
Geamy saat ini sedang berada di ruangan di mana Ryuzki berada.. Geamy merasakan keanehan dari aura kamar itu yang mana membuat nya seperti tercekik.
Berkali-kali Geamy menarik dan membuang nafas nya guna untuk mengurangi rasa sesak di dada nya.. Geamy menyentuh tangan Ryuzki dengan masih menggunakan sarung tangan yang seperti biasa nya.
Geamy memejamkan mata nya dan berusaha menelusuri jejak yang telah Ryuzki lalui selama perjalanan dalam menemukan nya.
"Apa kau benar-benar bisa membantuku Geamy?" tanya Ryuzki yang tiba-tiba berada di hadapan Geamy.
Geamy masih memejamkan mata nya berusaha meresapi sosok yang berdiri di hadapan nya..bukan..itu bukan Ryuzki..ya Geamy tau itu bulan Ryuzki karena aura dan energi Ryuzki tidak seperti sosok di depan nya yang menyerupai Ryuzki.
"Pergi sebelum aku benar-benar murka" kata Geamy masih dengan fokus pada tujuan nya.
"Hahaha.. hahahaha..rupa nya kau cerdik juga gadis manis.. Aku hanya memperingati mu agar tak ikut campur dengan nya (menunjuk raga Ryuzki) karena dia sudah di segel untuk seseorang jadi mau kau bantu pun kau tidak akan pernah bisa mengambil kunci jiwa nya hahahaha" kata sosok itu yang kini telah berubah menjadi sosok yang menyeramkan dengan 2 kepala serta 5 mata dan mulut yang begitu lebar dari ujung telinga ke ujung satu nya lagi.
Geamy membuka mata nya dan melihat sosok yang saat ini tengah menyelimuti tubuh Ryuzki yang masih tak berdaya..roh Ryuzki sendiri tak bisa mendekati ruangan itu karena sosok itu mengunci ruangan itu dengan aral penghalang yang amat kuat hingga Ryuzki tak bisa menembus nya namun Geamy mampu menembus nya.
"Masuk lah dan mendekat lah pada raga mu" kata Geamy tak menghiraukan keberadaan sosok berkepala dua dengan lima mata yang menatap nya dengan tatapan murka.
Sosok itu rupa nya tak bisa menyentuh Geamy karena dalam diri Geamy ada sesuatu yang tak bisa membuat nya berkutik..jika dia menyentuh Geamy maka bukan Geamy yang kepanasan melainkan dia yang hancur menjadi api ungu.
"Akhirnya aku bisa berada di samping ragaku.. terimakasih Geamy..sekarang apa yang harus aku lakukan?" Ryuzki sangat bersyukur karena diri nya bisa berada di sisi raga nya setelah sekian lama menunggu.
"Berbaring lah tepat di atas tubuh mu..apapun yang terjadi jangan pernah kau melangkah sedikit pun dari atas setubuh mu kalau tidak maka kunci jiwa mu akan tersegel selama nya hingga kau akan benar-benar mati dalam hitungan menit" kata Geamy memberi petunjuk dan larangan pada Ryuzki sebelum pengambilan kunci jiwa nya di mulai.
"Baik lah..aku akan menuruti mu" jawab Ryuzki dengan tidak sabar nya langsung mematuhi perintah Geamy.
"Baik lah ingat apapun yang terjadi jangan pernah sekali-kali kau melangkah atau bergeser dari atas raga mu..sekarang pejamkan mata mu dan sambut lah aku dalam dunia mu" kata Geamy mengingatkan lagi pada Ryuzki.
"Baik aku akan ingat" kata Ryuzki mantap lalu memejamkan mata nya dan benar saja dia menyambut kedatangan Geamy di alam nya yang selama ini dia huni.