumu meninggal karena di racuni oleh adik ayah yang lain sebelum melahirkan mu"
"APAAA!!" Nia marah sampai menggebrak meja saking kuatnya dia memukul meja itu sampai terbelah menjadi dua kemudian hancur berkeping-keping dan semua barang yang ada di atas meja tersebut berhamburan kemana-mana.
"kenapa ayah menyembunyikan kebenaran tentang ibu padaku?.".seru Nia sampai menggebu-gebu saking marahnya. selama ini Nia hanya mengetahui bahwa ibunya meninggal karena melahirkannya dengan keadaan yang sangat lemah sehingga ibunya tidak bisa mempertahankan nyawanya.
Namun kenyataannya justru sangat mengejutkan terutama Fernand menyembunyikan semua ini darinya.
"Sayaaang... tenangkan dirimu, ayah tahu kau sangat marah tapi sekarang kau harus mengendalikan emosimu. jangan sampai kau membunuh keluargamu sendiri" bujuk Fernand dengan penuh kelembutan.
Fernand berkata seperti itu karena dia tahu kalau Nia sudah di ajarkan untuk membunuh musuh atau lawannya dalam pertarungan hidup dan mati Walaupun usianya masih begitu belia namun dalam dunia penyihir memang sangat penuh dengan hal seperti itu
Bahkan Fernand selalu menunjuk seorang musuh dalam bisnisnya atau yang pernah berkhianat padanya untuk bisa di habisi oleh Nia.
Akan tetapi Fernand tidak ingin Nia membunuh keempat pamannya karena Fernand pernah berjanji pada kedua orang tuanya untuk menjaga keempat adiknya.
"KELUARGA???.. keluarga macam apa yang membunuh saudara nya sendiri? ini tidak bisa di maafkan ayah, aku harus menghukum mereka. karena mereka yang memulai peperangan ini lebih dulu, aku akan membalaskan kematian ibu."
Nia tidak menduga Fernand menyembunyikan keberadaannya dari keluarga besar Rodriguez karena tidak ingin semua pamannya mencelakainya, padahal mereka tahu sendiri bahwa keluarga Rodriguez bukanlah seorang penyihir kecuali ayah mereka. namun kekuatan sihir dari kakek Nia itu terbilang lemah mungkin hal itu yang memicu kepunahan ilmu sihir dalam kelaurga Rodriguez.
"Tetapi ayah, kenapa mereka sampai membunuh ibu dan paman Faris? apa yang mereka inginkan? apa kesalahan ibu dan paman Faris lakukan? dan jika mereka meracuni ibu sebelum melahirkan, kenapa aku bisa lahir? apakah ibu meliki kekuatan sampai bisa melahirkan dalam keadaan tubuh sangat lemah karena diracun? dan kenapa ayah tidak membalaskan kematian ibu?" Nia melemparkan pertanyaan secara bertubi-tubi pada ayahnya. Dia frustasi menghadapi kenyataan pahit yang ibunya alami.
Fernand yang ikut merasakan apa yang putrinya rasakan hanya bisa memeluk dan mengelus punggung Putri kesayangannya itu.
"Saayaang.. sebenarnya ibu dan pamanmu tidak bersalah, ayah lah yang salah. ayah memutuskan akan memberikan separuh kekayaan pada adik bungsu ayah, karena dialah yang selalu ada untuk ayah dan membantu usaha ayah sampai ke Puncak seperti sekarang namun ayah juga memberikan adik-adik ayah yang lain sebuah rumah mewah. tapi ternyata mereka sangat serakah dan iri pada Faris karena mendapatkan harta paling banyak. dan akhirnya mereka membunuh pamanmu itu" Fernand mengingat kematian sang adik yng selalu ada untuknya. kini ekspresi Nia berubah menjadi datar dan dingin, mencerna seluruh penjelasan sang ayah membuatnya semakin marah.
"dan jika kau heran kenapa kau bisa di lahirkan padahal ibumu sudah keracunan, kau memang benar. ibumu memiliki kekuatan sihir sehingga mampu melahirkanmu. setelah tubuhnya melemah dia memberitahukan pada ayah bahwa adik ayah meminumkan sesuatu yang mengandung racun padanya dengan paksa awalnya ibumu menetralisir racunnya tapi tidak sepenuhnya hilang karena merasa masih kuat ibumu sampai mengabaikan racun yang tersisa, dan berusaha melahirkan." hati Fernand menjadi sesak ketika menceritakan kronologinya.
"Ibumu berhasil melahirkanmu dengan selamat tapi setelah itu tubuhnya melemah dan semakin melemah, sampai akhirnya ibumu tidak bisa bertahan. tentu saja ayah sangat marah pada ke empat pamanmu itu." Fernand memeluk Nia lebih erat dia menumpahkan semua kesedihannya. Nia sedari tadi hanya mengepalkan tangan sampai telapak tangannya berdarah oleh kukunya karena menahan amarah yang menggebu-gebu tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang.
"ternyata aku bukan darah tunas ayah. kekuatanku memang sudah di turunkan dari ibu. kenapa ayah tidak memberi tahukan itu padaku? kalau ibu seorang penyihir" Nia bertanya dengan lirih.
"maafkan ayah sayang. ayah hanya mencari waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya. dan inilah waktunya"
darah tunas adalah seorang penyihir yang terlahir dari keluarga manusia biasa, yang tidak memiliki kekuatan sihir apapun dan jika itu terjadi hal itu akan menjadi takdir buruk sekaligus menakjubkan bagi orang tersebut
"Bukannya ayah tidak mau membalaskan kematian ibumu, tapi ayah masih menyusun rencana untuk menghancurkan mereka, dan yang bisa melakukan nya adalah kamu, menurut guru dari ibumu yang sekarang menjadi gurumu, yaitu guru Han. kau memiliki keistimewaan langka.
kekuatan mu bahkan bisa menghancurkan sebuah benua hanya dengan pikiranmu saja. tapi kau masih lemah jadi kau harus lebih kuat dari sekarang karena mungkin kamu harus melawan kekuatan besar guru mereka. hanya orang-orang tertentu yang bisa memiliki kekuatan sihir dan kau salah satunya. kau tidak perlu membunuh mereka buat kehidupan mereka menderita seperti yang ayah dan kamu alami, ayah dan ibumu akan sangat puas akan hal itu" ucap Fernand lirih.
mengingat keempat pamannya pasti mereka sangat kuat dan bertekad, sampai mereka tega membunuh kakak ipar dan adik kandung mereka sendiri. sungguh
"BEDEBAH SIALANNNN!!"
umpat Nia di dalam hatinya.
Aura dingin terpancar dari mata Nia yang berwarna Abu terang dan memiliki iris mata di sebelah kiri. seketika warna mata itu berubah menjadi Hitam legam menunjukan aura pembunuhnya.
Hallo readers.. ini karya author yang pertama. pertama bangeet. 😅.jadi KRITIK dan SARAN author sangat menghargainya 😘😘😘