
Geamy sudah lemas namun dia masih menancapkan paku yang dia pegang pada jantung sosok itu.. Geamy semakin menekan nya hingga setidak nya dia berhasil membuat sosok itu menjadi abu.
Tubuh Geamy begitu banyak luka akibat belitan dan sabetan rambut yang berubah-ubah bentuk kadang menjadi akar tanaman,kadang tali,kadang ular,kadang juga sesuatu yang tajam hingga mampu membuat kulit Geamy tersayat-sayat.
Geamy menahan semua luka itu dengan masih menancapkan paku itu pada jantung si sosok yang kini tengah bertarung dengan nya..sosok itu sudah meronta-ronta bahkan menjerit-jerit kepanasan dan kesakitan akibat paku itu.
Meskipun begitu tangan si sosok itu masih mencekik nya bahkan rambut-rambut itu masih membelit tubuh nya hingga tubuh nya serasa tak memiliki tulang lagi.
"Arghhhhh... panassssss.. arghhhhhh"
"Ma..ti..kau..uhukkk ter..ku..t..tuk arkhh" ucap Geamy semakin menekan paku itu sekuat tenaga hingga menancap sempurna di jantung sosok itu dan sepersekian detik berikut nya semua terlepas dari tubuh Geamy.
Tangan yang mencekik nya terlepas berubah menjadi abu semua bagian tubuh sosok itu berubah menjadi abu dan seketika Geamy terjatuh di lantai dengan tubuh nya yang sudah remuk.
Geamy duduk sambil menyaksikan detik-detik sosok itu berubah menjadi abu.. Geamy lega setidak nya kini tak ada lagi yang menahan atau menyegel jiwa orang lain lagi dengan seenak jidat nya sendiri.
"Gadis kecil kau hebat sekali" puji seseorang yang berada tak jauh dari Geamy.
Peramal itu mendekati Geamy lalu berjongkok di depan Geamy..dia mengulurkan tangan nya dan menyentuh kening Geamy lalu sebuah cahaya kelaut dari tangan peramal itu dan masuk kedalam tubuh Geamy.
"Kau memang tangguh..tidak salah aku memilih mu gadis kecil" ujar nya lalu mengangkat tubuh Geamy dan dia bawa keluar dari alam itu.
Dua langkah setelah mengangkat Geamy, peramal itu menghilang bersamaan dengan Geamy..raga Geamy tak lagi berada di sisi Ryuzki melainkan berada di suatu tempat yang hanya peramal itu yang tau.
Ryuzki sendiri masih belum sadar..dia masih mengumpulkan energi yang telah lama hilang sejak raga nya terbaring tak berdaya karena jiwa nya tersegel oleh sosok gadis itu.
"Istirahat lah..aku tau kau lelah" kata peramal itu membaringkan Geamy pada ranjang dengan di sisi ranjang itu terdapat bunga lavender berwarna putih yang mampu menyerap energi negatif dari tubuh Geamy.
Peramal itu duduk di sisi ranjang lalu menyentuh dada Geamy guna untuk menyalurkan energi positif agar bisa menetralisir energi negatif yang bersarang di dalam tubuh Geamy..peramal itu juga membantu pengobatan melalui tenaga dalam agar luka dalam yang Geamy alami bisa terobati.
Butuh waktu lima menit untuk menyelesaikan semua nya..kini peramal itu hanya akan mengobati luka luar pada tubuh Geamy..banyak luka sayatan dan gesekan yang begitu kentara di kulit putih nan halus nya.
"Kau hampir saja kalah gadis kecil tapi syukurlah kau bisa memenangkan pertarungan ini..aku bangga pada mu..kau memang gadis kecil yang hebat" kata peramal itu mengusap luka di leher Geamy yang menganga.