
"Apa aku bisa?" tanya Geamy yang hanya diam menyimak penjelasan Rogard.
"Aku percaya kau bisa gadis kecil.. Aku akan membantu mu kelak jika waktu nya tiba..sekarang kau hanya perlu berlatih memaksimalkan kemampuan mu agar kau bisa setara dengan nya" kata Rogard mengusap pipi Geamy menyalurkan tenaga pada gadis itu diam-diam.
Geamy tersenyum dengan tulus untuk pertama kali nya dalam kesendirian nya selama ini.. Rogard menatap lekat mata Geamy..tanpa dia sadari jantung nya berdetak kencang seakan sehabis lari maraton.. Geamy bukan tidak tau jantung nya berdebar-debar jika di dekat Rogard,dia hanya berusaha untuk tidak terpengaruh akan perasaan nya karena dia sudah dewasa dan tau akan getaran yang tengah dia rasakan.
Bukan waktu nya bagi dia untuk memikirkan cinta..dia hanya ingin semua segera berlalu dan berakhir agar kehidupan nya kembali seperti dulu seperti orang normal yang mengharapkan kebahagiaan.
Kedua nya masih dalam posisi yang sama-sama nyaman..baik Geamy maupun Rogard,kedua nya tak bergeming hanya diam menikmati suasana dan kondisi yang tengah mereka rasakan.
"Apa kau lelah..kita ke dalam saja hm?" tanya Rogard mengusap wajah Geamy lalu di balas anggukan kecil dari Geamy dan dalam satu jentikan jari kedua nya telah berada di kamar Rogard.
Geamy terlelap masih dalam rengkuhan hangat pria berkulit pucat nan cerah itu..Rogard bak vampir namun dia juga mirip malaikat yang mampu menghipnotis setiap insan.. Geamy memiliki wajah Asia setengah barat mampu menyamakan kedudukan pesona Rogard.
Rogard membaringkan Geamy di ranjang bulu angsa selembut awan di kamar nya..ranjang itu bukan ranjang yang terbuat dari kayu melainkan ranjang yang terbuat dari awan yang woah Rogard bekukan sampai Rogard cairkan lagi baru lah ranjang itu akan rusak.
Rogard ikut merebahkan diri nya di samping Geamy,memeluk tubuh hangat nan harum Geamy agar semakin menempel pada tubuh nya..dia ikut memejamkan mata namun tak sepenuh mau terlelap,dia masih terbangun namun mata nya terpejam dan dia bisa melihat..tidur tapi melihat.
Rogard sangat sensitif terhadap suara meski semut melangkah masih Rogard dengar..suara apapun itu masih masuk dalam indera pendengaran nya yang amat sangat tajam..dia bagaikan penyihir yang menguasai ilmu hitam namun bukan ilmu hitam yang Rogard miliki.
Dia di rawat oleh seorang kakek tua hingga usia nya 8 tahun,setelah nya kakek itu menghilang entah kemana tak ada jejak nya bagai di telan bumi..Rogard hanya hidup sebatang kara dengan berbekal kemampuan yang dia miliki.
Menjelang sore,Rogard sudah beranjak sedari tadi dari kamar..dia tak mau membuat Geamy terusik dia telah menyalurkan energi lagi selama Geamy terlelap..dengan memeluk gadis itu energi nya seakan terisi full begitu pun dengan Geamy yang semakin maksimal energi nya.
"Keluarlah jangan membuat ku membinasakan mu tanpa perlawanan" kata Rogard yang saat ini sudah berpindah tempat di sebuah gurun buatan seperti fatamorgana untuk mengecoh si pengintai.
Hanya ada hembusan angin yang saling sahut menyahut di telinga Rogard..Rogard memejamkan mata nya lalu dia membuka mata nya lagi dan melihat sosok yang mengintai rumah nya tengah berdiri tak jauh dari nya.
"Ternyata kau cukup jeli juga ya tuan" kata sosok itu menatap Rogard dengan tatapan menantang bahkan meremehkan.
"Terimakasih atas pujian nya..aku sangat tersanjung" balas Rogard tersenyum kecil.
"Langsung saja..serahkan gadis itu maka kau akan aman..dia adalah gadis pembawa sial untuk tuan ku maka dari aku harus melenyapkan nya agar kesialan tuan ku segera lenyap" kata sosok itu dengan santai nya.
Rogard tak menanggapi,dia hanya diam tak bergeming namun masih menatap sosok itu dengan tatapan tak terbaca.
"Jangan mimpi" kata nya lalu tersenyum.