
Setelah nya Geamy mencekal tangan sosok itu dan seketika sosok itu menjerit keras menggema di ruangan itu namun hanya Geamy yang bisa mendengar nya.
"Arkhhhhhhh panassssaa..lepas arkhhhhhhh" teriak nya kesakitan.
Geamy hanya menatap datar sosok yang tengah kesakitan di hadapan nya..dia sudah memperingatkan sekali maka tidak akan ada kedua kali nya.
"Enyah dari sini atau aku benar-benar akan melenyapkan mu untuk yang ke dua kali nya" kata Geamy menatap nyalang sosok itu dan melibaskan tangan nya lalu dengan kecepatan angin sosok itu menghilang.
Geamy menarik nafas nya sedikit sesak..energi nya semakin berkurang karena di pakai untuk sosok-sosok yang memang seperti nya hanya menjadi pengalihan nya saja.
Geamy bangun dari ranjang dan melepas infus yang memang sudah habis..dia berjalan keluar dari kamar rawat nya dengan berpegangan pada tembok..dia tak mau menyusahkan orang lain.
Sementara itu sejak tadi Ryuzki hanya menatap Geamy dengan tatapan kasihan karena dia juga merasa bahwa Geamy tersiksa dengan keadaan nya..andai lah bisa dia membantu gadis itu,pasti dia akan membantu nya.
"Semoga kau bisa berbahagia Geamy" gumam nya menatap Geamy yang semakin menjauh dari pandangan nya.
#
#
"Arkhhhhhhh.. hahaha.. arkhhh"
"Hihihi... hihihi"
"Aku akan membawa nya pergi hahahaha"
Tampak seorang gadis cantik saat ini tengah berdiri di pagar balkon kamar nya di lantai 2..tampak dari bawah berdiri kedua orangtua nya dengan seorang paranormal yang tengah membacakan mantra-mantra pengusir roh jahat.
Namun sangat di sayangkan..roh itu seakan tak terusik malah meledek nya seakan-akan dia kepanasan lalu tertawa bagaikan orang gila..geram dengan roh yang telah mempermainkan nya, paranormal itu hendak mendekati gadis itu namun dengan segera mata gadis itu menatap ke arah paranormal itu dan sepersekian detik kemudian paranormal itu seperti di cekik tangan tak kasat mata.
"Arkhhh..uhukkk..uhukkk" rintih nya merasakan sesak nafas karena leher nya di cekik oleh tangan tak kasat mata.
"Astaga bagaimana ini dad..kenapa jadi seperti ini..Naolyn sayang turun nak..tolong sayang turun" panik melanda kedua orangtua gadis yang bernama Naolyn karena keadaan semakin tak terkendali.
"Baik lah baik..tapi turun..jangan sakiti anak ku" orangtua Naolyn hanya menurut karena mereka tak mau anak nya kenapa-kenapa.
Sosok itu membawa Naolyn turun dari pagar pembatas balkon kamar nya..perlahan sosok itu membawa tubuh Naolyn ke dalam dan duduk di sofa yang ada di kamar Naolyn..rambut nya di gerai dan wajah nya pucat seakan tak memiliki darah lagi.
Sosok itu membawa tubuh Naolyn ke meja rias yang ada di kamar Naolyn..dia mengendalikan Naolyn sesuka hati, Naolyn menyisir rambut nya di depan kaca kamar nya,bibir nya bersenandung menggumamkan nada sebuah lagu entah lagu apa hanya dia yang tau.
Dia masih asik tersenyum dan menyisir rambut nya dengan sesekali tertawa melihat lurus ke arah cermin.
Orangtua Naolyn segera mencarikan apa yang sosok itu mau..segelas darah ayam telah tersedia dan juga sepiring daging segar..mereka masuk kedalam kamar anak nya dan menyerahkan semua permintaan sosok yang menguasai tubuh Naolyn tadi.
"I..ini..ini pesanan mu..tolong jangan ganggu anak kami lagi" kata ibu Naolyn menyerahkan semua permintaan sosok itu.
Naolyn menerima nya dan langsung memakan daging segar itu dengan begitu rakus seakan takut di minta..hanya dalam hitungan menit daging segar itu telah tandas tak bersisa bahkan sisa darah yang tertinggal pun ikut di jilati hingga bersih.
Setelah nya Naolyn meminum darah segar itu dengan dua kali teguk saja..dia meletakkan gelas dan piring itu lalu menatap kearah orangtua Naolyn dan terkiki menyeramkan.
"Hihihi.. hihihi"
"Aku mau setiap hari kalian memberikan seperti ini lagi kalau tidak kalian akan melihat kematian anak kalian di depan mata kepala kalian sendiri..hahahaha" kata nya sambil berjalan ke arah ranjang dan merebahkan diri masih dengan menyisir rambut nya dengan tangan.
#
#
"Geamy kau darimana..kenapa di telfon tidak juga tersambung..bibi khawatir dengan mu" kata bibi Geamy mengkhawatirkan keadaan Geamy.
"Geamy tidak apa-apa bi..tadi hanya ada sedikit trouble saja" balas Geamy tak mau membuat sang bibi khawatir.
"Baik lah.. istirahat lah kau pasti lelah" saran bibi agar Geamy beristirahat.