THE HAND: A Story Of Geamy Life

THE HAND: A Story Of Geamy Life
Ep_34..Perang Kecil



"Kapan kita akan dapat melihat anak kita dan menghancurkan Apolion?" tanya Geamy penasaran.


"Anak kita akan lahir dalam tiga bulan lagi dan dalam tiga bulan itu entah kapan, Apolion juga akan memunculkan diri,kini dia sedang merasa sesak karena energi yang kau miliki semakin besar dan dia bisa merasakan nya hingga dia tidak lagi bisa diam dan akhirnya pertempuran akan terjadi..kau siap kan jika itu terjadi?" jelas Rogard menatap Geamy.


#


#


Dua Minggu berlalu begitu cepat,perut Geamy seperti orang yang terkena busung lapar..kandungan nya sudah seperti berusia 5 bulan dan itu membuat Geamy benar-benar takjub.


Rogard selalu menuruti apa saja yang dia inginkan..anak nya pun tanpa malu selalu meminta nutrisi agar dia cepat besar dan cepat keluar dari perut nya sontak hal itu membuat Geamy begitu malu namun lain dengan Rogard yang menyambut dengan semangat permintaan anak nya itu.


Pernah satu hari itu hanya mereka habiskan untuk memberikan nutrisi untuk sang anak juga membagi nya menjadi energi untuk Geamy.. Geamy tak merasa lelah namun menikmati nya saat kedua tubuh mereka bersatu dan berbagi peluh.


Itu adalah pengalaman yang benar-benar memalukan sekaligus nikemat bagi Geamy.


"Rogard,entah kenapa aku merasa akan ada perang kecil nanti di Madazka..apa sekarang aku memiliki kemampuan lain yaitu bisa melihat kejadian yang belum terjadi?" tanya Geamy setelah memberitahu Rogard penglihatan nya.


"Kau memang memiliki kemampuan lain sayang..anak kita yang memberikan nya agar kau bisa lebih waspada terhadap sesuatu yang tidak baik nanti nya..dia benar-benar melindungi mu dengan cara nya meski masih dalam kandungan" kata Rogard membernarkan ucapan Geamy sambil mengusap perut Geamy yang sudah membesar.


"Mommy tidak lama lagi raja Apolion akan menyerang namun bukan raja Apolion nya melainkan para anak buah nya,tapi mommy tenang saja karena kita yang akan menang..percaya pada ku mommy" kata si janin memberitahu Geamy bahwa nanti akan ada perang di Madazka.


"Kau yakin kita akan menang nak..mommy takut kau kenapa-kenapa" kata Geamy meyakinkan sekali lagi.


"Iya mommy..mommy tenang saja ada Daddy yang akan menjaga kita dan mommy hanya fokus pada tujuan kita saja yaitu membinasakan raja Apolion agar kemampuan yang tangan mommy miliki hilang..apa mommy tidak ingin menggendong ku nanti saat aku lahir?" kata si janin lalu bertanya pada Geamy dan membuat Geamy mengusap perut nya dengan penuh sayang.


"Tentu mommy ingin menimang mu nak..bantu mommy ya" pinta Geamy lalu menatap Rogard dalam.


"Terimakasih sudah menitipkan anak yang sangat mengerti akan diri ku.. Aku menyayangi kalian" kata Geamy terharu akan kehebatan Rogard yang mampu memberikan nya anak yang begitu pengertian.


"Sama-sama sayang..seperti nya sebentar lagi mereka sampai di Madazka..bersiap lah" kata Rogard lalu mengganti pakaian nya dengan milik Geamy serta.


Geamy telah memakai pakaian yang menurut nya pas untuk bertarung nanti..perut nya akan aman dari serangan musuh karena Rogard sudah membuat perlindungan terhadap perut Geamy.


Saat mereka telah siap dengan segala persiapan nya,para anak buah Apolion juga telah sampai di depan rumah milik Rogard..mereka hendak menerobos rumah Rogard namun sangat susah seakan ada beton yang menghalangi mereka untuk bisa menerobos masuk.


Geamy hanya sedang duduk santai di dalam sambil melihat pertunjukan yang akan Rogard buat..dia hanya tersenyum melihat wajah-wajah musuh nya yang tak terima dengan kata-kata Rogard.


"Mommy,apa mommy mau bermain sedikit dengan mereka?" tanya si janin yang seperti nya juga ikut mengamati keadaan.


"Bermain bagaimana maksud mu nak?" tanya Geamy yang belum paham arti kata bermain yang anak nya katakan.


"Aku bisa melenyapkan mereka dalam satu kali hentikan jari seperti yang Daddy lakukan..apa mommy mau mencoba nya?" kata si janin yang membuat Geamy benar-benar tak percaya dengan diri nya.


"Coba lah..mungkin kau akan mengurangi rasa bosan mu ujar perut mommy" Geamy mengijinkan karena dia ingin melihat seberapa benar perkataan sang janin.


"Baik lah tapi mommy jangan berkedip ya karena ini akan sangat singkat..aku sudah mengirim pesan pada Daddy untuk menyerahkan urusan mereka pada ku jadi sebentar lagi Daddy akan ke sini untuk menemani mommy" kata si janin seakan-akan dia benar-benar bisa melakukan nya.


Geamy hanya mengangguk dan benar saja tak berapa lama kemudian Rogard kembali masuk dan mengangkat Geamy dengan jentikan jari nya lalu dia duduk dan memangku Geamy.


"Anak kita akan mengurus nya..kita lihat saja perang seperti apa yang akan dia buat" kata Rogard sambil merengkuh tubuh Geamy dan mengusap perut Geamy yang sudah membuncit.


"Hmm..memang bisa ya?" tanya Geamy masih ragu.


"Percaya lah..kau akan terpukau dengan pemandangan yang sebentar lagi akan kau lihat..cups..anak kita sangat tidak bisa di tebak" kata Rogard memberikan sedikit pengertian pada Geamy.


"Hm..baik lah" Geamy akhir nya pasrah dan dalam hitungan detik 10 dari para makhluk yang datang terlihat tumbang tanpa di sentuh.


Geamy masih menatap kejadian itu tanpa berkedip sesuai perintah sang janin..setelah 10 tumbang kini tiba-tiba 10 di antara mereka tumbang lagi dan berubah menjadi abu seketika dia itu semakin membuat Geamy benar-benar takjub.


"Good job nak.. lanjutkan dan habiskan lah" kata Rogard memberi perintah pada sang janin.


"Baik Daddy" kata si janin lalu entah kenapa tiba-tiba semua makhluk yang ada di depan rumah Rogard telah tumbang dan berubah menjadi abu.


Geamy lagi-lagi di buat terkejut sekaligus tak percaya namun kenyataan nya memang begitu..dia menatap Rogard dana perut buncit nya lalu menatap ke arah depan lagi yang kini telah bersih dari sisa abu yang tadi nya berserakan.


"Ba.. bagai..mana bisa..I..itu" kata Geamy terbata saking tidak percaya nya dengan apa yang dia lihat.


"Sudah aku katakan bukan kalau anak kita itu istimewa..dia mewarisi kemampuan kita juga memiliki kemampuan lain yang memang telah di karuniakan pada nya sejak proses penciptaan nya..tenang saja dia akan tumbuh menjadi anak yang hebat yang akan menjaga kita dari para sosok..hanya butuh satu tahun maka anak kita bisa tumbuh dengan cepat layak nya baru keluar dari mesin waktu" kata Rogard menjelaskan.