THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_26..Groubien



"Apa kau sudah merasa lebih ringan gadis kecil?" tanya Rogard sambil tersenyum dan mengusap bibir basah Geamy yang kini sudah mulai sedikit bengkak dan kebas juga karena ulah nya.


Geamy mencebik kesal dan memukuli dada bidang Rogard.. Rogard hanya tersenyum melihat tingkah Geamy yang bagi nya lucu dan menggemaskan.


"Kau kenapa merebut semua nya dari ku sih..pertama masa anak-anak ku,kedua teman-teman ku,ketiga orangtuaku,dan kini kau merebut jatah ciuman pertama ku..ck menyebalkan sekali sih ini tidak adil" kata Geamy mencurahkan kekesalan nya pada Rogam yang hanya di tanggapi kekehan geli karena melihat bibir Geamy yang mengerucut kesal.


"Oke maafkan aku..kau mau apa katakan,sebagai ganti semua nya yang kau sebutkan tadi" kata Rogard sambil mendudukkan Geamy di pangkuan nya dengan posisi mereka saling berhadapan.


"Hey kenapa posisi nya seperti ini sih..dasar mesum" kata Geamy menatap jengkel pada Rogard.


"Sudah diam lah..ayo katakan kau mau apa" desak Rogard mengusap lembut pipi Geamy dan membuat Geamy merasa sesuatu mengalir dari tangan lembut itu.


"Apa kau menyalurkan energi untuk ku..ini sangat nyaman" kata Geamy lirih sambil memejamkan mata menikmati kehangatan dan kelembutan yang Rogard berikan.


"Hm..apa tubuh mu sudah lebih baik dari sebelum nya?" tanya Rogard masih menatap Geamy lebih tepat nya bibir Geamy.


"Hmm..sangat baik dari sebelum nya dan juga sangat nyaman" balas Geamy membuka mata nya dan kedua tatapan mereka bertemu.


"Kau sangat cantik" ujar Rogard tersenyum memuji kecantikan Geamy.


"Kau juga tampan" balas Geamy dengan tatapan yang entah mendamba atau memuja paras Rogard yang menurut nya bak dewa Yunani yang ketampanan nya melebihi batas.


"Terimakasih gadis kecil..aku tersanjung" ujar Rogard tersenyum.


"Bolehkah aku minta sesuatu pada mu?" tanya Geamy menatap intens Rogard.


"Katakan,jika aku sanggup akan ku kabulkan" kata Rogard yang kini membawa Geamy ke dalam rengkuhan nya.


"Dunia ku sangat kelam.. kau tak akan sanggup melihat nya..sebaik nya ganti dengan yang lain saja hm?" kata Rogard tak mau Geamy memasuki dunia nya yang kelam.


"No..aku hanya ingin melihat bagaimana dunia mu" kekeh Geamy dengan mantap dan membuat Rogard mendesyah kasar karena benar-benar tak ingin membuat Geamy tak nyaman.


"Huftt baik lah gadis manis..tetap pegang tangan ku dan jangan pernah berhenti melangkah karena dunia ku sangat tidak bisa untuk kau masuki dan hanya bersama ku kau bisa melihat nya namun kau harus mematuhi aturan ku..aku tak ingin kau terluka" kata Rogard memberikan sedikit penjelasan.


"Iya aku mengerti dan aku akan menurut..emm,berapa umur mu?" tanya Geamy setelah mengerti penjelasan dari Rogard.


"Yakin kau mau tau umur ku..nanti kau pingsan bagaimana?" goda Rogard dengan senyum mengejek menatap Geamy.


Bughhhh.....


"Bisa tidak jangan mengejek ku lemah..katakan saja kenapa sih ck" saking kesal nya Geamy sampai menggeplak kepala Rogard dan membuat Rogard terbahak.


"Hahaha..astaga kau sudah berani ya..hahaha baik lah baik lah..umurku 100 tahun" kata Rogard setelah berhasil menguasai tawa nya.


"Hah... serius?" tanya Geamy menatap intens Rogard dengan tatapan tak percaya.


"Kan aku sudah bilang kau tak akan percaya tapi lumayan setidak nya kau tidak pingsan" kata Rogard tersenyum.


"Kau ini sejenis apa.. vampir, Alchemist, peri,atau goblin,atau spesies lain yang belum ku tau" kata Geamy dengan begitu penasaran nya tentang Rogard yang sudah berusia 100 tahun.


"Bukan dari semua itu.. Aku adalah Groubien,manusia yang di beri kehidupan abadi.. Aku sama seperti mu yang di paksa menjadi orang lain karena suatu alasan,aku tak punya pilihan lain selain mengikuti takdir ku yang entah kenapa seperti ini..tapi di balik itu semua aku perlahan-lahan bisa mengerti maksud dari seseorang itu dan alasan kenapa aku di paksa menjadi seperti ini,suatu saat kau juga akan mengerti kenapa aku memberi mu kemampuan yang menurut mu membuat hidup mu sial..maafkan aku karena aku tak punya pilihan lain gadis kecil" kata Rogard menjelaskan.